<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499</id><updated>2012-01-28T20:27:31.035-08:00</updated><category term='kajian'/><category term='punya temen'/><category term='wanita'/><category term='Nyata'/><category term='cerpen'/><category term='Jakarta'/><category term='iptek'/><category term='quote'/><category term='resensi'/><category term='opini'/><category term='curhat'/><category term='Berita'/><category term='iklan'/><category term='Jogja'/><category term='diary'/><title type='text'>Tidak Sekedar Menulis</title><subtitle type='html'>kumpulan aksara untuk dunia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8567050934811227974</id><published>2011-07-18T07:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T07:50:44.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>program CIMB Niaga</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/CIMBIndonesia?sk=app_122057727878235"&gt;&lt;img src="http://cimbbank.s3.amazonaws.com/2g2bt-in/soclotto_images/widget.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;programnya CIMB Niaga. iseng-iseng aja ikutan, siapa tau beruntung ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8567050934811227974?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8567050934811227974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8567050934811227974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8567050934811227974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8567050934811227974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/07/program-cimb-niaga.html' title='program CIMB Niaga'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2509340797790454508</id><published>2011-07-15T22:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T22:41:49.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Kasus Ruyati: Ujian Kaum Muslimin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka tersebut menghujani tanah air ini dengan deras, bahkan keluarga korbanpun mengaku tidak mendapat informasi yang cukup. Sebagaimana pemerintah Indonesia juga mengaku demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang tiba-tiba dan dengan segala kekurangannya mengundang banyak komentar di berbagai kesempatan. Tentu, komentar itu pun bermacam-macam sesuai keberagaman orang yang berkomentar. Dari muslim, sampai non muslim. Dari orang yang bijak sampai orang yang sembrono. Dari yang menunggu informasi yang cukup sampai yang asal bunyi dengan penuh ketergesaan dan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang bahwa kasus ini sebagai ujian yang cukup berat bagi kita semua, tentu sebagai seorang muslim meyakini, bahwa segala kata-kata yang keluar darinya akan dicacat oleh malaikat, yang bakal ditimbang sebagai amal baik atau buruk di akhirat kelak, ‘Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.’ [Q.S. Qaf:18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ujian pertama bagi kita semua, ketergesaan dalam berkomentar tanpa memiliki informasi yang cukup membuat seseorang terjerumus dalam komentar yang salah dan tidak bijak, sehingga bisa menjadi bencana buatnya atau buat orang lain di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memojokkan salah satu pihak dan menyalahkannya tanpa informasi yang cukup adalah sikap yang tidak bijak yang akan merugikan. Ini menggambarkan ketergesaan yang tanpa pikir panjang. Sama saja apakah yang di pojokkan itu adalah pihak Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya- atau pihak pemerintah RI sebagai penanggung jawab atas warganya, ataukah pihak keluarga majikan sebagai korban pembunuhan Ibu Ruyati, ataukah pihak pemerintah Saudi Arabia sebagai hakim antara dua orang yang bertikai dan yang memutuskan perkaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu untuk menilai siapa yang salah, siapa yang keliru, kita harus mengetahui sejak awal kasus ini, apa yang dilakukan Ibu Ruyati, benarkah dia membunuh, bagaimana membunuhnya, kenapa dia melakukannya, apa yang dilakukan majikan, kenapa dia melakukannya, apa yang dilakukan pihak hakim, kenapa sampai pada vonis hukum mati, apa yang dilakukan pemerintah Saudi Arabia terhadap pihak pemerintah RI, apa upaya yang telah dilakukan pemerintah RI melalui duta besarnya. Apakah informasi itu semua telah kita miliki sehingga kita dapat menilai dengan baik dan benar baik dalam menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah komentar kita adalah komentar yang dapat dipertanggung jawabkan di dunia maupun di akhirat di hadapan Rabbul Alamin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai musibah yang menimpa membuat kita jatuh dalam musibah lain, tergelincirnya kita dalam komentar yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya lanjutkan, saya ucapkan kepada keluarga Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya- agar bersabar atas segala musibah. Sebagai umat muslim, tentu meyakini bahwa semua musibah mengandung hikmah, apa yang terjadi semoga menjadi penebus dosa. Semoga Allah mengganti musibah kalian dengan pahala dan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada ujian di balik kasus, di antara ujian yang terberat bagi muslimin  dari kasus itu adalah ujian keimanan terhadap ajaran Islam. Tak sedikit dari kasus ini muncul komentar, atau minimalnya perasaan dan anggapan negatif terhadap hukum Islam, qishash. Dari kasus tersebut bisa jadi seorang muslim justru menyalahkan hukumnya, tanpa menengok kepada alur peristiwa dan hukum. Ini yang justru sangat dikhawatirkan, oleh karenanya saya menganggap ini ujian yang sangat berat bagi muslimin, karena ini bisa menggoyah keimanan dan keislamannya. Kembali, sebabnya adalah tiadanya informasi yang cukup tentang kejadian yang sesungguhnya dan tentang apa itu hukum qishash dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tutup sejenak lembaran ibu Ruyati, karena itu sifatnya kasuistik yang untuk mempelajarinya perlu studi kasus. Kita akan coba buka lembaran ensiklopedi fikih Islam, untuk mengetahui apa itu qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata qishash bukan hanya ada dalam al-Quran bahkan dahulu dalam kitab Taurat pun telah ada syariatnya, saat kitab Taurat masih murni. Allah berfirman yang artinya, “Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” [Q.S. al-Maidah:45]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, syariat qishash dalam hal pembunuhan, nyawa dibayar nyawa, tidak sesederhana yang dibayangkan, bahkan hal itu tidak terlepas dari segala aturan yang terkait dengannya. Sebagai contohnya, diantara beberapa syarat seseorang dibalas bunuh, misalnya si pembunuh adalah mukallaf (dibebani hukum, red.), dan si pembunuh membunuhnya dengan suka rela, tidak dipaksa. Dengan pembunuhan ‘qotlul amd’ (sengaja melakukan pembunuhan dengan alat yang mematikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara syarat meminta qishash adalah bahwa seluruh wali korban sepakat untuk membalas bunuh, bila ada salah satu saja yang memaafkan, maka gugurlah permintaan qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui pula bahwa balas bunuh bukanlah satu-satunya pilihan bagi keluarga korban, tetapi ada dua pilahan, Nabi memberikan dua opsi, “Barangsiapa yang salah satu keluarganya terbunuh maka dia di antara dua pilihan, diberi diyat (tebusan) atau di-qishash.” [Sahih, H.R. al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam Islam sangat dianjurkan bagi para wali korban untuk memaafkan, artinya tidak membalas bunuh tapi membayar diyat. Dan lebih baik lagi jika para wali korban tersebut memaafkan tanpa bayaran sama sekali. Lihatlah firman Allah yang artinya, “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya,“ [Q.S. al-Baqarah:178]. Lihatlah penggunaan kata saudara, apa rahasia di balik itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy Syaikh as-Sa’dy dalam tafsirnya mengatakan, “Terkandung pada ayat tersebut anjuran untuk berbelaskasih dan memaafkan, mengganti qishash dengan diyat, dan lebih bagus lagi memaafkan tanpa minta diyat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Rasulullah sendiri senantiasa menyarankan para wali korban untuk memberikan maaf. Shahabat Anas bin Malik menceritakan, “Tidaklah didatangkan kepada Rasulullah satu urusan qishash pun kecuali beliau menyarankan untuk dimaafkan”. [Sahih, HR Ibnu Majah. Lihat Sahih Sunan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah pernah memberikan harta yang sangat banyak kepada orang-orang Laits agar mereka mau memaafkan, dan tidak menuntut qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal ini tentu tanpa mengesampingkan hak keluarga korban. Kita tidak bisa hanya memandang orang yang hendak dieksekusi. Tentu hak korban juga harus diperhatikan, mereka orang yang telah dirugikan dalam hal ini, salah satu anggota keluarga mereka telah wafat dengan cara dibunuh, dan bukankah membunuh itu dosa yang sangat besar? (lihat Q.S. an-Nisa’:93). Bayangkan kalau itu menimpa salah satu kita -semoga tidak terjadi-. Andai mereka memaafkan, itu keutamaan yang sangat tinggi nilainya, tapi kalau mereka tetap menuntuk hak, itu hak mereka, bukan sikap yang adil kalau hak mereka dihambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pemerintah yang sebagai hakim, mereka adalah pengayom bagi kedua belah pihak yang bertikai, bukan sikap adil kalau mereka langsung memutuskan pancung, atau memutuskan maaf. Dia harus melihat kejadian secara fakta yang nyata lalu menghukuminya tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pun pihak yang akan di-qishash itu adalah keluarga hakim sendiri, ia harus tetap berbuat adil, dahulu Nabi pernah mengatakan, “Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri tentu akan aku potong tangannya.” Saat itu telah terjadi pencurian oleh salah seorang wanita bangsawan dari kabilah Bani Makhzum, ia telah diproses secara hukum dan ia mesti mendapatkan hukuman potong tangan. Keluarga wanita tersebut merasa keberatan. Bagaimana mungkin seorang wanita dari keluarga bangsawan harus dipotong tangannya karena mencuri. Maka mereka meminta sahabat Usamah bin Zaid, sebagai orang yang sangat disayangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memintakan maaf, dengan kata lain, mengurungkan hukum potong tangan tersebut. Beliau pun marah dan mengucapkan, “Yang menghancurkan umat sebelum kalian adalah bila yang mencuri di antara mereka adalah bangsawan, mereka biarkan (kebal hukum), dan bila yang mencuri orang lemah mereka tegakkan hukum padanya” lalu mengucapkan ucapan tersebut di atas. Wanita itu pun akhirnya mengambil pelajaran dari pemotongan tangan tersebut dan semakin memperbaiki ketaatannya. [Sahih HR an Nasai. Lihat Sahih Sunan Nasa’i]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Ruyati, memang benar apa yang dikatakan duta besar RI bahwa Raja pun tidak bisa campurtangan bila hukum telah diputuskan dan keluarga korban tetap tidak mau memaafkan. (http://fokus.vivanews.com/news/read/228792-raja-saudi-tidak-bisa-ikut-campur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang bisa dilakukan Raja, Hakim, atau pihak RI, mereka hanya bisa menganjurkan keluarga korban untuk menempuh jalan damai, ishlah, saling memafkan, minimalnya berpindah kepada diyat, walaupun bernilai besar, dan lebih baik lagi gratis. Seperti yang sering dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihhi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui pula, seandainya hakim memutuskan bahwa pembunuhan ini qotlul ‘amd (pembunuhan sengaja, pembunuhan dengan alat yang mematikan). Bisa jadi si pembunuh sebenarnya tidak berniat membunuh, ia hanya ingin melukai, tapi ternyata justru kematian yang terjadi. Dalam kondisi seperti ini, hakim tetap menghukumi secara fakta lapangan. Adapun ucapan si pembunuh bahwa ia tidak bermaksud membunuh, hakim tidak tahu sejauh mana kejujurannya, maka kata-kata tersebut tidak merubah hukum. Ada kemungkinan ia jujur dalam pengakuan tersebut, tapi hanya Allah yang mengetahui. Atas dasar itu, hukum hakim hanya sebatas hukum dunia, dan hakim hanya dapat menganjurkan wali korban untuk memaafkan. Jika si pembunuh telah mengaku bahwa ia tidak punya niatan untuk membunuhnya, kalau ia jujur dan tetap dilaksanakan qishash, maka wali korban yang meng-qishash dianggap telah melakukan pembunuhan terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah pernah bercerita, telah terjadi pembunuhan terhadap seseorang di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka perkara tersebut diajukan kepada beliau. Setelah proses, Nabi menyerahkan pembunuh tersebut kepada wali korban untuk dibalas bunuh. Ternyata si pembunuh mengatakan, “Wahai Rasulullah, demi Allah, saya tidak bermaksud membunuhnya.” Rasulullah pun mengatakan kepada keluarga korban, ”Kalau dia jujur, dan kamu tetap membunuhnya maka kamu masuk  neraka.” Akhirnya keluarga korban melepaskannya. [Sahih, HR Abu Dawud dan yang lain. Lihat Sahih Sunan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum qishash, dalam Islam bukan hanya sebagai hukuman, ada sisi lain yang jarang dipahami oleh banyak orang, yaitu bahwa hukum tersebut juga berfungsi sebagai kaffarah, penutup dosa. Sehingga, hukuman di akhirat bisa terbebaskan dengan di-qishash ini. Dan tentu, hukuman di dunia jauh-jauh lebih ringan ketimbang hukum di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim menjelaskan, “Yang benar, pembunuhan itu terkait dengan 3 hak: hak Allah, hak yang terbunuh, dan hak keluarganya. Maka jika si pembunuh menyerahkan dirinya dengan suka rela kepada wali korban, karena menyesal dan takut kepada Allah, lalu bertaubat dengan taubat yang benar, maka hak Allah gugur dengan taubatnya. Hak keluarga gugur dengan qishash, damai, atau pemberian maaf. Tinggal hak orang yang terbunuh, maka Allah akan memberikan gantinya untuk hamba-Nya yang bertaubat tersebut dan Allah akan memperbaiki hubungan antara keduanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan di atas, seandainya ibu Ruyati salah, semoga ia benar-benar taubat dengan taubatan nashuha, sehingga dosanya terampuni, dan diterima di sisi-Nya. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, jangan sampai kasus semacam ini memengaruhi keimanan kita terhadap Islam, banyak pihak ingin memanfaatkannya untuk menyudutkan pihak tertentu, dengan berbagai gosip yang tak bertanggung jawab. Yang cukup aneh dan lucu dalam kasus ini, demi menyudutkan orang Arab, ada yang menganggap bahwa ibu Ruyati membunuh karena membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya. Padahal yang dibunuhnya adalah seorang nenek-nenek tua, dan pada dasarnya majikannya adalah keluaga yang baik. Sebagaimana diakui teman satu majikan Ibu Ruyati yang bernama Suwarni, hanya saja si nenek malang -semoga Allah merahmatinya dan memafkannya- suka marah-marah. Ibu Ruyati pun mengakui sebab pembunuhannya adalah rasa kesal akibat sering dimarahi oleh ibu majikan dan kecewa karena majikan tidak mau memulangkan. Ruyati juga menyatakan berniat untuk melarikan diri namun pintu rumah selalu terkunci sehingga tidak dapat keluar dari rumah majikan. Ruyati mengaku tidak pernah disiksa oleh majikannya. (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pembunuhnya bukan ibu Ruyati, tapi orang Arab sendiri, tentu akan dihukumi dengan hukuman yang sama. Dan faktanya, sudah banyak warga Saudi Arabia yang mati dalam hukum pancung. Memang orang jahat di mana-mana ada, dan kejahatan tetap kejahatan di manapun dan oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berbahaya, ketika kasus ini dipakai untuk menyudutkan Islam. Padahal bila dilihat dengan jujur dan benar, bahwa dalam hal ini syariat Islam lah yang paling adil dan paling menjaga perasaan semua pihak, paling bijak dalam memutuskan. Kita selaku seorang muslim yang hakiki bukan muslim liberal (orang yang mengaku muslim tapi jauh dari Islam), tentu mengimani firmanNya:&lt;br /&gt;وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [Q.S. al-Baqoroh:179].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syinqithi dalam tafsirnya menjelaskan, “Di antara pentunjuk Al-Quran yang lebih tepat dan adil adalah qishash, karena bila seseorang marah kemudian bertekad membunuh orang lain, lalu ingat bahwa bila ia membunuh ia akan dibunuh dengan sebab itu, ia akan takut dari akibat perbuatannya sehingga ia mengurungkan niatnya. Sehingga, tetap hiduplah orang yang akan ia bunuh dan dia pun tetap hidup karena tidak membunuh sehingga tidak dibunuh karena qishash. Dengan dibunuhnya seorang pembunuh, akan mengakibatkan hidupnya banyak orang yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah. Hal itu, sebagaimana kami sebutkan, sesuai dengan firman Allah (artinya), “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.[Q.S. Al Baqarah:179].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahwa ini adalah jalan yang paling adil dan paling lurus. Oleh karenanya, telah disaksikan di penjuru dunia, baik dahulu maupun sekarang, sedikitnya jumlah pembunuhan pada negeri-negeri yang berhukum dengan hukum Allah. Karena, qishash adalah peringatan keras terhadap tindak pembunuhan seperti yang Allah sebutkan dalam ayat yang tersebut tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang disebutkan oleh orang-orang anti Islam bahwa qishash tidak bijaksana karena menyebabkan berkurangnya jumlah komunitas masyarakat -yakni membunuh yang kedua setelah matinya yang pertama-, bahwa semestinya dihukum dengan dipenjara, dan bisa jadi ia beranak di balik terali besi sehingga menambah jumlah komunitas masyarakat, ini semua adalah ucapan yang tidak ada nilainya, kosong dari hikmah atau kebijaksanaan. Karena penjara tidak membuatnya jera dari pembunuhan (Apalagi jaman sekarang yang semuanya bisa ditebus dengan uang, penerj.), dan bila hukuman itu tidak membuat jera maka orang-orang rendahan itu akan banyak melakukan pembunuhan sehingga akan bertambah banyak pembunuhan dan komunitas masyarakat akan berkurang berkali lipat.” [dikutip dari Adhwa`ul Bayan, hal:427-428, karya Syaikh Amin Asy-Syinqithi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.&lt;br /&gt;sumber : http://tashfiyah.net/?p=701&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2509340797790454508?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2509340797790454508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2509340797790454508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2509340797790454508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2509340797790454508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/07/kasus-ruyati-ujian-kaum-muslimin.html' title='Kasus Ruyati: Ujian Kaum Muslimin'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7984679225119897428</id><published>2011-05-29T20:50:00.001-07:00</published><updated>2011-05-29T20:50:55.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Habis ikut tes IQ online ^^</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.free-iqtest.net" title="IQ Test"&gt;&lt;img src="http://www.free-iqtest.net/images/badges2/l126.gif" width="200" height="100" alt="IQ Test" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Free-IQTest.net - &lt;a title="IQ Test" href="http://www.free-iqtest.net"&gt;IQ Test&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7984679225119897428?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7984679225119897428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7984679225119897428' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7984679225119897428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7984679225119897428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/05/habis-ikut-tes-iq-online.html' title='Habis ikut tes IQ online ^^'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7445826429346723562</id><published>2011-04-17T19:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:05:12.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Oleh-oleh dari petualangan kemarin (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan ke Bekasi hari ahad yang lalu memberikan banyak pelajaran berharga, berikut rangkumannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ngobrol dengan ayah dari murid les privat sebelum mulai mengajar,  beliau bercerita bahwa pada masanya dulu, perjuangan beliau saat sekolah  dan kuliah begitu berat, hampir bisa dibilnag tanpa fasilitas, bahkan  biaya kuliah beliau dapat dari jerih payahnya sendiri. dengan semua  aktivitas tersebut dan tanpa didukung berbagai fasilitas, beliau dapat  menyelesaikan study dengan hasil yang sangat baik, hingga akhirnya  sukses (rumahnya bagus, sudah S3, kerjaan sangat mapan). tapi beliau  sangat menyayangkan, anak-anaknya yang mendapat fasilitas lengkap malah  tidak menunjukkan prestasi yang memuaskan. beliau menyesal memang karena  kurang begitu bisa mengawasi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perlajaran  di sini adalah, tekadang, fasilitas yang lengkap tidak selalu menjadi  faktor dari keberhasilan, penentu keberhasilan sesungguhnya adalah  pribadinya sendiri. maka, bagi yang merasa tidak dianugrahi rejeki yang  melimpah, tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya raya, jangan kecewa.  ada banyak kisah orang-orang sukses yang berjuang dari nol, dan  yakinlah, bahwa kita akan memperpanjang daftar kisah orang-orang sukses  tersebut dengan nama anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedangkan  bagi yang merasa dianugrahi fasilitas yang memadai, jangan menjadi  manja, jangan menjadi sombong, karena jika kita manja dan sombong, kita  telah keluar dari jalan lurus menuju kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu  masuk shalat ashar, sang ayah ke masjid dengan pakaian yang lengkap,  sarung dan baju koko plus peci. sedangkan sang anak hanya menggunakan  kaos dan sarung. yang saya sayangkan adalah, sang ayah tidak menasehati  anaknya untuk menggunakan pakaian terbaiknya ketika melaksanakan ibadah  shalat ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelajaran di sini  adalah, ternyata contoh yang baik saja masih belum cukup untuk mengajari  anak-anak kita. harus ada perintah atau nasehat langsung, dan alangkah  baiknya ketika nasehat itu ditanamkan kepada anak kita sejak kecil,  sehingga ketika sudah remaja atau dewasa, tanpa perlu menasehatinya  lagi, sang anak sudah bisa menjalankannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di tempat  les murid saya yang lain, di rumahnya terdapat ruangan yang dipergunakan  sebagai mushola, tempat shalat. ukurannya cukup luas, bsa menampung  belasan jamaah. letaknya di dalam rumah, ada fasilitas tempat wudhu,  sajadah, mukena, Al Qur'an, buku-buku islam, dll. ketika masuk waktu  shalat, beberapa penghuni rumah memang tepat waktu atau menjalankan  ibadah  shalat di awal waktu, tapi yang sangat disayangkan, anggota  keluarga yang laki-laki pun melaksanakan shalat di mushola ini. padahal  letak masjid terdekat hanya sekitar 15 menit berjalan kaki (saya sudah  mengukurnya). apakah mereka tidak paham bahwa bagi laki-laki, shalat  berjamaah di masjid itu lebih utama?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pelajaran  di sini adalah, meskipun kita bisa membangun mushola sendiri di rumah,  shalat di awal waktu, tetapi bagi kaum laki-laki, melaksanakan ibadah  shalat di masjid itu lebih utama, bahkan mayoritas ulama (atau bahkan  semua ulama? cmiiw) menghukuminya wajib. Mari kita makmurkan masjid.  karena salah satu golongan manusia yang akan mendapat pertolongan Alloh  di akherat kelak adalah orang yang hatinya terikat kepada masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dari keseluruhan pengalaman mengajar privat, baik di jogja maupun di  bekasi ini, hanya sedikit orang tua yang terlihat akrab dan dekat dengan  anak-anaknya. kebanyakan terlihat ada jarak, orang tua menempatkan diri  sebagai orang tua, sering mereka menceritakan kejelekan-kejelekan  anaknya kepada guru lesnya (yang malas belajar lah, yang hobinya maen  lah, yang suka membangkang lah, dls). menurut saya ini sikap yang tidak  bijak. anak akan semakin manjauh dari  orang tua.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pelajaran  di sini adalah, ketika kita nanti menjadi orang tua, jangan pernah  menceritakan keburukan anak kita kepada "orang luar", jika mengundang  guru les, cukuplah memberitahukan prestasi anak kita, kesulitan  belajarnya di mana, dan meminta guru les membimbing dan mengajari ini  itu, tanpa perlu menyebut sifat atau sikap yang buruk dari anak kita.  saya sebagai seorang anak pun tidak akan suka jika orang tua saya  menceritakan hal-hal buruk tentang diri saya. dengan demikian, kedekatan  antara orang tua dan anak akan tetap terjaga, sehingga jika ada masalah  atau apapun, si anak tidak akan sungkan dan ragu untuk menceritakannya  kepada orang tua (karena yakin, orang tuanya tidak akan memberitahukanya  kepada "orang luar")&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. kedua murid saya ini sekolah di  sekolah swasta islam. tetapi sikap dan perilakunya belum menunjukkan  bahwa mereka adalah seorang remaja muslim yang bener-bener sholeh.  (meskipun saya sendiri juga merasa belum benar-benar sholeh)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pelajaran  di sini adalah, pendidikan yang paling utama itu adalah pendidikan di  rumah. mau disekolahkan di sekolah sebagus apapun, seislami apapun, jika  di rumah tidak dididik dengan benar, hasilnya pun tidak akan sebaik  yang kita inginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga catatn kecil ini bisa menjadi pelajaran untuk kita bersama&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7445826429346723562?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7445826429346723562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7445826429346723562' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7445826429346723562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7445826429346723562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/oleh-oleh-dari-petualangan-kemarin_17.html' title='Oleh-oleh dari petualangan kemarin (bagian 2)'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6344039455104967552</id><published>2011-04-17T15:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T17:34:51.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Oleh-oleh dari petualangan kemarin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tulisan ini akan saya buat menjadi 2 bagian, bagian ini akan menceritakan alasan saya berpetualang, dan bagian berikutnya akan mengkisahkan tentang hal-hal menarik yang saya temui saat berpetualang kemaren.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cobalah keluar dari zona nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di Jogja, saya merasakan kehidupan saya sangat nyaman. lingkungan yang sangat mendukung, baik untuk beribadah maupun untuk belajar. orang-orang yang ramah, suka menolong, teman-teman yang sangat enak diajak diskusi. pokoke nyaman abis. tapi aku sadar, kehidupan di luar sana tidak lah senyaman ini. membaca berita atau cerita orang-orang, tentang "kejamnya" dunia ini membuatku berkeinginan untuk menaklukkan dunia yang sesungguhnya, bukan dunia Jogja tentunya. maka dari itu, setelah lulus kuliah saya membulatkan tekad untuk menjajal hidup di ibukota Jakarta. keputusan yang berat memang, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, serta bayangan-bayangan negatif akan kekejaman kota Jakarta sempat menghantui, tetapi keinginan untuk menempa diri lebih kuat, akhirnya dimulailah fase kehidupanku yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan bulan berada di Jakarta, saya belum benar-benar merasakan "kejamnya" Jakarta. semuanya masih terasa biasa saja. jarak kantor dan kos-kosan yang terbilang dekat membuat saya tidak pernah merasakan kemacetan. lingkungan kos-kosan yang banyak berisi orang jawa (tengah maupun timur) membuat suasana tidak jauh berbeda dengan di rumah, hanya sedikit cuek saja orang-orangnya. tapi banyak juga yang baik hati, ngasih makanan, ngangkatin jemuran ketika hujan, nraktir es doger, dll :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika ada tawaran untuk mengajar privat di Bekasi, saya langsung mengiyakan. Dari pengalaman saya ketika keluar kawasan kos-kosan dan kantor, misal saat maen ke rumah atau kos teman, banyak hal menarik yang bisa saya saksikan. banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil. tetapi ongkos yang besar membuat saya berpikir ulang jika ingin keliling Jakarta. dengan mengajar privat ke tempat yang jauh, saya bisa merasakan suasana asli Jakarta, tanpa biaya. bahkan malah mendapat tambahan uang saku :) dan perkiraan saya tepat. di minggu ke dua saya mengajar privat di Bekasi, banyak hal menarik yang bisa saya buat menjadi catatan kecil di sini. akhirnya saya bisa menarik kesimpulan, ketika kita mencoba keluar dari zona nyaman dengan bekal yang cukup, maka yang kita dapat adalah pelajaran berharga, pengalaman yang luar biasa, untuk itu, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman, tentu dengan membawa bekal yang cukup. karena jika kita terus-terusan bertahan di zona nyaman, pribahasa "bagai katak dalam tempurung"pun pantas disematkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;agar teman-teman dapat membayangkan seberapa jauh perjalanan saya, saya seratakan pula rute perjalanan saya ketika mengajar privat ke Bekasi.&lt;br /&gt;Berangkat dari perkampungan nelayan muara angke, pluit, Jakarta utara dengan menaiki angkot B01 menuju Superindo di muara karang. turun di superindo, lanjut perjalanan dengan metromini 02 menuju stasiun kota Jakarta. perjalanan ke Bekasi saya lanjutkan dengan KRL Ekonomi AC. turun di stasiun kranji, langsung disambung dengan angkot k25. sampai di perempatan rawa panjang, pindah ke angkot k11A. turun di jembatan 9 rawa lumbu, jalan kaki sekitar 250 m, sampai di rumah murid pertama, anak SMA Al Azhar.&lt;br /&gt;dari rawa lumbu, perjalanan ke rumah murid ke dua dimulai dengan berjalan kaki sekitar 400 m untuk menjemput angkot k 11 (bukan k11A). turun kembali di rawa panjang dan pindah ke angkot k25. kali ini turun di BCP (Bekasi Cyber Park). jalan kaki sebentar ke belakang BCP untuk mendapatkan mikrolet M26. naik M26 samapi di superindo jaka permai, kemudian naik ojek masuk ke perumahan jaka permai, sampailah di rumah muridku yang ke dua.&lt;br /&gt;keluar dari perumahan dengan diantar muridku sampai superindo, perjalanan pulang dimulai dengan menaiki angkot 58 jurusan cililitan. tetapi tidak perlu sampai di ciliitan, saya turun di dekat perempatan UKI/Cawang. kemudian menyebrang jalan dan naik bus jurusan Grogol. turun di Grogol, dan petualangan hari itu ditutup dengan naik angkot B01 sampai kembali ke muara angke.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HfckdOWJ6WM/TauD5pKvvsI/AAAAAAAAAMQ/68_sgUkuH5w/s1600/peta%2Bperjalanan.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HfckdOWJ6WM/TauD5pKvvsI/AAAAAAAAAMQ/68_sgUkuH5w/s400/peta%2Bperjalanan.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596711988264681154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;silahkan liat di peta (klik peta untuk memperbesar) untuk tempat-tempat yang saya sebutkan. pluit ada di ujung atas peta (tulisannya kepotong), rawalumbu tidak terlihat di peta, tetapi ada kata Bojong (di bawah kanan), nah, rawa lumbu di situ (nama lengkapnya Bojong rawa lumbu), jaka permai di dekat jaka setia atau jaka sampurna. rawa panjang di tulisan pekayon jaya. UKI/Cawang tidak tertulis, letaknya perempatan besar deket pancoran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6344039455104967552?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6344039455104967552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6344039455104967552' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6344039455104967552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6344039455104967552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/oleh-oleh-dari-petualangan-kemarin.html' title='Oleh-oleh dari petualangan kemarin'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HfckdOWJ6WM/TauD5pKvvsI/AAAAAAAAAMQ/68_sgUkuH5w/s72-c/peta%2Bperjalanan.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8584489999061324941</id><published>2011-04-08T12:20:00.001-07:00</published><updated>2011-04-09T01:14:02.423-07:00</updated><title type='text'>Technopreneurship</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZDlF7iHS608/TaAVPYQzPlI/AAAAAAAAAMA/1H-2ZxOpjvI/s1600/IPB%2Btechnopreuneurship.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZDlF7iHS608/TaAVPYQzPlI/AAAAAAAAAMA/1H-2ZxOpjvI/s200/IPB%2Btechnopreuneurship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593494091149295186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8584489999061324941?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8584489999061324941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8584489999061324941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8584489999061324941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8584489999061324941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/technopreneurship.html' title='Technopreneurship'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZDlF7iHS608/TaAVPYQzPlI/AAAAAAAAAMA/1H-2ZxOpjvI/s72-c/IPB%2Btechnopreuneurship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6839730206958814129</id><published>2011-04-06T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T10:42:13.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Biaya Hidup di Jakarta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mungkin sudah ada sangat banyak blog/forum yang membahas tentang estimasi biaya hidup di Jakarta. tapi di sini, saya akan kembali membahas dengan sudut panang saya pribadi, yang telah merassakan "nikmatnya" tinggal di Jakarta selama (hingga bulan ini) tujuh bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimasi biaya hidup per bulan di Jakarta untuk kelas ekonomi menengah (masih single)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Biaya kos = Rp. 400.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kos-kosan di Jakarta sangat bervariasi. untuk harga Rp. 400.000 yang saya tahu, fasilitasnya hanya kamar berukuran 3 x 2,5, lantai keramik, tembok bata, kamar mandi luar, tanpa isi (kosongan), tapi itu sudah termasuk listrik dan air (bebas mau bawa apa aja). kalau mau yang lebih murah, kos-kosan seharga Rp. 300.000/bulan pun ada. kamar ukuran sekitar 3 x 2,5 juga. kosongan dan sekat antar kamar terbuat dari papan/triplek, kamar mandi luar dan antri :D. kalau mau yang lebih bagus, ada yang Rp. 500.000/bulan. Keramik dan tembok, 3 x 3, ada ranjangnya dan loundry gratis. kamar mandi masih luar kayaknya. kalo yang Rp. 800.000/bulan full AC, kulkas, kamar mandi dalam, loundry dll :D. tapi karena perhitungan ini untuk golongan menengah, kita ambil aja yang Rp. 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Biaya makan = Rp. 600.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan perhitungan sekali makan sekitar Rp. 6.000 (nasi+sayur+telur) sampai Rp. 8.000 (nasi+sayur+ayam). dengan perhitungan satu hari makan 3 kali dan satu bulan ada 30 hari maka diambil pembulatannya yakni Rp. 600.000&lt;br /&gt;kalau mau lebih irit, ada nasi+sayur+tahu/tempe seharga Rp. 5.000. atau beli magic com untuk masak nasi, jadi tinggal beli lauk dan sayurnya saja. atau yang lebih ekstrem cukup makan 2 kali sehari, sarapnnya cukup dua potong roti tawar (Rp. 7.500 dapat 10 potong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Biaya transport = Rp. 100.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;cari kos yang dekatlah dengan tempat kerja, yang bisa dicapai dengan berjalan kaki, kalau terpaksanya gak ada, cari yang dilewati angkot/metro mini dan sekali nyampe. dengan demikian, biaya transportasi bisa sangat ditekan. dengan naik angkot/metromini sekali jalan Rp. 2.000. maka berangkat-pulang kerja menghabiskan Rp. 4.000. dalam 1 bulan ada 25 hari jam kerja berarti sebulan menghabiskan Rp. 100.000&lt;br /&gt;informasi tambahan jika mau melakukan perhitungan ulang. angkot (baik kwk/warna merah maupun mikrolet/warna biru muda) ongkos aslinya Rp. 4.000 dari ujung ke ujung (misal jurusan grogol-muara angke, dari grogol ke muara angke bayar Rp. 4.000, tapi klo kita naik dari jembatan tiga atau dari manapun yang bukan dari ujung, Rp. 2.000 mau kok).&lt;br /&gt;metromini (bus kecil) dan bus cina jauh-deket Rp. 2.000. bus way Rp. 3.500. ojek dan bajai antara Rp. 5.000-Rp. 20.000 tergantung jauh deketnya (saya sarankan jangan naik ojek atau bajai jika belum berpengalaman menawar, pengalaman saya dari grogol ke pluit tukang ojekya minta Rp. 20.000, padahal naik kwk B01 cuma Rp. 2.000)&lt;br /&gt;untuk yang berencana membawa sepeda motor, saya kurang bisa mengestimasi. tapi silahkan dihitung sendiri, yang jelas harga premium saat tulisan ini dibuat masih Rp. 4.500/liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Biaya keperluan sehari-hari = Rp. 150.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;meliputi sabun mandi, sabun cuci, sampo, odol, air galon, minyak wangi/deodoran, kopi, susu, gula, teh, obat nyamuk, dll. biaya ini memang sangat variatif, dan sangat subjektif. saya sarankan untuk membeli teko listrik agar tiap pagi bisa menikmati segelas kopi, teh manis atau susu. perlu diketahui, segelas teh manis atau kopi di sini dihargai Rp. 2.000. padahal harga sachetnya ada yang cuma Rp. 500. kalau ingin menghemat lagi, mandilah sekali sehari (saat mau berangkat kerja), gak ganti baju sebelum kotor dan bau (biar jarang make sabun cuci), dan bawa botol air mineral kosong ketika berangkat kerja, kemudian pulang dengan kondisi botol tersebut terisi penuh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Biaya pulsa = Rp. 50.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gunakan pulsa seperlunya. gunakan SIM card yang terkenal murah. jika ingin ngobrol dengan seseorang, minta dia yang menelepon. dijamin pulsa Rp. 50.000 cukup untuk sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Biaya hiburan = Rp. 150.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hiburan di sini bisa berarti jalan-jalan, ke mall, ke monas, ragunan atau TMII, ke kebun raya bogor juga bisa (naik kereta KRL ekonomi cuma Rp. 3000 nyampe bogor). klo mau yang sedikit mahal ya ke ancol atau dufan. hiburan juga bisa berarti makan makanan yang enak-enak, coba-coba fast food atau restoran, sekali sebulan lah. bisa juga ditabung untuk beli gadget baru. pokoknya selalu anggarkan untuk hiburan, terkadang, kita perlu memanjakan diri untuk menghargai kerja keras kita. yang jelas, jangan dipakai buat hura-hura atau melakukan hal yang melanggar norma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. zakat dan atau sedekah = Rp. 50.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;meski belum tentu masuk nisab untuk harta yang dizakati, saya sarankan untuk tetap mengambil jatah 2,5% dari pendapatan kita untuk disedekahkan. dengan asumsi pendapatan Rp 2 juta, maka jatah untuk sedekahnya Rp. 50.000. bagi yang percaya bahwa sedekah itu akan membuat menjadi lebih kaya (kaya di akherat), maka ambillah sebagain jatah untuk hiburan menjadi untuk sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, total pengeluaran per bulan untuk satu orang (single) untuk hidup layak (menurut saya sudah sangat layak malah) di Jakarta adalah : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rp. 1.500.000&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana? cukup murah bukan? jadi, dengan perhitungan ini, jika teman-teman mendapat tawaran kerja di jakarta dengan gaji kurang dari Rp 2 juta. jangan mau. itu artinya teman-teman hanya dapat menabung dan menyisihkan untuk keluarga ataupun untuk sedekah sangat sedikit.&lt;br /&gt;mintalah gaji di atas Rp. 2 juta. teman-teman bisa menyampaikan argumen dengan perhitungan saya di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi jika teman-teman yakin dapat lebih berhemat, ya terserah, jika memang merasa gaji kurang dari Rp. 2 juta itu cukup, silahkan ambil keputusan dengan penuh keyakinan. semoga tulisan saya ini dapat membantu teman-teman yang masih ragu untuk merantau ke ibu kota, karena simpang siurnya berita tentang kehidupan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: perhitungan ini bisa berbeda untuk tempat yang berbeda. saya berlokasi di Jakarta utara, dekat dengan kawasan elite (PIK, green bay, pluit) tetapi lebih dekat dengan pemukiman warga kelas menengah ke bawah (perkampungan nelayan, muara angke). untuk yang berdomisili di kawasan elit (bener-bener elit, gak ada perkampungan warga kelas menengah ke bawahnya), maka estimasi biaya hidup ini perlu direvisi. katakan saja untuk biaya kos menjadi Rp. 800.000. sekali makan Rp. 10.000. biaya keperluan sehari-hari menjadi dua kali lipatnya, silahkan dijumlahkan sendiri hasilnya. ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6839730206958814129?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6839730206958814129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6839730206958814129' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6839730206958814129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6839730206958814129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/biaya-hidup-di-jakarat.html' title='Biaya Hidup di Jakarta'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8335205203064558944</id><published>2011-04-03T07:16:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T14:32:08.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 03)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa, sudah 3 tahun aku menjalani pendidikan di bangku kuliah ini. Semester ini, aku sudah harus mulai mencicil mengerjakan skripsi. Benar-benar tidak menyangka bahwa aku akhrinya bisa kuliah, bahkan sudah hampir lulus begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat jelas dalam benakku, tiga tahun yang lalu, ketika membaca pengumuman SNMPTN, aku dinyatakan diterima di pilihan pertama, Teknik Fisika UGM. Hari yang membahagiakan, sekaligus menyedihkan. Karena pada hari itu juga, setelah membaca persyaratan registrasi berikiut komponen biaya yang harus dibayar, orang tuaku menyerah. Mereka tidak memiliki uang ataupun barang yang biasa dijual, yang cukup untuk membayarnya. Bahkan kedua orang tuaku sempat menangis di depanku, meminta maaf karena tidak bisa mendukung cita-citaku untuk kuliah. Aku sedih sekali waktu itu, bukan karena aku gagal kuliah, tetapi karena aku membuat kedua orang tuaku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi kuliah di UGM saat itu juga aku hapuskan, kemudian aku mencari informasi kursus-kursus D1 yang bisa menambah keahlianku. Tetapi, guru di SMAku sangat menyayangkan keputusan keluargaku untuk tidak registrasi ke UGM. Kemudian beliau menghubungi salah satu alumni yang juga masih kuliah di jurusan yang sama dengan pilihanku. Alumni tersebut menginformasikan kalau ada banyak beasiswa yang disediakan di UGM, dan dia berjanji untuk membantuku mengajukan beasiswa agar dapat kuliah di UGM tanpa biaya. Sempat beradu argumen dengan kedua orang tuaku, bahwa mendapat beasiswa yang full itu sulit. Belum juga memikirkan biaya hidup dan tempat tinggal, karena tidak mungkin Jogja-Klaten aku laju. Tetapi, aku bersikeras, aku akan datang dulu ke UGM, berusaha memperoleh beasiswa seperti yang dijanjikan kakak alumni itu. Jika aku tidak berusaha dulu, bagaimana mungkin ada jalan? Akhirnya orang tuaku menyerah. Mengijinkanku berangkat ke Jogja pada hari terakhir registrasi, hanya membawa dokumen-dokumen yang menjadi syarat registrasi, termasuk surat pendukung untuk memperoleh beasiswa -seperti yang diminta kakak alumni SMAku- beserta uang Rp. 500.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Jogja, kakak alumni SMAku mengantarkanku ke stand advokasi BEM Fakultas Teknik Aku mendapat informasi detail mengenai keringanan biaya di UGM. Untuk sumbangan SPMA, bisa diusahakan gratis oleh para pengurus di BEM, tetapi untuk biaya SPP dan BOP, aku baru bisa mengusahakan beasiswa di semester dua. Dengan bekal uang yang aku bawa, tentu tidak cukup utuk membayar SPP dan BOP di semester satu. Para pengurus BEM bingung juga bagaimana lagi untuk membantuku. Aku kembali terpuruk, sepertinya memang sulit bagi anak miskin sepertiku untuk kuliah di UGM. Tiba-tiba salah seorang dari pengurus BEM yang ada di stand ini berdiri, yang kemudian aku ketahui namanya kak Faisal, dia menyuruhku menunggu, dan dia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian dia datang lagi, kemudian menyuruhku mengikutinya. Aku berjalan di belakangnya, menuju ke gedung Jurusan Teknik Fisika. Di dalam gedung yang akan menjadi tempatku menuntut ilmu kuliah ini, aku sempatkan untuk melihat-lihat, sampai kak Faisal menyuruhku masuk ke ruangan Ketua Jurusan. Aku masuk, dan dia pun juga menemaniku masuk. Sebelum masuk ke ruangan Ketua Jurusan ini, awalnya aku membayangkan sosok dosen yang sudah tua, rambut botak dan beruban, serta berkacamata. Tetapi bayanganku langsung sirna setelah pintu terbuka. Sosok yang duduk di belakang meja itu seorang yang menurutku masih sangat muda. Mungkin usianya baru sekitar 30an tahun. Rambut hitam dan bergelombang, wajah bersih tanpa keriput, dan tanpa kacamata. Setelan kemeja lengan pendeknya membuat tampilan beliau jauh dari kesan kaku, beliau terlihat sangat santai.&lt;br /&gt;Beliau mempersilahkan aku duduk di kursi di depannya, sedangkan kak Faisal duduk di sofa di belakangku. Kemudain beliau mulai memperkenalkan diri, namanya Pak Hafidz. Ternyata jabatan beliau bukan ketua jurusan, melainkan hanya Penanggung jawab bidang kemahasiswaan dan alumni, menggantikan tugas ketua jurusan untuk sementara yang sedang bertugas keluar kota. Kemudian secara singkat beliau juga menjelaskan tentang percakapannya dengan kak Faisal sebelum ini. Aku hanya diam saja mendengar penjelasan beliau, sampai kemudian beliau bertanya-tanya tentang diriku, tentang keluargaku dan banyak hal lagi. Meski sebenarnya aku diwawancarai namun waktu itu aku tidak merasakannya, yang ku rasakan hanya sekedar ngobrol biasa. Akhirnya beliau mengatakan -yang sempat membuatku shock saat itu- bahwa yayasan beliau akan membiayai kuliah saya sampai saya lulus. Full. Saya benar-benar kaget sekaligus bahagia,  kemudian beliau memintaku untuk segera melakukan registrasi, beliau membuat surat yang menyatakan bahwa biaya kuliah saya ditanggung oleh yayasan beliau, sehingga saya bisa melakukan registrasi tanpa harus membayar terlebih dahulu. Saya berkali-kali mengucapkan terimakasih, dan beliau berkali-kali pula mengucapkan, sudah, sudah, nanti setelah selesai registrasi, tolong balik ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melakukan registrasi, ternyata sudah masuk waktu ashar. Ku sempatkan shalat ashar di mushola Teknik, dari suara takbirnya, ku kenali bahwa imam shalat itu Pak Hafidz, meski baru pertama kali bertemu, tapi logat dan nada suaranya yang khas membuatku yakin bahwa itu beliau. Selesai shalat ashar, aku kembali ke ruangan Ketua Jurusan. Ternyata kami malah bertemu ketika baru sampai di KPTU. Aku kembali ditanyai tentang rencana ku ngekos, tentang biaya hidup dan sebagainya. Dengan jujur, aku menjawab bahwa aku belum punya rencana apa-apa. Survei kos-kosan pun belum. Mendengar jawabanku itu, Pak Hafidz tersenyum dan memintaku untuk menemui istrinya di rumah. Beliau memberikan alamat rumahnya dan keterangan, bus mana yang harus aku tumpangi. Tidak terlalu sulit ternyata, aku sudah sampai di rumah Pak Hafidz. Di sebuah kompleks perumahan sederhana, rumah beliau terbilang kecil. Berpagar besi tanpa ukiran, berdinding putih, halaman depannya yang sempit dihiasi dengan bunga-bunga dalam pot-pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku pencet bell, terdengar suara salam dari dalam rumah. Cukup lama aku menunggu, sampai pintu depan terbuka, kemudian muncul seorang ibu-ibu muda, menggendong anak yang masih balita dan sepertinya beliau sedang hamil. Beliau menyambutku ramah, membukakan pintu gerbang, dan mempersilahkanku masuk. Kami pun mengobrol di halamannya.................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami memang hanya berlangsung singkat, waktu juga sudah terlalu sore. Menjelang maghrib aku pulang. Di dalam bus menuju Klaten aku tak habis pikir. Bener-bener sebuah anugrah luar biasa yang Alloh turunkan untukku. Istri Pak Hafidz, yakni Bu Rahma, menawarkan kos-kosannya, atau lebih tepatnya asrama yang ia kelola. Aku diperkenankan menempatinya secara gratis. Asrama itu memang diperuntukkan bagi para mahasiswa yang kesulitan keuangan. Sebagai konsekuansinya, penghuni asrama harus mematuhi peraturan. Bagiku, seluruh peraturan yang tadi Bu Rahma jelaskan tidak ada yang memberatkan. Jadi, aku merasa benar-benar mendapatkan semuanya dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, orang tuaku tidak percaya dengan semua ceritaku. Mereka tidak percaya ada orang seperti pak Hafidz dan Bu Rahma. Tapi mereka tidak bisa membantah lagi ketika aku tunjukkan kartu mahasiswa sementara hasil registrasi. Akupun menjelaskan syarat-syarat yang harus aku penuhi untuk mempertahankan beasiswa ini. Termasuk menjaga nilai tetap baik, mematuhi berbagai aturan asrama, mengikuti kegiatan-kegiatan asrama, dan organisasi kampus. Mengetahui syarat yang seabrek itu, orang tuaku hanya geleng-geleng kepala. Tapi mereka berdua mendukungku dengan sepenuh hati. Hari itu benar-benar momen yang paling membahagiakan dalam hidupku. Malam itu, wejangan dari kedua orang tuaku terus mengalir. Menasehatiku untuk sungguh-sungguh kuliah. Gak macem-macem. Mengingat kuliahku dibiayai pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8335205203064558944?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8335205203064558944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8335205203064558944' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8335205203064558944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8335205203064558944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/ngambil-dari-buku-diarynya-dewi-episode.html' title='Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 03)'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-59251548660699976</id><published>2011-04-03T06:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T14:32:53.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quote'/><title type='text'>Quote from film Queen Bee</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;banyak orang bilang, kalau kita anak muda dari generasi yang apatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka salah, kita dari generasi yang apatis, dan manja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita cuma bisa ngeluh, diem, dan berharap akan datangnya orang untuk ngebantu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi pada akhirnya, semua anak manja harus menjadi mandiri untuk kepentingan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kepentingan pribadi anak manja ini, pasti akan berhubungan dengan kepentingan orang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh gampangnya deh, bagi kita penting banget kan untuk gak bau badan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan percuma kalo kita doang yang wangi, dan orang lain enggak. mending wangi semua kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan gue yakin? masalah kita, bukan masalah wangi, atau enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, mau berapa lama lagi kita kayak gini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau berapa lama lagi kita cuma bisa ngomel di blog, karna guru gak becus ngajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau berapa lama lagi kita cuma bisa marah-marah di status facebook karna Indonesia payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau maki-maki mau pindah jadi warga negara lain karna Indonesia gak sesuai dengan negara idaman lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba kita bayangin, kita hidup di tahun 1945, apa kalian yakin? Indonesia bisa merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal waktu itu, fasilitas mereka sangat minim kalo kita bandingin sama Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mereka bisa terhubung jadi satu. karna kepentingan merdeka tiap-tiap orang, menjadi kepentingan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;energi yang sama bisa kita genggam detik ini, kalo kita peduli dengan kepentingan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karna kita sekarang mempunyai fasilitas yang jauh lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jadi bagi saya, ini saatnya Indonesia didukung oleh anak-anak muda terbaik, yang mau mementingkan bangsanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.indonesiaselebriti.com/images/film/QUEEN%20225.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 315px;" src="http://www.indonesiaselebriti.com/images/film/QUEEN%20225.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-59251548660699976?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/59251548660699976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=59251548660699976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/59251548660699976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/59251548660699976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/banyak-orang-bilang-kalau-kita-anak.html' title='Quote from film Queen Bee'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-87080704341429838</id><published>2011-04-02T23:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T20:02:58.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Dilema para Tenaga Pendidik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2oOSj3zG-rE/TZhJZgUlDFI/AAAAAAAAAL4/IvnZOtgLDsA/s1600/Pensiun-Massal-2012%25252c-Indone.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2oOSj3zG-rE/TZhJZgUlDFI/AAAAAAAAAL4/IvnZOtgLDsA/s200/Pensiun-Massal-2012%25252c-Indone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591299639902276690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pendidik di negeri ini emang penuh dengan dilema. pertentangan antara idealitas da realitas. film "Alangkah lucunya negeri ini" yang baru saja aku tonton merepresentasikan hal itu. film terbitan tahun 2010 itu menceritakan (meski bukan cerita utamanya) tentang lulusan S1 jurusan pendidikan (FKIP) yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena untuk menjadi guru di sekolah negeri (PNS), dia harus membayar sejumlah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kehidupan nyata, ternyata tidak jauh berbeda dengan penggambaran di film. Meski dengan inti permasalahan yang berbeda. Sudah ada tiga guru yang membagi pengalamannya kepadaku ketika mengajar di sekolah negeri. Para guru yang berusaha mempertahankan idealismenya, bersikap jujur, harus dibenturkan dengan kebijakan sekolah/yayasan yang menaungi sekolah. oleh pihak sekolah, guru dilibatkan dalam tindakan kecurangan untuk membuat seluruh siswa di sekolah tersebut lulus 100% ketika UAN. guru yang tidak mau terlibat terancam kehilangan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula guru yang berusaha mengajarkan sikap disiplin kepada murid. memberikan hukuman yang dirasa perlu ketika murid melakukan kesalahan atau tindakan yang tidak pantas. tetapi sang guru malah dilaporkan dengan dalih tindak kekerasan kepada murid. melanggar HAM dan UU perlindungan anak. guru menjadi serba salah. tidak lagi dihormati di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada pula dalam menghadapai orang tua yang egois. tidak mau tau apa dan bagaimana prosesnya. mereka mengingnkan anak-anak yang diajar oleh sang guru mendapat nilai sempurna. ketika nilai sang anak jeblok, guru lah yang disalahkan dimaki-maki, dibilang tidak becus mengajar. padahal, jikalau orang tua melihat bagaimana proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas, sang anak lebih suka mainan HP atau BBMan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blackbarry messager&lt;/span&gt;), ketika disuruh mencatat apa yang guru jelaskan di papan, sang murid mengambil HP Blackbarry nya dan kemudian memfoto papan tulis, dalam kasus seperti ini, apakah pantas sang guru disalahkan ketika sang murid gagal dalam ujiannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah.....menjadi guru memang penuh dengan dilema. belum bicara mengenai gaji atau honor para tenaga pendidik. masih banyak guru yang terpaksa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyambi&lt;/span&gt; kerja lain untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. padahal guru lah yang berjasa membuat para generasi penerus bangsa ini bisa membaca, menulis dan mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, tak sedikit kemudian guru yang menanggalkan idealismenya. mengajar hanya sekedar memenuhi kewajiban. mengajar hanya sekedar untuk mendapat gaji dan memenuhi kebutuhan hidupnya. maka guru-guru yang seperti ini tidak begitu mempedulikan perkembangan tiap anak didiknya. tidak peduli apakah metode pengajarannya tepat. tidak ada upaya pengembanagn diri dan penyesuaian materi dengan kemajuan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun teringat kejadian beberapa tahun lalu, seorang kepala sekolah yang baik, yang mengelola sekolahnya dengan penuh keejujuran dan tanggung jawab, dipensiundinikan oleh pejabat yang berwenang karena tidak mau menyumbang dana untuk kampanye partainya. sebagai penggantinya, guru yang jelas-jelas aku ketahui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track recordnya&lt;/span&gt; diangkat sebagai kepala sekolah menggatikan kepala sekolah sebelumnya. tentu beliau bukan guru teladan, karena untuk mendapat jabatan itu ia perlu menyumbang sekian juta untuk dana kampanye partai penguasa di daerah itu. dan sebagai upaya untuk balik modal, seperti yang bisa kita tebak, ia membuka kesempatan bagi calon murid yahttp://www.blogger.com/img/blank.gifng sebenarnya tidak memenuhi syarat masuk ke sekolah tersebut, untuk bisa menduduki kursi di sekolah yang ia pimpin, "hanya" dengan membayar sekitar 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;miris memang, tetapi inilah wajah dunia pendidikan kita. jika anda seoarang tenaga pendidik, entah guru sekolah negeri, swasta, guru bimbingan belajar ataupun dosen sekalipun, aku mengharapkan, agar anda sekalian tidak menyerah, jangan lepaskan idealisme anda. apapun risikonya. karena hanya kita, para guru yang berani mendobrak sistem ini lah yang bisa menyelamatkan pendidikan di negeri ini, agar tidak semakin terjun ke jurang yang semakin dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengajarlah dengan hati, dengan kejujuran, dengan perasaan dan dengan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link terkait sebagai referensi:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dian-manajemenpendidikan.blogspot.com/2009/05/tenaga-pendidik-jangan-takut-menjadi.html"&gt;Jangan takut menjadi tenaga pendidik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-87080704341429838?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/87080704341429838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=87080704341429838' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/87080704341429838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/87080704341429838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/04/dilema-para-tenaga-pendidik.html' title='Dilema para Tenaga Pendidik'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2oOSj3zG-rE/TZhJZgUlDFI/AAAAAAAAAL4/IvnZOtgLDsA/s72-c/Pensiun-Massal-2012%25252c-Indone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4619914728940918063</id><published>2011-03-21T19:05:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T19:08:31.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='punya temen'/><title type='text'>Tulisan Temen : Tentang Radiasi Nuklir</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bicara tentang radiasi, sejatinya radiasi itu ada banyak macemnya,  tapi disini kita hanya akan membahas radiasi yang berhubungan dengan  dunia nuklir. Radiasi pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi  dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Untuk  radiasi nuklir disini, maka yang aka kita bahas adalah radiasi yang  berasal dari proses fisika yang terjadi di dalam inti atom&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Radiasi  sendiri berasal dari proses peluruhan, yaitu proses perubahan inti atom  yang tidak stabil menjadi inti yang lebih stabil. Peluruhan ini  memancarkan radiasi. Ada 3 jenis radiasi disini, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Radiasi Alfa. Daya ionisasi paling besar, jarak jangkauan paling pendek. Hanya beberapa mm di udara, tergantung besar energinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radiasi Beta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radiasi Gamma. Daya ionisasi paling lemah, jarak jangkauan paling jauh.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap  radiasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ketika bicara tentang  bahaya radiasi, harap di definisikan dulu radiasinya merupakan radiasi  apa: alfa, beta atau gamma. Karena setiap jenis radiasi memiliki cara  penanganannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain dari jenis radiasi, yang  juga perlu diperhatikan adalah aktivitasnya. Aktivitas radiasi  didefinisikan sebagai jumlah peluruhan yang terjadi dalam satu detik.  Makin besar aktivitasnya, radiasi yang dipancarkan juga semakin banyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Efek  dari radiasi kalau mengenai tubuh manusia, bergantung dari jenis  radiasi dan aktivitasnya. Secara umum efeknya bersifat tidak langsung.  Maksudnya: ketika terpapar radiasi, tubuh kita tidak akan merasakan  apa-apa, sama seperti biasa. Abnormality akibat terpapar radiasi baru  akan terasa beberapa waktu kemudian, itupun dengan syarat kalau tubuh  kita terpapar radiasi dalam jumlah besar dan secara terus-menerus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abnormality  yang mungkin terjadi umumnya adalah kelainan pada sel, mutasi gen atau  kanker.  Sekali lagi, hal itu mungkin terjadi dengan syarat: kita  terpapar radiasi dalam jumlah besar dan secara terus-menerus. Jika  aktivitasnya adalah kecil, terpaparnya jarang-jarang (tidak  terus-menerus), dan masih dibawah batas dosis yang ditentukan, maka  kecil kemungkinan abnormality tersebut akan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya,  radiasi di bidang nuklir memang memiliki potensi bahaya. Tapi dengan  mengetahui ilmunya, kita bisa mencegah hal itu terjadi. 3 hal yang perlu  diperhatikan untuk menghindari dampak negatif radiasi adalah:&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Activity. Hindari bersentuhan langsung dengan sumber radiasi yang aktivitasnya tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Time. Jangan berlama-lama bersentuhan dengan radiasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shielding.  Gunakan pelindung (dari bahan tertentu untuk jenis radiasi tertentu)  untuk meminimalisir paparan radiasi dan mengurangi jangkauan radiasi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan  mengetahui ilmunya, maka sejatinya radiasi bukanlah sesuatu yang perlu  ditakutkan. Jadi, lupakan cerita fiksi mengenai Spiderman, Hulk ataupun  Fantastic Four yang memiliki kekuatan super akibat terpapar radiasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di  sisi lain, radiasi sendiri lazim dipakai dalam keseharian. Pengobatan  kanker bisa menggunakan radiasi, karena radiasi dapat diarahkan sehingga  dapat menembak sel yang terkena kanker dengan tepat sasaran, tanpa  mengenai sel lainnya yang sehat. Juga di dunia biologi, produk makanan  diradiasi untuk merekayasa bakteri sehingga makanan tersebut dapat lebih  tahan lama. Dan yang perlu diperhatikan adalah meskipun terkena  radiasi, tubuh kita atau makanan itu tidak akan menjadi radioaktif  (tidak akan teraktivasi untuk memancarkan radiasi lainnya).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Depok, 15 Maret 2011, 14:31&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;*Penulis juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-          Berbagai referensi yang penulis dapat selama masa kuliah, artikel-artikel dan buku-buku seputar nuklir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;tulisan aslinya : &lt;br /&gt;http://www.facebook.com/#!/notes/c-kink-ardya/nufononeradiasi/10150104383913247?notif_t=note_reply&amp;amp;refid=0&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4619914728940918063?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4619914728940918063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4619914728940918063' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4619914728940918063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4619914728940918063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/tulisan-temen-tentang-radiasi-nuklir.html' title='Tulisan Temen : Tentang Radiasi Nuklir'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4329649473736090428</id><published>2011-03-21T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T07:45:25.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diary'/><title type='text'>Share pengalaman berdiskusi seputar nuklir di Kaskus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;p&gt;Tiga hari ini saya begadang hanya untuk ngaskus (baca: ngenet di &lt;a href="http://www.kaskus.us/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.kaskus.us&lt;/a&gt;),  entah dapat ilham dari mana, malam-malam (hari jumat) saya nulis segala  sesuatu yang saya ketahui tentang Nuklir. Waktu itu tujuan saya hanya  satu, mencoba berbagi pengetahuan dengan orang-orang yang masih awam  dengan Nuklir. Semenjak bencana di Jepang yang mengakibatkan PLTN di  sana meledak, isu pro kontra pembangunan PLTN di Indonesia kembali  mencuat, yang sangat disayangkan, banyak komentar-komentar dari para  penolak PLTN yang sekedarnya, tanpa dilandasi ilmu dan sumber yang  mumpuni. Hal ini lah yang menjadi motivasi saya untuk menulis thread  (Postingan, Topik)  pertama saya di Kaskus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabtu pagi  sebelum subuh, tulisan itu saya lempar ke khalayak umum di Kaskus.  Tanggapan mulai mengalir pelan-pelan, satu demi satu dan kesemuanya  mengatakan bahwa ilmu mereka tentang Nuklir bertambah setelah membaca  tulisan saya. Rate bintang lima pun langsung saya peroleh. Beberapa  malah mengatakan bahwa thread yang saya buat pantas menjadi hot thread.  Memasuki hari minggu, thread saya mulai sepi, akhirnya saya berinisiatif  mempromosiaknnya tidak hanya di FB, tetapi juga di thread sebelah  (postingan lain dari orang lain).&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup banyak saya  numpang iklan di berbagai thread orang lain, sampai akhirnya, hari  minggu siang, saya menemukan thread di forum Berita &amp;amp; Politik yang  juga membahas tentang Nuklir. Baru saja diluncurkan thread itu sudah  menembus angka ratusan tanggapan (mengalahkan thread saya yang belum  genap 100 komentar). makin sore ternyata makin rame. tidak hanya diisi  para pendukung PLTN, para penolak pun berjubelan masuk. akhirnya  terjadilah perang argumen antara beberapa orang yang memilikki  argumen-argumen yang kuat. saya tidak melewatkan kesempatan ini,  sekaligus sebagai sarana promosi thread, saya maju di barisan depan  untuk mengcounter argumen-argumen dari para penentang PLTN, tentu dengan  sumber yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah sekian lama beradu argumen  (bukan hanya saya sendiri tentunya, banyak juga yang membantu saya),  saya menerima pukulan telak. Awalnya ada yang menolak PLTN di Indonesia  karena takut akan limbahnya (ia menyebutkan limbah Nuklir tidak akan  terurai hingga 24.000 tahun), saya balas dengan menyebutkan bahwa  indonesia memiliki ahli nuklir yang merupakan penemu material untuk  penyimpanan limbah radioaktif, saya sertakan pula artikelnya (ini  artikelnya &lt;a href="http://j.mp/hjlBPO" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://j.mp/hjlBPO&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1997/03/19/0096.html0" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1997/03/19/0096.html0&lt;/a&gt;.  Ahli Nuklir yang saya maksud itu tentu saja Dosen saya, Bapak Dr. Ir.  Yudhi Utomo Imardjoko. M.Sc. Argumen saya ini langsung dipukul telak  oleh seorang penolak PLTN dengan melampirkan artikel yang intinya  menyebutkan bahwa beliau (Pak Yudhi) lebih fokus ke renewable energy  ketimbang nuklir (ini artikelnya &lt;a href="http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&amp;amp;1104525223" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&amp;amp;1104525223&lt;/a&gt;) &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  terdiam, lemas, dan kemudian berhenti "bertarung" di situ.yang   terlintas di pikiran saya saat itu, pak Yudhi tiba-tiba muncul dan  menjelaskan dengan gamblang tentang maksudnya mengatakan bahwa beliau  lebih memilih renewable energy ketimbang nuklir.:D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlepas  dari insiden tersebut, selama berdiskusi (kalau tidak mau disebut  berdebat) di forum kaskus itu, saya menarik kesimpulan, bahwa para  penolak pembangunan PLTN di Indonesia dapat digolongkan menjadi :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.  Orang yang menolak karena tidak paham tentang nuklir. hanya tau dari  media bahwa nuklir itu berbahaya. risiko tinggi. setelah membaca thread  saya di kaskus, orang tipe ini berpendapat "setelah membaca thread ente,  ane jadi berubah pikiran, ane dukung deh PLTN di Indonesia"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.  Orang yang menolak karena meragukan para pejabat, pengambil kebijakan  dan eksekutor dari program PLTN. tipe orang ini komentarnya "Bagaimana  bisa Indonesia ngurus PLTN, lha wong ngurusi Elpiji 3 kg aja kagak  becus, Lapindo dibiarin sampe sekarang, bulan lalu mbangun jalan hari  ini ambrol, bagaimana nanti kalau tembok PLTN yang harusnya setebal 1,5 m  dikorupsi hingga cuma bikin 0,5 m?" bahkan ada yang nyambung-nyambungin  dengan gayus dan masalah bocornya soal UAN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Orang yang menolak  karena ingin menolak. orang ini hanya bilang saya tidak setuju, saya  menolak, tidak bisa, dan sebagainya tanpa memberikan argumentasi dan  alasan yang jelas. kata-kata saktinya adalah "pokoknya"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Orang  berpendidiakn yang menolak PLTN dengan alasan-alasn yang logis, didukung  data-data yang kuat, sumber yang jelas dan inilah dia, tipe orang yang  memukul telak saya :D :D :D&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;bagi yang mendukung PLTN,  bersiap-siaplah untuk menghadapi tipe orang nomor 4. bagi yang menolak  PLTN, berada pada kriteria nomor berapakah anda?? v^_^v&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi yang ingin membaca kembali thread kaskus yang saya bicarakan, silahkan mampir saja ke sini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;punya saya &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7523240" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7523240&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;punyan teman seperjuangan &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7534690&amp;amp;page=69" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7534690&amp;amp;page=69&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;(hanya bagi para kaskuser)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ngomong-ngomong, thread pertama ane dilempari tiga cendol gan! lumayan :D :D :D&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4329649473736090428?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4329649473736090428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4329649473736090428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4329649473736090428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4329649473736090428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/share-pengalaman-berdiskusi-seputar.html' title='Share pengalaman berdiskusi seputar nuklir di Kaskus'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6470363572625544931</id><published>2011-03-16T16:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T16:09:04.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 02)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Assalamu'alaykum Dewi.......”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Wa'alaykumussalam Bu Rahma, ada yang bisa saya bantu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Besok ahad pagi sibuk tidak? Bisa bantuin ibu menata taman bacaan yang baru mau ibu rintis?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Em.......Insya Alloh bisa Bu, tapi agak siangan. Mungkin sekitar jam 9 saya baru bisa ke sana. Tempatnya di mana Bu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“deket kok sama rumah Ibu. Nanti Dek Dewi ke rumah Ibu dulu aja”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Oh, baik Bu, Insya Alloh. Ada yang perlu saya bawa atau persiapkan?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Tidak usah, Ibu cuma butuh bantuan tenagamu, Oh,ya nanti Nisa dan Nabila juga ibu mintai tolong. Kalian belum saling kenal kan? Nanti sekalian Ibu kenalin”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Yang pernah ibu ceritain itu ya, Baik Bu”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Sampai ketemu besok ahad ya, Assalamu'alaykum”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Wa'alaykumussalam Bu”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Kututup &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;ku. Dan aku kembali mengerjakan tugas-tugas kuliahku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Hari ahadnya, setelah mengikuti pengajian rutin ahad pagi, aku segera menuju ke rumah bu Dewi. Sesampainya di sana, aku langsung di sambut oleh Haniya yang sedang bermain puzzle di teras rumah. Aku bantu dia membuka pintu gerbang, kami saling mengucapkan salam dan dia mencium punggung tanganku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Ayo kak ke tempat bunda! Tadi bunda pesen kalau kak Dewi sudah datang, Haniya diminta langsung mengantar kak Dewi ke sana. Kak Nisa ama Kak Nabila juga udah d&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-y-FlP3suDCE/TYFCo-lzcnI/AAAAAAAAALw/tIDGf3Dnby4/s1600/desain-rumah-minimalis-300x247.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-y-FlP3suDCE/TYFCo-lzcnI/AAAAAAAAALw/tIDGf3Dnby4/s200/desain-rumah-minimalis-300x247.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584818284679885426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;atang”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Haniya membereskan permainan puzzlenya, masuk ke rumah, menutup dan mengunci pintu rumah dan pintu gerbang. Semakin hari, gadis kecil ini semakin membuatku terpesona. Sepertinya, bukan hanya aku. Tetangga-tetangganya di sini dan guru-gurunya di TKIT pun takjub dengan “keajaiban” yang sering Haniya pertunjukkan. Dengan berdiri di depanku, Haniya menunjukkan arah mana yang harus aku tuju.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Tidak terlalu jauh memang, masih di komplek yang sama. Hanya selisih dua gang. Lokasi yang hendak Bu Rahma jadikan taman bacaan ini sungguh ideal. Sebuah ruangan berukuran sekitar 8 m x 5 m tepat berada di samping gang, tidak menjorok ke dalam, sehingga terlihat jelas keberadaannya. Lahan kosong di sebelahnya bisa dijadikan tempat parkir. Bu Rahma dan dua orang perempuan yang aku taksir usianya hanya sekitar beberapa tahun di atasku tampak sedang menyelesaikan tahap akhir bersih-bersih ruangan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Melihatku sudah tiba, Bu Rahma menghentikan aktivitasnya. “Eh, Dewi udah datang, Assalamu'alaykum......” sapanya sambil menjabat tanganku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Wa'alaykumusslam” Jawabku menyambut uluran tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Lalu, Bu Rahma memperkenalkanku kepada Mbak Nisa dan Mbak Nabila. Mbak Nisa satu tahun di atasku. Kuliah di Psikologi semester 7. Sedangkan Mbak Nabila 3 tahun lebih tua. Beliau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang menempuh S2. Kami sempat mengobrol sebentar mengenai aktivitas kuliah kami masing-masing. Obrolan kami berhenti ketika Bu Rahma secara halus memerintahkan kami untuk melanjutkan acara bersih-bersihnya. Sebenarnya untuk bersih-bersih ruangan ini sudah hampir selesai. Hanya tinggal melanjutkan mengepel saja. Tapi kemudian, Bu Rahma memberikan arahan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Nah, sembari nanti menunggu lantai kering, coba kalian bertiga diskusikan, kira-kira penataan ruangan yang bagus bagaimana. Itu rak-rak buku, meja dan kursinya tinggal di tata saja. Ibu sama Haniya ke rumah dulu. Ntar Ibu balik lagi. Tolong ya. O,ya pinjem motornya Wi”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Aku serahkan kunci motorku ke Bu Rahma sambil bertanya, “Faqih ke mana Bu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Di rumah, lagi bobok, makanya tadi Haniya Ibu minta jagain Faqih sambil nunggu kamu. Ini Ibu mau balik ke rumah nengokin Faqih. Semoga aja belum bangun”, setelah itu beliau segera pergi bersama Haniya. Meninggalkan kami bertiga yang sebenarnya bingung mau mulai bagaimana, tapi kemudian Mbak Nabila sebagai yang tertua berinisiatif,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Bagaimana kalu penataannya begini...” kemudian dia menjelaskan idenya. Dimana rak-rak itu harus diletakkan, termasuk meja kursinnya. Dia juga menyampaikan tentang ide penambahan karpet agar anak-anak yang suka duduk lesehan merasa nyaman untuk membaca di tempat. Mbak Nisa menambahkan ide untuk memberi hiasan-hiasan dinding yang bersifat edukatif, serta rencana penataan buku dan pembagiannya di dalam rak-rak. Semua ide tersebut dicatat dalam sebuah notes. Aku agak malu karena tidak menyumbang ide apapun. Hanya mengiyakan saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Setelah lantai kering, kami kembali bekerja. Memasukkan rak-rak -yang ternyata tidak berat-, meja dan kursi. Selesai menatanya, ternyata Bu Rahma belum datang. Kamipun mengobrol sambil menunggu beliau. Dari obrolan ini, baru aku ketahui, bahwa dulu tempat ini dipakai untuk toko klontong. Karena kalah bersaing dengan mini market baru yang buka di jalan raya dekat kompleks ini, pemiliknya pun memilih untuk menutup tokonya dan menjual/mengkontarakkan tempatnya. Kemudian suami Bu Rahma membelinya. Termasuk membeli lahan kosong di sebelahnya -yang juga dimiliki si pemilik toko klontong-. Bu Rahma dan suaminya memang memiliki cita-cita memiliki taman bacaan yang bisa menarik dan meningkatkan minat baca anak-anak muda, minimal yang berada di kompleks ini. Bu Rahma memang sering cerita, beberapa remaja dan anak-anak di kompleks ini memiliki minat baca yang lumayan tinggi, sehingga beliau sering meminjamkan buku-buku koleksi pribadinya. Taman bacaan ini nantinya tidak hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan diisi buku-buku agama maupun buku pelajaran sekolah saja. Tetapi ada juga buku-buku cerita dan buku-buku pengetahuan umum. Yang penting buku tersebut mengandung ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. Ketika aku tanyakan kepada Mbak Nabila, apakah Bu Rahma akan memasang tarif bagi penyewa atau peminjam buku-buku di taman bacaan ini, Mbak Nabila menjawab tidak. Tetapi jika ada yang ingin menyumbang agar koleksi taman bacaan ini semakin banyak, dipersilahkan saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Lagi-lagi aku tidak habis pikir, dana untuk mendirikan taman bacaan ini tentu tidak kecil. Apalagi sampai membeli tanah beserta bangunannya. Tetapi Bu Rahma dan suaminya sama sekali tidak mengharapkan profit dari sini. Ketika aku utarakan unug-unegku ini kepada Mbak Nisa dan Mbak Nabila, tepat pada saat itu Bu Rahma dan Haniya datang. Bu Rahma membawa kardus besar di jok belakang motorku. Kamipun menghentikan obrolan kami dan membantu beliau menurunkannya. Ternyata isinya buku-buku. Kami segera membukanya dan memilah-milahnya, kemudian kami tata ke dalam rak sesuai pembagian yang tadi sudah kami putuskan. Sedangkan Haniya asyik sendiri mengambil salah satu buku dan membacanya. Bu Rahma memuji hasil kerja kami. Meski kami bertiga tidak ada yang pernah mendapat pelajaran tentang desain interior, tetapi hasil desain kami bagus. Begitu pujian dari beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Sambil menata buku-buku kedalam rak, Mbak Nabila -dengan gaya bercanda- menyampaikan uneg-unegku tadi kepada Bu Rahma. Wajahku sepertinya menjadi merah padam menahan malu. Tetapi Bu Rahma menanggapinya dengan serius.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Mendirikan taman bacaan yang bisa menambah ilmu pengetahuan anak-anak dan remaja merupakan mimpi Ibu sejak Ibu masih seusia kalian. Dan Alhamdulillah, Alloh menjodohkan Ibu dengan seorang laki-laki yang juga memiliki mimpi yang sama. Kalian pasti akan kaget kalau tau ada berapa banyak mimpi atau cita-cita Ibu yang ternyata sama persis dengan cita-cita Bapak. Dan ini adalah salah satunya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Memang, ada berapa Bu cita-cita Ibu yang sama?” aku tak tahan untuk tidak menanyakan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Ada banyak, Ibu sampai tidak hafal berapa jumlahnya. Kapan-kapan saja Ibu ceritakan lebih lengkap. Untuk taman bacaan ini, apa kalain tau? Kami mulai merencanakannya sejak kapan?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Kami hanya menggelengkan kepala, kemudian Bu Rahma melanjutkan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Di Hari pertama kami menikah. Kami saling menceritakan impian dan cita-cita kami. Kemudian kami mulai menyusun rencana untuk mewujudkannya bersama-sama. Mana yang diprioritaskan dan mana yang ditangguhkan. Dan Alhamdulillah, pendirian taman bacaan ini hanya terlambat satu tahun dari target yang kami canangkan waktu itu. Permasalahan utamanya hanya karena kami belum menemukan tempat yang cocok dan ideal saja”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Em.....jadi sebenarnya, untuk dana, sudah ada sejak tahun lalu ya Bu?” aku masih penasaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Sayangku,” Bu Rahma menyunggingkan senyumnya, “menurut sepengetahuanmu, Ibu dan Bapak punya berapa usaha sampingan?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“E.....” aku mengingat-ingat sambil menoleh ke Mbak Nisa dan Mabk Nabila meminta bantuan, “Warung makan yang di dekat kampus” aku mulai menyebutkan satu persatu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Usaha catering, toko roti dan kue di daerah Sagan” Mbak Nisa menambhakan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Rental komputer dan foto copy di dekat UIN itu juga punya Ibu kan?” Mbak Nabila ikut membantu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Oh, Iya, ada juga toko bunga di dekat Masjid Syuhada, ada lagi tidak Bu?” aku menoleh lagi ke Mbak Nisa dan Mbak Nabila. Tapi keduanya diam. Sepertinya memang hanya ada empat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Kalau yang kepemilikannya penuh, iya benar hanya ada empat, tetapi kami juga punya beberapa usaha yang kepemilikannya gabungan antara Bapak dengan teman-teman Bapak. Nah, untuk membeli lahan termasuk bangunannya ini, kami menjual kepemilikan warung makan yang di dekat kampus itu kepada salah seorang teman Bapak. Jadi, kalau seandainya kami menemukan tempat yang ideal ini tahun kemaren, warung makan itu sudah bukan milik kami lagi sejak satu tahun yang lalu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Oh...aku baru paham. Keluarga Bu Rahma tidak menabung uangnya di bank. Tetapi menjadikannya modal usaha. Ketika mereka membutuhkan dana, usaha tersebut dijual. Benar-benar ide yang brilyan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Menurut kalian, apa kelebihan menabung uang dalam bentuk usaha dibandingkan ketika kita taruh saja uangnya di bank, toh sama-sama akan jadi semakin banyak uangnya” Bu Rahma menyampaikan pertanyaannya seakan-akan beliau bisa membaca pikiranku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Yang jelas bunga bank itu haram, kalau dengan menjadikannya modal usaha, penambahan uang kita berasal dari hal yang halal” aku langsung menyahut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Bu Rahma hanya mengangguk kemudain menoleh ke arah Mbak Nisa yang ikut menjawab,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Keuntungan dari usaha itu bisa berkali-kali lipat dibandingkan dengan keuntungan dari bunga bank”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Dengan catatan, usahanya dimenej dengan tepat dan diperhitungkan yang cermat, serta dengan ijin Alloh tentunya sehingga usaha itu tidak bangkrut” Bu Rahma buru-buru menambahkan, “Ada yang punya jawaban lain?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Nilai mata uang itu makin lama makin turun. Lima ribu rupiah hari ini bisa untuk membeli satu porsi nasi lengkap dengan lauknya, tetapi lima ribu pada 10 tahun lagi bisa jadi cuma dapat nasi putih satu bungkus” Mbak Nabila menjawab dengan sangat cerdas menurutku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;“Semuanya benar, tetapi masih ada satu lagi alasan utama yang belum kalian sebutkan” Bu Rahma berhenti sejenak, melihat kami bertiga yang saling pandang dengan wajah bingung, beliau melanjutkan, “uang yang digunakan untuk membuka usaha itu berarti membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain, sedangkan uang yang disimpan di bank tidak memberikan manfaat apapun, malah membuat beban orang yang meminjam uang kita karena harus menanggung bunganya”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt;Kami hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan beliau. Aku sama sekali tidak terpikirkan tentang itu. Pemikiran yang luar biasa menurutku. Jiwa sosial yang begitu tinggi. Sebuah sikap yang sudah sangat jarang dimiliki oleh orang-orang di negeri ini. Kumandang adzan dzuhur menghentikan obrolan kami. Bu Rahma menyuruh kami menghentikan aktivitas menata buku ke dalam rak dan meminta kami ke rumahnya untuk shalat dzuhur dan makan siang. Selesai Shalat dan makan, kami melanjutkan menata bukunya. Taman bacaan ini sendiri rencananya baru akan diresmikan pekan depan. Menunggu suami Bu Rahma pulang dari tugas keluar negeri. Sekali lagi aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga hari ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 2.85pt; text-align: justify; text-indent: 28.5pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6470363572625544931?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6470363572625544931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6470363572625544931' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6470363572625544931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6470363572625544931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/ngambil-dari-buku-diarynya-dewi-episode_16.html' title='Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 02)'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-y-FlP3suDCE/TYFCo-lzcnI/AAAAAAAAALw/tIDGf3Dnby4/s72-c/desain-rumah-minimalis-300x247.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8883426953435858552</id><published>2011-03-16T15:55:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T16:03:35.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><title type='text'>Catatan tentang Teknologi Nuklir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qdWQesq_5j8/TYFAxVrCDaI/AAAAAAAAALo/6ul23oxVvRk/s1600/viewer.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qdWQesq_5j8/TYFAxVrCDaI/AAAAAAAAALo/6ul23oxVvRk/s320/viewer.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584816229291527586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bener-bener tertarik dengan Nuklir (daripada sekedar ikut2  atau malah sok tau) mending baca dulu deh note dari dosen ane (Jurusan  Teknik Nuklir), ini saya susun berdasarkan urutan terbitnya &lt;img src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/14.gif" alt="" title="Big Grin" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis sementara Fukushima 1&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-sementara-fukushima-1/10150130600472567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50130600472567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tambahan mengenai analisis Fukushima I&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/informasi-tambahan-mengenai-analisis-fukushima/10150131285712567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50131285712567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ringkas mengenai dosis radiasi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/catatan-ringkas-mengenai-dosis-radiasi/10150132223937567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50132223937567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another Chernobyl&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/another-chernobyl/10150132830027567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50132830027567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebakaran di unit 4&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/kebakaran-di-unit-4/10150133844252567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50133844252567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan penguapan di spent fuel pool&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/perhitungan-penguapan-di-spent-fuel-pool/10150133907037567" target="_blank"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexan...50133907037567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hydrogen explosion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/apa-itu-hydrogen-explosion/10150134285837567"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/apa-itu-hydrogen-explosion/10150134285837567&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis lanjutan fukushima 1&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-lanjutan-fukushima-1/10150135916712567"&gt;http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-lanjutan-fukushima-1/10150135916712567&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;silahkan disimak Gan!&lt;br /&gt;Semoga mendapat pencerahan dari sini.&lt;br /&gt;Bagi yang bingung dengan istilah-istilah yang digunakan oleh dosen ane, boleh ditanyakan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://static.kaskus.us/images/smilies/I-Luv-Indonesia.gif" alt="" title="I Love Indonesia" class="inlineimg" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8883426953435858552?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8883426953435858552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8883426953435858552' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8883426953435858552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8883426953435858552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/catatan-tentang-teknologi-nuklir.html' title='Catatan tentang Teknologi Nuklir'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qdWQesq_5j8/TYFAxVrCDaI/AAAAAAAAALo/6ul23oxVvRk/s72-c/viewer.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1145722310812609898</id><published>2011-03-13T03:39:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T08:22:26.423-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Lagi-lagi UN (Ujian Nasional)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KehLLXifwwQ/TXzg2Gy5WEI/AAAAAAAAALg/mhxiUhe3PRE/s1600/kontras-2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KehLLXifwwQ/TXzg2Gy5WEI/AAAAAAAAALg/mhxiUhe3PRE/s320/kontras-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583584858174216258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Dalam hitungan sekitar satu bulan lagi, siswa SD kelas enam, serta siswa SMP dan SMA kelas tiga akan menghadapi sesuatu yang cukup menentukan masa depan mereka, yakni Ujian Nasional (UN). Sejak sistem Ujian Nasional menetapkan standar kelulusan yang terus ditingkatkan tiap tahun, kontroversi mengenai pelaksanaannya belum juga surut. Meskipun pertentangan antara pihak yang mendukung maupun yang menolak hanya muncul menjelang dan sesaat setelah Ujian Nasional saja. Sampai sejauh ini, pemerintah, melalui Departemen Pendidikan Nasionalnya tetap kukuh untuk terus menyelenggarakan sistem Ujian Nasional walaupun mendapat kritik dari banyak pihak. Mencermati argumen dan alasan pemerintah, polemik tentang Ujian Nasional ini memang cukup pelik. Di satu sisi pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan kita melalui standarisasi kelulusannya, pemetaan kemampuan tiap sekolah dan daerah, serta memberi dorongan (paksaan) kepada siswa agar giat belajar, namun di sisi lain, sistem Ujian Nasional seperti ini di rasa tidak adil, memicu terjadinya kecurangan, stres, depresi dan tekanan mental bagi siswa, serta berbagai efek buruk lainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Penulis selama tiga tahun terakhir ini berkecimpung di dunia pendidikan. Membantu persiapan siswa yang hendak menghadapi Ujian Nasional. Dari pengalaman itu, penulis menemukan kenyataan bahwa sistem Ujian Nasional seperti ini memang belum layak dijalankan. Alasan utumanya tentu, karena kualitas pendidikan di tiap sekolah sangat-sangat berbeda. Selain itu, minat dan kesukaan siswa terhadap pelajaran juga tertentu saja. Beberapa contoh kasusnya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 6pt 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Ada sekolah yang guru mata pelajaran tertentunya kurang bisa menyampaikan materi dengan baik. Terbukti, try out Ujian Nasional mata pelajaran tersebut selama tiga kali berturut-turut menghasilkan nilai maksimal yang dapat diperoleh siswanya hanya 5. Artinya hampir seluruh siswanya hanya bisa mengerjakan kurang dari setengah soal. Ketika siswa yang les dengan penulis, penulis tanyai, mereka mengatakan bahwa guru di sekolah tidak terlalu jelas dalam menerangkan materi. Termasuk ketika membahas soal try out. Setelah itu siswa-siswa tadi memutuskan untuk menambah jadwal lesnya dengan penulis. Untuk siswa dari keluarga yang berada, tentu tidak repot untuk mendaftarkan anaknya di bimbingan belajar. Lalu bagaimana dengan siswa yang berasal dari keluarga miskin? Keluhan seperti ini tidak hanya sekali dialamatkan kepada penulis. Hampir semua siswa yang pernah penulis bantu belajarnya menyatakan bahwa guru di sekolah tidak bisa menerangkan dengan jelas. Ini membuktikan bahwa masih banyak sekolah yang kualitasnya (dalam hal ini termasuk kualitas gurunya) masih sangat rendah. Usaha pemerintah melalui sertifikasi guru dan lainya sepertinya masih belum membuahkan hasil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Ketertarikan, minat atau kesukaan siswa umumnya hanya pada mata pelajaran tertentu saja. Ada siswa yang masuk kelas IPA karena sangat berminat dnegan pelajaran Biologi. Nilai pelajaran Biologinya selalu tinggi. Sangat menguasai hampir semua materi Biologi, namun untuk materi pelajaran Fisika, dia sangat lemah. Sama sekali tidak tertarik dan tidak berminat. Usaha apapun yang penulis lakukan untuk membuatnya menguasai materi Fisika sama sekali tidak manjur. Mau bagaimana lagi, dari anaknya sendiri tidak ada minat. Nah, dengan sistem Ujian Nasional seperti sekarang, siswa yang nilai mata pelajaran Biologinya 10 tetapi nilai Fisikanya kurang dari 4 tetap dinyatakan tidak lulus. Terasa kurang adil bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Kata Ujian Nasional sekarang sudah menjadi momok yang mengerikan bagi siswa kelas tiga. Tidak semua memang, tetapi tetap saja ada beberapa siswa yang merasa tertekan, stres dan sebagainya. Apalagi jika orangtuanya bukannya menenangkan, malah memberi ancaman jika sampai anaknya tidak lulus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Dengan kenyataan dilapangan seperti ini, penulis berharap pelaksanaan Ujian Nasional semakin diperbaiki lagi, bahkan hingga tataran paling bawah. Dari pihak pembuat keputusan seringnya beralasan demikian :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sekarang Ujian Nasional bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan, prosentasenya 60% Ujian Nasioanal dan 40% dari pihak sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Meski demikian, tetap saja Ujian Nasional memiliki andil dalam menentukan kelulusan siswa. Dua contoh kasus di atas misalnya, jika di sekolah ada guru yang tidak kompeten, dan ia mengajar murid yang tidak berminat terhadap mata pelajaran tersebut, hampir dapat dipastikan bahwa nilai si anak tidak akan cukup memenuhi kriteria lulus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Lalu, apa solusi terbaiknya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sistem sekarang hanya bisa diterapkan jika kualitas pendidikan kita, mulai dari sistem, kurikulum, tanaga pengajar, buku-buku pendukung, sarana-pra sarana sekolah, dan sebagainya telah siap. Untuk menuju ke sana, dalam masa perbaikan sistem ini, maka syarat kelulusan yang lebih tepat adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;“Anak memiliki kecakapan khusus dalam minimal satu bidang kegiatan yang mampu membekalinya untuk menjalani kehidupan di masa depannya”opi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Jadi misalnya seorang siswa hanya menguasai matematika saja. Selainnya tidak. Itu cukup. Atau siswa hanya mengerti materi tentang ekonomi akuntansi saja. Tetapi materi lain tidak dikuasai, itu juga sudah cukup. Bahkan jika si anak tidak menyukai pelajaran, tetapi dia memiliki bakat seni yang luar biasa, atau dia memiliki prestasi di bidang olahraga, dan sebagainya, maka itu cukup menjadi syarat kelulusannya. Ini adalah syarat kelulusan SMA. Untuk SMK tentu dia harus menguasai bidang keahlian yang diajarkan di SMK tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Lalu untuk SD dan SMP? Syarat kelulusannya cukup bahwa sang anak mampu melanjutkan pendidikan di tingkat selanjutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Dengan demikian, siswa tidak akan tertekan, dia hanya perlu meningkatkan kemampuannya dalam bidang yang memang dia gemari. Sehingga lulusan-lulusan sekolah kita akan memiliki lulusan yang ahli di satu bidang (spesialis), bukan bisa di semua bidang tetapi tidak menguasai secara detail kesemuanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Beberapa link bermutu tentang kontroversi UN nih,&lt;a href="http://mgmpsejarahma.wordpress.com/2011/01/22/fenomena-soal-%E2%80%9Cmultiple-choice%E2%80%9D-dalam-ujian-nasional/"&gt; klik aja ini&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://kartunmartono.wordpress.com/2010/01/09/ujian-nasional-2/#comment-744"&gt;ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1145722310812609898?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1145722310812609898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1145722310812609898' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1145722310812609898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1145722310812609898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/lagi-lagi-un-ujian-nasional.html' title='Lagi-lagi UN (Ujian Nasional)'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KehLLXifwwQ/TXzg2Gy5WEI/AAAAAAAAALg/mhxiUhe3PRE/s72-c/kontras-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2458196264406598857</id><published>2011-03-12T23:01:00.000-08:00</published><updated>2011-03-14T11:13:48.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><title type='text'>Analisis sementara Reaktor Nuklir Fukushima 1</title><content type='html'>UPDATE 12-02-2011 19.15 CET:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rJO2cC3xNzw/TXxtjv-yCtI/AAAAAAAAALY/9tuD10fLsEU/s1600/1065534299p.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rJO2cC3xNzw/TXxtjv-yCtI/AAAAAAAAALY/9tuD10fLsEU/s400/1065534299p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583458098975214290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAEA (Japan Atomic Energy Agency)  mengkategorikan kecelakaan Fukushima sebagai skala 4 dalam INES  (International Nuclear and Radiological Event Scale), yaitu kecelakaan  dengan konsekuensi lokal. Sebagai perbandingan, kecelakaan Chernobyl  (1986) masuk ke skala 7 (paling tinggi), dan kecelakaan Three Miles  Island (1979) masuk ke skala 5.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 11 Maret 2011 terjadi gempa berskala besar dan tsunami yang  melanda Jepang. Sehari kemudian terjadi ledakan pada PLTN Fukushima 1.  Belum jelas apa yang terjadi sesungguhnya di sana. Akan tetapi saya akan  coba untuk menganalisis berdasarkan pengetahuan saya. Tentunya analisis  ini berdasarkan info yang diperoleh sampai saat ini dan kemungkinan  bisa berubah seiring waktu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fukushima I unit 1 adalah PLTN  bertipe BWR (Boiling Water Reactor) dengan daya listrik sebesar 460 MW  (daya termal 1533 MW, dengan asumsi efisiensi termal 30%). Dibangun  akhir tahun 60-an dan mulai beroperasi tahun 1970 (lebih tua dari  saya...).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baca Selengkapnya &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-sementara-fukushima-1/10150130600472567"&gt;silahkan klik di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Analisis ini dibuat langsung oleh dosen Teknik Nuklir&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber gambar &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://internasional.kontan.co.id/v2/read/internasional/61691/Jepang-pastikan-reaktor-nuklir-telah-meledak"&gt;dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kelanjutan untuk dosis serapan radiasi &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-sementara-fukushima-1/10150130600472567#%21/notes/alexander-agung/catatan-ringkas-mengenai-dosis-radiasi/10150132223937567"&gt;bisa klik di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2458196264406598857?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2458196264406598857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2458196264406598857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2458196264406598857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2458196264406598857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/analisis-sementara-reaktor-nuklir.html' title='Analisis sementara Reaktor Nuklir Fukushima 1'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rJO2cC3xNzw/TXxtjv-yCtI/AAAAAAAAALY/9tuD10fLsEU/s72-c/1065534299p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8384533487875558940</id><published>2011-03-12T01:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T04:09:30.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><title type='text'>Cerita Langsung dari Saksi Gempa di Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wbNfzncH7-A/TXtg8hrxVYI/AAAAAAAAALQ/jyI13OqzUvg/s1600/2045407620X310.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wbNfzncH7-A/TXtg8hrxVYI/AAAAAAAAALQ/jyI13OqzUvg/s400/2045407620X310.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583162756006237570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TOKYO, KOMPAS.com - Junanto Herdiawan, warga Indonesia di Jepang yang juga penulis Kompasiana, menuliskan pengalamannya merasakan gempa dahsyat disusul tsunami yang terjadi Jumat kemarin. Karyawan Bank Indonesia itu mengatakan bahwa gempa kemarin itu bukanlah gempa biasa, sebagaimana sering terjadi di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penuturannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu tahun tinggal di Jepang, saya sering merasakan gempa. Hampir setiap bulan, Jepang diguncang gempa. Oleh karenanya, saya mulai terbiasa oleh gempa sporadis yang berulangkali terjadi. Biasanya saya akan tetap diam dan menunggu hingga gempa berlalu. Warga Jepang juga terbiasa dengan gempa. Mereka selalu terlihat tenang, setiap gempa mengguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, gempa kemarin (11/3) sungguh beda. Itu bukan gempa biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat guncangan pertama terjadi, saya merasakan getaran yang hebat. Tak lama, lemari di ruang kerja saya jatuh terbalik dan buku-buku bertebaran. Saat itu saya sedang berada di kantor yang berlokasi di lantai 9 sebuah gedung di daerah Marunouchi, Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca selengkapnya di &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2011/03/12/13285410/Merasakan.Gempa.Terburuk.di.Jepang"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8384533487875558940?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8384533487875558940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8384533487875558940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8384533487875558940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8384533487875558940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/cerita-langsung-dari-saksi-gempa-di.html' title='Cerita Langsung dari Saksi Gempa di Jepang'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wbNfzncH7-A/TXtg8hrxVYI/AAAAAAAAALQ/jyI13OqzUvg/s72-c/2045407620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1216895765109107895</id><published>2011-03-09T16:16:00.001-08:00</published><updated>2011-03-09T17:18:24.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Logika Matematika Sederhana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Premis 1 : Jika A maka B&lt;br /&gt;Premis 2 : Jika B maka C&lt;br /&gt;kesimpulan : Jika A maka (sudah pasti) C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh 1&lt;br /&gt;Premis 1 : Jika rajin belajar, maka akan pintar&lt;br /&gt;Premis 2 : Jika pintar, maka akan lulus ujian&lt;br /&gt;kesimpulan : jika rajin belajar, maka akan lulus ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh 2 :&lt;br /&gt;Premis 1 : setiap muslimah, wajib shalat&lt;br /&gt;Premis 2 : setiap shalat, wajib menutup aurat&lt;br /&gt;kesimpulan : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;setiap muslimah wajib menutup aurat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh, dalam Qur'an surat An-Nur ayat 31&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_i0Sv6iHSWs/TXglK_m0gSI/AAAAAAAAALA/J6z8mrxyWcA/s1600/Annur.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_i0Sv6iHSWs/TXglK_m0gSI/AAAAAAAAALA/J6z8mrxyWcA/s400/Annur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582252608928907554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;dan dalam surat Al Ahzab ayat 59 Alloh berfirman&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-y1i95o920XA/TXgmQa4k4hI/AAAAAAAAALI/vlKuLCA2xfQ/s1600/alahzab.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y1i95o920XA/TXgmQa4k4hI/AAAAAAAAALI/vlKuLCA2xfQ/s400/alahzab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582253801662112274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1216895765109107895?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1216895765109107895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1216895765109107895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1216895765109107895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1216895765109107895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/logika-matematika-sederhana.html' title='Logika Matematika Sederhana'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_i0Sv6iHSWs/TXglK_m0gSI/AAAAAAAAALA/J6z8mrxyWcA/s72-c/Annur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5612806513175619521</id><published>2011-03-08T18:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T19:04:34.842-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 01)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Ya Alloh, udah jam 7 pagi. Kenapa tadi aku bisa tidur lagi habis shalat subuh...... huff.... aku kan ada janji ngantar Bu Rahma ke puskesmas, harus cepat-cepat bersiap ni”. Aku segera beranjak dari tempat tidur, bersiap-siap secepat mungkin. Ku kenakan rok hitam panjang dan gamis coklat polos serta jilbab dengan warna coklat muda. Sekalian kubawa perlengkapan kuliahku, nanti setelah mengantar Bu Rahma, aku berencana mau langsung ke kampus. Ku keluarkan sepeda motor &lt;i&gt;matic&lt;/i&gt;ku, dan tanpa sempat ku cuci setelah semalam kehujanan, kukendarai secepat mungkin ke rumah Bu Rahma. Rumah Bu Rahma sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi jam segini jalanan pasti padat. Jadwal Bu Rahma menjadi moderator semacam acara seminar di Puskesmas adalah jam 9. tentu sangat konyol kalau sampai beliau terlambat. Alhamdulillah, jalanan yang ku lalui tidak terlalu padat, bahkan di beberapa perempatan aku tidak terjebak lampu merah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Assalamu'alaykum” terdengar bunyi salam ketika ku pencet bel rumah Bu Rahma. Ku lirik jam tanganku, “semoga masih sempat”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Bu Rahma keluar dengan menggendong Faqih, bayinya yang masih belum genap berumur setahun, dan Haniya, anak pertamanya yang belum sekolah mengikuti ibunya dari belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Assalamu'alaykum kak Dewi.........” Bu Rahma mengucapkan salam dengan mengajarkan memanggilku “kak” kepada anak pertamanya. Haniya pun mengikuti kata-kata ibunya sambil berlari dan membukakan pintu gerbang -yang aku bantu mendorongnya-, kemudian dia menyalami dan mencium punggung tanganku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Wa'alaykumussalam........dek Haniya pintar banget, mbukain pintu buat kakak” jawabku sambil mengusap lembut jilbab kecilnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Langsung berangkat yuk kak, udah hampir telat”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Aku segera bersiap dengan sepeda motorku. Haniya berdiri di depan. Sepanjang perjalanan Haniya banyak bercerita dan mengatakan macam-macam. Aku tak habis pikir, anak sekecil ini sudah memiliki perbendaharaan kata yang sedemikian banyak. Kalau belum mengenal Bu Rahma, pasti aku akan sangat penasaran dengan cara mendidik anak ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tiba di puskesamas pukul 8.50, Alhamdulillah tidak terlambat. Tetapi para peserta seminar, yakni Ibu-ibu di sekitar puskesmas, beberapa mahasisiwi dari jurusan gizi dan kesehatan, serta pemateri utama, seorang dokter ahli gizi sudah hadir. Acara ini sebenarnya ide dari LSM yang didirikan Bu Rahma beserta suaminya. Dilatarbelakangi oleh keprihatinan beliau terhadap kekurang pahaman masyarakat akan pentingnnya pemberian makanan yang tepat bagi bayi dan balita. Ide ini disampaikan ke pihak puskesmas, dan puskesmas pun memfasilitasi dengan menyediakan tempat dan sarananya, sedangkan biayanya, murni dari LSM. Ibu-ibu yang diundang sebenarnya tidak hanya yang berada di sekitar puskesmas. Tetapi juga dari desa-desa sebelah. Tetapi sepertinya tidak semua yang diundang bisa hadir. Terlihat banyak kursi kosong yang ku perkirakan hampir setengahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Acara dimulai tepat pukul 9. Bu Rahma membuka acara. Menjadi MC sekaligus moderator. Selain bertugas mengantar Bu Rahma, aku juga diminta menemani Haniya dan Faqih. Aku duduk di barisan belakang, menggendong Faqih. Haniyah duduk di sebelahku. Matanya fokus memandang ibunya yang sedang berbicara. Seakan-akan ia paham betul apa yang Ibunya sampaikan. Sekali lagi aku bersyukur, Faqih sedang tidak rewel. Meskipun dia tidak sedang bobok. Ketika acara diserahkan kepada Dokter ahli gizi -yang baru aku ketahui namanya Dokter Ana-, beliau menyampaikan tentang pentingnya pemberian ASI pada 6 bulan pertama sang bayi, tanpa memberi makanan tambahan apapun. Dan tetap memberikan ASI hingga anak usia dua tahun. Dokter Ana juga menyampaiakan makanan-makanan tambahan yang boleh dan yang tidak boleh diberikan ke anak berusia diatas 6 bulan hingga 2 tahun, sekaligus menjelaskan kandungan-kandungan yang terdapat pada bahan makanan tersebut. Ketika beliau menyebukan istilah-istilah seperti karbohidrat, protein, mineral dan sebagainya, Haniya berulang kali menarik jilbabku dan menanyakan artinya. Aku agak kewalahan juga menjawabi semua pertanyaannya. Takut jika jawabanku nanti menimbulkan pertanyaan baru yang tidak bisa aku jawab, aku kan tidak kuliah di bidang gizi dan kesehatan. ^_^&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Acara berakhir sekitar pukul sebelas. Kami segera pulang ke rumah Bu Rahma. Sesampainya di rumah, Bu Rahma mempersilahkan aku masuk. Aku sempat menolak dengan alasan mau ke kampus. Tetapi tawaran Bu Rahma untuk makan siang dulu tak bisa ku tolak. Makanan di rumah Bu Rahma memang tidak terlalu istimewa, tetapi sangat enak. Kali ini beliau masak nasi sayur bothok dengan lauk karak, tempe dan tahu. Aku makan dengan ditemani Haniya yang juga makan dengan lahap. Sedangkan Bu Rahma menggendong Faqih sambil -sepertinya- beberes di belakang. Ketika Bu Rahma ke ruang makan, aku sudah selesai makan, dan aku tak tahan lagi untuk tidak menyampaikan uneg-unegku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Maaf Bu sebelumnya, boleh saya bertanya?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Kenapa pakai maaf segala? Kamu ini kayak sama siapa saja” Bu Rahma mengambil tempat duduk di depanku, sambil tersenyum, beliau melanjutkan, “mau tanya apa sayang?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Bu, sekali lagi maaf, tapi saya tidak tahan untuk tidak mengatakannya” aku mengambil nafas sejenak, “Dari dulu saya tidak habis pikir, suami Ibu dosen dan punya jabatan tinggi di kampus, Ibu dan suami juga memiliki beberapa usaha yang saya perkirakan penghasilannya besar, tetapi Ibu malah menggunakan uang hasil jerih payah Ibu dan suami Ibu untuk sesuatu yang.....bersifat sosial” -aku sempat bingung untuk memilih kata terakhir itu-. Melihat Bu Rahma yang hanya tersenyum dan sepertinya belum ingin memotong pembicaraanku, akupun kembali melanjutkan, “Dan itu jumlahnya tidak sedikit. Berbeda dengan orang tua dari teman-teman saya yang juga seperti Ibu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Maksudmu, orang kaya begitu?” kali ini Bu Rahma memotong pembicaraanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Iya, maksud saya orang tua temen-temen saya yang kaya” jawabku dengan agak malu, “Em....mereka lebih banyak menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk kebahagiaan mereka dulu, baru sisanya, atau sebagian kecilnya yang didermakan untuk kepentingan sosial. Sedangkan Ibu, memilih untuk tinggal di rumah kontrakan sederhana ini, alih-alih perumahan bagus yang saya yakin Ibu mampu membelinya. Juga memilih mendonasikan sebagian besar harta Ibu untuk kegiatan LSM, atau kegiatan masjid, daripada untuk membeli perabot rumah, membeli mobil, atau untuk tamasya keluarga ke luar negeri, seperti yang sering teman-teman ceritakan ke saya tentang pengalamannya jalan-jalan keluar negeri”. Aku berhenti, menunggu jawaban Bu Rahma dengan penuh rasa penasaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Begini sayang, ketika hendak menikah dulu, Ibu dan suami Ibu sudah saling berjanji, bahwa harta kami nanti akan kami gunakan untuk kepentingan umat. Kami memiliki kesepahaman, dan cita-cita yang sama, sehingga kami tidak merasa keberatan dengan semua ini. Harta itu hanya titipan dari Alloh, kelak di akherat kita akan ditanyai, kita gunakan untuk apa harta yang telah Ia titipkan? Dan pernyataanmu tadi, bahwa orang-orang memilih untuk lebih banyak menggunakan harta hasil jerih payahnya untuk kebahagiaan mereka dulu, sebelum digunakan untuk kepentingan sosial, kami pun juga melakukannya. Dan inilah kebahagiaan kami, ketika kami bisa memberikan yang terbaik bagi umat.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Sekali lagi aku dibuat takjub dengan jawaban beliau. Bagi kami yang masih mahasiswa ini, mungkin idealisme seperti Bu Rahma dan suaminya wajar didengar. Tetapi ketika benar-benar sudah memiliki harta yang banyak, tidak banyak yang bisa bertahan dengan idealismenya. Ketika masih disibukkan dengan pikiranku sendiri, suara Bu Rahma agak mengejutkanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Besok, kalau Dewi mau menikah, carilah suami yang mementingkan urusan agama dan umat, tidak hanya mementingkan diri sendiri dan keluarganya”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Tetapi, bagaimana saya mencarinya Bu? Bukankah fitrahnya wanita itu menunggu ada pria yang datang melamar?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Memang benar begitu sayang, tetapi Alloh sudah menasehati para wanita, jika kamu menginginkan suami yang baik, maka jadilah perempuan yang baik pula. Sudah menjelang Dzuhur, kamu mau shalat di sini atau di kampus?” Bu Rahma beranjak dari tempat duduknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Eh, saya ke kampus saja Bu, ada rapat ba'da dzuhur. Terimakasih banyak Bu atas jamuan makan siang dan diskusinya” Aku pun beranjak ke depan, Haniya mendahuluiku dan membukakan pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Hati-hati ya kak, kapan-kapan main ke sini lagi” Sebelum aku menjawab permintaan Haniya, Bu Rahma keburu menambahkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Ibu yang seharusnya berterima kasih, kamu telah banyak membantu Ibu” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Ah, Ibu, jangan sungkan begitu. Saya jadi malah merasa tidak enak. Kalau ada apa-apa lagi yang bisa saya bantu, saya bersedia membantu dengan senang hati”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Sementara ini cukup sayang, hati-hati di jalan”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Iya Bu, saya pamit. Dek Haniya, kakak pulang dulu ya!, Assalamu'alaykum”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Wa'alaykmussalam warohmatullohi wabarokatuh” Jawab Bu Rahma dan Haniya kompak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;“Dadah............” lambaian tangan Haniya pun mengantar kepergianku.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5612806513175619521?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5612806513175619521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5612806513175619521' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5612806513175619521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5612806513175619521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/ngambil-dari-buku-diarynya-dewi-episode.html' title='Ngambil dari Buku Diarynya Dewi (episode 01)'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4202859069075070733</id><published>2011-03-07T15:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-16T16:30:31.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Pantaskah Mereka Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seorang Guru atau seorang pengajar di negara kita mendapat sebutan yang sangat luar biasa, yakni "pahlawan tanpa tanda jasa". Tetapi apakah memang pantas sebutan itu kita alamatkan untuk semua orang yang berprofesi sebagai guru atau pengajar? sepertinya kita harus melihat dulu bagaimana cara guru tersebut dalam menyampaikan ilmunya kepada anak didiknya. selama lima tahun berkutat di dunia pendidikan, saya menemukan banyak kisah, baik yang diceritakan langsung oleh murid-murid saya maupun melalui perantara orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TQEvtKqDrtE/TXWIlJzmmNI/AAAAAAAAAKg/M3YGaJwk7_4/s1600/gambar-guru-mengajar2-300x222.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TQEvtKqDrtE/TXWIlJzmmNI/AAAAAAAAAKg/M3YGaJwk7_4/s320/gambar-guru-mengajar2-300x222.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581517485064493266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang paling umum adalah ketidakpuasan murid saya dengan penjelasan gurunnya di sekolah, terutama guru fisika. hampir semua murid SMA yang pernah saya ajar mengatakan bahwa guru mereka tidak bisa menjelaskan dengan baik setiap materinya. mereka tidak memiliki gambaran tentang teori tersebut, sehingga mereka hanya sekedar menghafal rumus, tanpa tau bagaimana rumus itu dipakai dalam menyelesaikan soal. bahkan mereka juga tidak memahami arti beberapa istilah dalam palajaran fisika tersebut alih-alih dapat memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan kasus lain yang cukup memprihatinkan saya rangkum sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. seorang guru les pernah bercerita kepada saya, bahwa muridnya bercerita kepadanya, guru di sekolah murid tersebut gajinya per bulan adalah 8 juta. namun kerjaannya di kelas hanyalah memberikan soal untuk dikerjakan murid, menyuruh murid merangkum materi, atau apapun (dia sangat jarang menerangkan materi jika tidak ada murid yang bertanya, kalaupun ada yang bertanya penjelasannya tidak selalu dimengerti), lalu ketika murid-muridnya mengerjakan tugas, apa yang guru itu kerjakan? murid tersebut bercerita bahwa sang guru bermain-main dengan BlackBarrynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya memiliki murid dari sebuah sekolah swasta Nasional plus, yakni sekolah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bilingual&lt;/span&gt; yang menggunakan kurikulum luar negri. buku teksnya menggunakan buku terbitan Singapura. Hari itu murid saya datang dan kami mempelajari materi tentang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sound Wave&lt;/span&gt;", kemudian membahas soal-soal yang ada di buku tersebut. Pada pertemuan berikutnya, murid saya bercerita, ketika di sekolah membahas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chapter &lt;/span&gt;yang sama, sang guru meminta murid-murid mengerjakan soal yang ada di buku. kemudian salah seorang teman muridku menanyakan sebuah soal yang tidak dia pahami maksudnya (soalnya kan dalam bahasa inggris). sang guru mencoba menjelasakan, dan penjelasannya berbeda dengan penjelaan saya ketika les. kemudian murid-murid yang lain meminta sang guru untuk menyelesaikan soal itu (termasuk menyelesaikan perhitungannya, tidak hanya menjelaskan maksud soal), murid les aya masih diam saja (karena memang dia pendiam). sang guru pun menghitung di papan tulis, dan jawaban akhirnya tidak terdapat di pilihan jawaban yang tersedia. sang guru tampak bingung, dan kemudian berkata pada murid bahawa soal salah. murid  saya segera mengangkat tanganya, kemudian mengatakan bahwa dia bisa menghitung dan jawaban akhirnya ada di pilihan jawaban. sang guru menyilahkan dia maju. ia pun mengerjakan di papan tulis persis dengan penjelasan saya ketika dia les. setelah dia selesai dan pilihan jawabanya ada, persis sama dengan kunci jawaban di halaman terakhir buku tersebut (untuk soal latihan, buku dari luar negri selalu memberikan nilai jawaban akhir di bagian belakang buku, tentu tanpa disertai langkah-langkahnya) sang guru pun menyuruh murid-murid lain mencatat hasil pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;permasalahan di sini bukan sekedar sang guru melakukan kesalahan, soal itu ada di buku teks. jika dia adalah guru yang cerdas,profesional dan bertanggung jawab terhadap profesinya, tentu dia akan mempelajari dulu soal-soal yang ada di buku teks. sehingga jika dia mengalami kesulitan, dia dapat mencari solusinya terlebih dahulu. hal ini akan meminimalisisr kesalahan guru di depan murid. pertanyaan saya pada saat itu adalah, "Apa yang dilakukan guru itu di rumah jika tidak mempelajari terlebih dahulu buku teksnya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dua murid SMA kelas 3 sebuah sekolah swasta di Jakarta protes kepada saya. Rumus singkat pada materi Dinamika Rotasi yang saya berikan kepada mereka untuk menghadapi Ujian Nasional disalahkan oleh guru mereka. Sang guru mengajarkan bahwa untuk mencari percepatan cukup menggunakan rumus biasa (dari hukum Newton untuk Dinamika Translasi). Saya pun menjelaskan bahwa pada materi Dinamika Rotasi tidak cukup jika hanya menggunakan hukum Newton pada Dinamika Translasi, harus disertakan pula hukum Newton untuk Dinamika Rotasi. saya tunjukkan buku-buku yang menggunakan rumus singkat seperti yang saya ajarkan untuk menyelesaikan soal Dianmika Rotasi. kedua murid saya mengangguk-angguk, tapi kemudian kembali mengatakan bahwa guru mereka menyindir kalau guru les itu hanya bisa mengajarkan rumus singkat tanpa bisa menjabarkan dari mana rumus itu diperoleh. Agak sakit hati juga dibilang seperti itu, maka sayapun menjelaskan secara panjang lebar mengenai penurunan rumus singkat itu. mereka mencatatnya dengan rapi. Pada pertemuan selanjutnya, mereka bercerita, ketika mereka menjelaskan hasil penurunan rumus dari saya kepada sang guru, ia pun menyuruh mereka mencatat di papan tulis agar dapat dicatat teman-teaman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Permasalahan di sini lagi-lagi bukan tentang guru yang melakukan kesalahan, tapi bagaimana cara dia menanggapi perbedaan pendapat. guru yang baik ketika menemui perbedaan pendapat antara dirinya dengan murid (yang biasanya melanjutkan apa yang diaktakan guru les) tidak akan serta merta menyalahkan murid dan membenarkan dirinya, tetapi menanyakan dengan detail pendapat sang murid, kemudian dianalisis, apakah pendapat itu memiliki kelemahan? ataukah malah pendapatnya yang salah? apalagi kata-kata sang guru yang langsung men&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judge&lt;/span&gt; bahwa guru les hanya bisa mengajarkan rumus singkat tanpa bisa menjelaskan penurunan rumus menunjukkan bahwa sang guru tersebut bukan guru yang bijak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mirip dengan poin nomor dua, seorang murid SMP kelas tiga protes lagi dengan saya. tiga soal teori untuk persiapan Ujian Nasioanal yang saya ajarkan berbeda dengan penjelasan guru di sekolah. soal itu adalah soal latian yang dibuat atau disusun sendiri oleh sekolah. saya pun menagmbil buku-buku dan menunjukkan bahwa penjelasan dari saya sesuai dengan yang ada di buku teks. bahkan tidak hanya satu buku yang saya ambilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Awalnya hanya ada tiga murid kelas 1 SMA dari sebuah sekolah swasta yang les di BLC (tempatku mengajar), tetapi ketika ketiga murid itu menunjukkan prestasi yang bagus di kelasnya, kini sudah ada tujuh murid dari kelas tersebut yang les di BLC. salah satu dari ketujuh murid itu bercerita, kalau setiap ulangan matematika, nilai terbaik selalu dimiliki oleh mereka bertujuh. bahkan ketika membahas soal-soal ataupun sang guru menanyakan sesuatu, hanya ketujuh orang itu yang bisa menjawab. mendengar cerita itu, Pricipal (manajer cabang) di tempatku mengatakan, "bisa jadi nanti satu kelas ke sini semua". :) menurut saya, alasan kenapa sampai saat ini hanya ada tujuh orang, itu hanya karena masalah jarak, umumnya murid dari sekolah tersebut les di bimbel yang dekat dengan rumah/sekolahnya. sedangkan lokasi BLC agak jauh.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Permasalahan di sini adalah, dalam satu kelas, jika yang bisa mengerjakan soal hanya sekelompok murid yang mengikuti bimbel di luar, kesimpulannya adalah, sang guru tidak cukup cakap mengajarkan/mentransfer ilmunya kepada murid. yang disayangkan adalah, sang guru tidak berusaha untuk mengembangkan diri atau mengubah metode mengajarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seseorang pernah bercerita pada saya bahwa dia pernah memergoki guru-guru dari sebuah sekolah masuk ke diskotik pada malam minggu, dan itu tidak hanya sekali saja ia lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini baru beberapa, sebenarnya masih banyak yang lain, tapi takut terlalu panjang dan membuat bosan. jika ada yang berminat dan me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;request&lt;/span&gt; untuk menuliskan tentang kisah guru-guru yang lain, maka akan saya ceritakan.&lt;br /&gt;Nah, jika untuk guru-guru pada kisah-kisah di atas, masih layakkah mereka mendapat sebutan mulia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa?&lt;br /&gt;NB : gaji guru di Jakarta, baik negeri apalagi swasta terkenal itu tidak tanggung-tanggung lho.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4202859069075070733?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4202859069075070733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4202859069075070733' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4202859069075070733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4202859069075070733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/pantaskah-mereka-disebut-pahlawan-tanpa.html' title='Pantaskah Mereka Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TQEvtKqDrtE/TXWIlJzmmNI/AAAAAAAAAKg/M3YGaJwk7_4/s72-c/gambar-guru-mengajar2-300x222.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4685797689942604698</id><published>2011-03-06T19:40:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T18:04:50.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diary'/><title type='text'>Menembus angka 200</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gara-gara keasyikan ngeblog (lebih tepatnya memperbaiki blog yang telah lama mati suri) sampe lewat tengah malam, hari ini tadi bangun subuh agak telat dan tidur lagi sampe hampi jam 10. duh....duh....duh......untung kerjaanku masuknya siang. ^_^ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, memasuki minggu ke dua di periode gaji bulan maret. target memperoleh 200 murid lebih dalam satu bulan musti tercapai. sampai hari ini, dari 6 hari mengajar, aku sudah tercatat memperoleh 70an murid. jika trennya masih sama, kemungkinan besar bonus itu pun bisa tembus untuk pertama kalinya di kantor cabangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu teman-teman ketahui, sejak Februari kemaren, di kantor saya mulai ditetapkan aturan baru mengenai bonus.  barang siapa yang mengajar lebih dari 200 murid dalam 1 bulan akan memperoleh bonus yang besarnya Rp. 3000 untuk tiap tambahan murid. jadi misalnya aku dapat 210 murid, berarti bonus yang aku terima Rp. 3000 x 10 murid = Rp. 30.000. bulan kemaren tidak ada satu pun guru yang berhasil menembus angka itu. dengan catatan, bulan kemaren aku absen 9 hari karena sakit tifus. sedangkan guru yang lain full time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, di bulan ini peluang untuk mendapatkan bonus sepertinya paling besar ada padaku. startnya aja juga sudah luar biasa begini. 1 minggu 70an murid berarti 4 minggu bisa 280 murid (bonusnya kurang lebih Rp 240.000) berat memang. tapi lumayan juga buat tambah-tambah tabungan. :D semoga Alloh memudahkan untuk menembus angka 200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabungan banyak artinya bisa cepet nikah. hahahahahaha :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah jam 11 nih, mandi dan bersiap-siap bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4685797689942604698?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4685797689942604698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4685797689942604698' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4685797689942604698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4685797689942604698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/menembus-angka-200.html' title='Menembus angka 200'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1985442247789577928</id><published>2011-03-05T21:02:00.002-08:00</published><updated>2011-03-06T09:37:20.427-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diary'/><title type='text'>Akhirnya Terbeli Juga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat Alloh. salah satu keinginanku kembali terwujud. memiliki koneksi internet sendiri. hehehe. keinginan yang sepele mungkin, tapi ini termasuk dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish list&lt;/span&gt; ku. setelah sekian lama bekerja, akhirnya ada dana yang berhasil aku sisihkan untuk membeli modem ini. Smart Evdo Rev A. meski gak begitu ngerti tentang gadget (maklum, orang kampung dan miskin informasi), kata beberapa temen, ini termasuk modem yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah dicoba, hmmm....lumayan juga. gak nyesel deh belinya. yupz, dengan tambahan fasilitas ini, semoga produktivitaskupun bisa meningkat. bisa banyak berkontribusi, dan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah punya banyak ide untuk menuliskan banyak hal. semoga Alloh memberiku kesanggupan untuk menuliskanya di sini, dan semoga tulisanku nanti bermanfaat bagi para pembaca. amin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1985442247789577928?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1985442247789577928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1985442247789577928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1985442247789577928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1985442247789577928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/akhirnya-terbeli-juga.html' title='Akhirnya Terbeli Juga'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1276334774215072983</id><published>2011-03-05T17:19:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T11:01:46.834-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja'/><title type='text'>Renungan bencana Merapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-t2tIPfp57cI/TXLrTCkoNcI/AAAAAAAAAJQ/NGsrWGesrIE/s1600/pilihan%2Beditor-erupsi-merapi-08.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-t2tIPfp57cI/TXLrTCkoNcI/AAAAAAAAAJQ/NGsrWGesrIE/s320/pilihan%2Beditor-erupsi-merapi-08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580781600606008770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas gunung merapi tahun 2010 kemaren benar-benar dahsyat. Meluluhlantakkan peradaban manusia di sekelilingnya. Sebagai makhluk yang percaya dengan ke-Maha Kuasaan Alloh, tentu kita semua yakin, bahwa bencana ini bukan hanya sekedar bencana alam yang terjadi secara alami. Melainkan ada campur tangan dariNya untuk menunjukkan kepada kita akan keMaha kuasaannya. Kemudian, sebagai umat yang meyakini bahwa Al Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup kita, kita juga meyakini kebenaran semua isi dalam Al Quran tersebut. Beberapa diantaranya, ayat-ayat yang menyampaikan tentang penyebab bencana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yakni di dalam surat Al Israa' ayat 58, yang terjemahannya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini dengan sangat lugas menyatakan bahwa suatu negeri yang tertimpa bencana atau azab dari Alloh itu dikarenakan perbuatan penduduk tersebut yang durhaka kepada Alloh. Alloh mempertegas pernyataan ini, bahwa bencana yang ditimpakan kepada manusia itu adalah akibat ulah manusia itu sendiri di dalam Surat An Nisaa' ayat 79 yang artinya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika penduduk suatu kaum itu beriman, maka dicabutlah azab itu dari kaum tersebut, keterangan ini dapat kita temukan dalam surat Yunus ayat 98, yang artinya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, peringatan-peringantan tegas dari Alloh ini seharusnya membuat kita, khususnya warga di sekitar bencana, untuk berinstropeksi diri. Apakah selama ini banyak perbuatan kita yang telah membuat Alloh murka? Sehingga Alloh mendatangkan azabnya. Aturan-atuaran Alloh tidak hanya sebatas pada pelaksanaan ibadah mahdoh seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Tetapi Alloh telah membuat aturan dalam semua bidang. Bisa jadi kita rajin shalat, berpuasa di bulan ramadhan dan menunaikan zakat, namun ternyata perilaku kita sehari-hari masih melanggar syariat yang telah Alloh tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan syirik (menyekutukan Alloh, mempercayai jimat, meyakini ada benda, hewan, atau tempat keramat yang dapat memberi berkah atau keselamatan, memohon dan berdoa selain kepada Alloh) merupakan penyebab terbesar turunnya azab Alloh kepada suatu kaum. Rosululloh memperingatkan, bahwa dosa syirik merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Alloh jika pelakukunya belum bertaubat hingga akhir hayatnya. Selain itu, dosa-dosa besar yang lain seperti zina (dan perbuatan-perbuatan yang mendekati zina), membunuh (termasuk aborsi), mengambil yang bukan haknya (termasuk korupsi), mengumbar aurat (baik pelaku maupun penontonnya), meminum khamar (termasuk narkoba), berjudi (termasuk taruhan), dan semacamnya, serta terlalu berlebihan menghabiskan waktu untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat, terutama tidak bermanfaat untuk kepentingan akherat (seperti nongkrong, jalan-jalan di mall, maen game online, ke diskotik, dan sebagainya) mungkin yang menjadikan azab itu Alloh timpakan. Maka, sudah selayaknya kita segera bertaubat, memohon ampun dan segera memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita malah seperti apa yang Alloh gambarkan dalam Surat Al Hajj ayat 11 tentang keadaan suatu kaum yang beriman ketika Alloh memberinya kebajikan (nikmat), namun imannya lemah. Sehingga ketika ia ditimpa bencana, ia pun kembali kafir. Kaum seperti ini Alloh sebut sebagai orang yang merugi di dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi[980]; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang[981]. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;[980]. Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;[981]. Maksudnya: kembali kafir lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan pula sebaliknya, beriman kepada Alloh hanya ketika mendapat bencana atau memohon sesuatu, tetapi ketika Alloh telah menyelamatkannya atau mengabulkan permohonannya, ia kembali ingkar. Alloh menggambarkannya dalam surat Al Ankabut ayat 65&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya[1158]; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[1158]. Maksudnya: dengan memurnikan ketaatan semata-mata kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau menuduh teman-teman di daerah bencana sebagai pelaku perbuatan-perbuatan zalim tersebut. Namun hanya suatu upaya untuk melaksanakan perintah Alloh dalam Surat Al 'Ashr ayat 3&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari saudara-saudaraku, kita kembali memurnikan ketaatan kita kepada Alloh. Menjalankan syariatnya, tidak hanya dalam ibadah-ibadah ritual saja, namun juga di seluruh aspek kehidupan kita. Selain itu, agar kita tahu apa saja aturan yang Alloh telah tetapkan, sehingga kita dapat mematuhinya, maka sudah selayaknya untuk meningkatkan pemahaman agama kita dengan rajin dan rutin mengikuti kajian-kajian dan majelis ilmu yang mengaji isi Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad, serta mengoleksi dan membaca buku-buku yang dapat menambah pengetahuan kita tentang agama yang selama ini kita peluk. Tentu dengan disertai membaca Al Quran itu sendiri secara rutin.&lt;br /&gt;Harapan saya, teman-teman juga ikut menyebarluaskan pesan ini, agar kita dapat memberikan pembelaan di hadapan Alloh kelak di akherat, sebagaimana keterangan Alloh dalam surat Al A'raf ayat 164&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, sekali lagi, kejadian ini jelaslah menunjukkan tanda kebesaran Alloh, dalam surat Al Mu'minum ayat 30 Alloh berfirman&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu)".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan tambahan&lt;/span&gt;, jika ada yang menanyakan mengapa di daeah lain yang jelas penduduknya jauh lebih zalim daripada wilayah di dekat merapi tidak mendapatkan azab sama sekali. Maka jawabannya terdapat dalam surat Al Hajj ayat 48&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Alloh berkehendak menangguhkan maupun mempercepat kapan datangnya suatu azab. Bagi yang azabnya dipercepat, bersyukurlah karena artinya kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki diri. Daripada kaum yang azabnya Alloh timpakan di akherat (neraka), tidak ada lagi kesempatan baginya untuk bertaubat.&lt;br /&gt;Ayat-ayat lain yang bisa menjadi tambahan bahan renungan. Silahkan periksa Surat Huud ayat 100-108, Surat Ath Thalaq ayat 8-12 dan Surat Zukhruf ayat 48.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1276334774215072983?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1276334774215072983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1276334774215072983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1276334774215072983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1276334774215072983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/renungan-bencana-merapi.html' title='Renungan bencana Merapi'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-t2tIPfp57cI/TXLrTCkoNcI/AAAAAAAAAJQ/NGsrWGesrIE/s72-c/pilihan%2Beditor-erupsi-merapi-08.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-650711824136392635</id><published>2011-03-05T09:25:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T09:50:36.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Begitu Mudahnya Ia Ditinggalkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim seharusnya membuat muslim di negara ini mudah menjalankan setiap ritual ibadahnya. Khususnya ibadah shalat. Dengan banyaknya penganut agama islam, maka shalat lima waktu akan terasa ringan dan mudah karena dikerjakan bersama-sama, banyak yang juga melakukan dan ada toleransi atau mudah mendapat ijin untuk meninggalkan aktivitasnya sejenak demi melaksanakan ibadah shalat. Berbeda dengan ketika berada di Negara yang minoritas muslim. Sebagai pekerja atau karyawan, ijin untuk meninggalkan pekerjaannya demi melaksanakan ibadah shalat sangat sulit diperoleh dari majikan atau pimpinan yang non muslim. Akhirnya, pelaksanaannya pun diam-diam dan diliputi rasa was-was. Dikerjakan sendirian atau hanya segelintir orang. Bahkan bisa jadi, pemeluk agama Islam di Negara yang mayoritas non muslim sering mengerjakan shalat lima waktu tidak di awal waktu, tidak berjamaah atau mungkin terpaksa menjamak-qoshor shalatnya. Padahal dalam hati mereka, mereka sangat merindukan bisa melaksanakan ibadah shalat dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontras dengan yang terjadi di Indonesia. Khususnya di kota-kota besar macam Jakarta. Sebulan lebih aku merantau di Jakarta, langsung saja aku temui beberapa kejadian yang nyata-nyata menunjukkan begitu mudahnya shalat ditinggalkan oleh pemeluk agama Islam. Pertama kali, saat perjalanan berangkat ke Jakarta. Aku berangkat jam 20.30 dari Solo. Sampai stasiun Bandung (transit dulu ke Bandung karena ada suatu keperluan) pukul 06.00. artinya shalat subuh hanya mungkin dilakukan di dalam kereta. Saat itu, gerbong yang aku tumpangi penuh. Kebanyakan laki-laki. Sehingga, tidak mungkin ada alasan libur. Aku perhatikan, mulai saat waktu subuh masuk (aku disms temanku yang di Bandung bahwa waktu subuh sudah masuk) sampai langit terang benderang, hanya ada dua orang yang beranjak ke toilet (pastinya untuk berwudhu), aku dan seorang Bapak-Bapak yang duduk beberapa kursi di depanku. Dengan asumsi jumlah muslim di Indonesia ada 80%, maka dimungkinkan jumlah muslim di gerbong kereta yang sama denganku juga 80%. Tapi yang melaksanakan shalat subuh tidak sampai 5%. (perhitungan kasarnya, jumlah penumpang 64, sekitar 80% muslim, atau 50 penumpang muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian kedua saat pulang mudik menjelang lebaran. Kali ini aku naik bus. Berankat pukul 13.30. Asumsiku semua mengawali perjalanan dengan menjamak shalat dhuhur dan ‘asar. Sekitar pukul 18.00, bus berhenti di rumah makan, buka puasa. Semua penumpang segera menuju ke tempat makan prasmanan yang sudah disediakan khusus bagi penumpang bus. Selesai makan, aku ke mushola, melaksanakan shalat maghrib dan isya secara jamak-qoshor. Waktu aku datang ke mushola, tidak banyak orang di sana. Hanya ada beberapa orang yang sedang shalat sendiri-sendiri. Karena tidak yakin mereka shalat jamak juga, aku putuskan untuk shalat sendiri. Selesai shalat, orang-orang yang ada di mushola sudah berganti. Aku pun segera ke bus. Ternyata hanya aku dan temanku (temanku lagi libur, jadi nunggu di luar mushola) yang belum masuk bus. Setelah kami masuk, bus segera berangkat. Dalam hati, aku sempat su’udzon, apa para penumpang lain tidak shalat? Aku tadi makan dan shalat dengan cukup cepat.Shalat jamak-qoshornya pun hanya lima raka’at. Jika mereka juga melaksanakan shalat jamak-qoshor, misalnya sebelum makan, harusnya mereka masih makan atau selesai bersamaan denganku. Sayangnya waktu itu aku tidak memperhatikan para penumpang bus, apakah sama dengan yang tadi aku temui shalat juga di mushola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya, bus berhenti sekitar jam 03.00 untuk sahur. Selesai makan sahur, sebelum masuk waktu subuh, bus berjalan. Akhirnya aku shalat subuh di bus. Dan aku perhatikan, kali ini tidak ada yang beranjak ke toilet selain aku hingga langit terang benderang. Jam 07.00 aku sampai di Kartasura. Aku dan temanku turun. Meninggalkan pertanyaan besar dalam benakku. Mereka mudik lebaran, bukankah berarti mereka muslim? Ini bulan Ramadhan, bukankah sangat eman-eman meninggalkan ibadah wajib sekelas Shalat lima waktu? Aku masih tidak habis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, saat perjalanan kembali ke Jakarta. Kini aku perhatikan baik-baik para penumpangnya. Aku ingin memastikan. Mereka nanti shalat maghrib dan isya’ di mushola tidak. Seperti perkiraan, sekitar pukul 19.00 bus berhenti untuk makan malam. Aku dan temenku segera makan, kami percepat. Selesai makan kami segera ke mushola. Masuk mushola kosong. Aku tadi lihat ada beberapa orang penumpang bus yang sama denganku juga sedang wudhu. Aku ingin mengajak mereka shalat berjama’ah. Mereka pastinya shalat jamak juga kan? Begitu pikirku. Seorang Bapak-Bapak yang aku yakin beliau satu bus denganku, tempat duduknya di depan sebelah kanan kursiku. Sebagai orang yang lebih muda, aku persilahkan beliau dengan sangat sopan untuk menjadi imam, “Pak jama’ah ya, shalat jamak maghrib isya’ kan?” kataku sambil mempersilahkan beliau ke depan. Tetapi jawaban Bapaknya membuatku shock, “enggak kok, tadi nggak maghrib”. Belum hilang kekagetanku dan kebingunganku mencerna jawaban Bapaknya, seorang pemuda yang masuk mushola tepat ketika aku bertanya pada Bapak tadi menambahi, “tadi udah maghrib”, terus dia menuju ke depan dan shalat, sendiri, Bapak tadi juga kemudian menyusul shalat, sendiri juga. Aku masih bingung, tapi kemudian aku putuskan shalat jama’ah dengan temanku, berdua saja. Shalat maghrib-isya’ jamak-qoshor. Ketika selesai shalat maghrib sebelum berdiri untuk shalat isya’ aku lihat Bapak dan pemuda tadi sudah tidak ada. Selesai shalat isya’, kami segera ke bus. Lagi-lagi kami penumpang terakhir yang masuk bus. Aku lihat pemuda yang ada di mushola tadi duduknya di depan Bapak tadi. Sepertinya mereka satu rombongan. Jika benar yang pemuda tadi katakan, “tadi udah maghrib”, kapan mereka mengerjakannya? Bus sampai di rumah makan sekitar pukul 19.00, waktu maghrib sudah hampir habis atau malah sudah habis. Jika mereka shalat di bus, kenapa aku tidak melihat mereka ke toilet (tempat dudukku di belakang mereka), kalaupun mereka tayamum, bukankah tidak boleh jika masih terdapat air? Kemudian yang paling membingungkan adalah jawaban sang Bapak, “enggak kok, tadi nggak maghrib”, artinya Bapak tadi tidak shalat maghrib karena waktunya telah lewat? Apa beliau tidak tahu tentang aturan shalat jamak? Aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meyakinkan hal itu, ketika masuk waktu subuh, aku perhatikan lagi kedua orang tadi. Dari tempat dudukku terlihat posisi mereka yang sedang tidur. Dari massuk waktu subuh hingga langit terang lagi-lagi aku tidak merasa ada yang ke toilet atau melakukan gerakan shalat di tempat dudukknya (entah untuk yang duduk di kursi belakangku). Kedua orang yang kemaren aku temui shalat isya’ di mushola itupun tidak tampak menunaikan shalat subuh di bus. Begitu mudahkah bagi mereka meninggalkan shalat fardhu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita di kantor. Obrolan ringan dengan sesama guru maupun karyawan lain sering aku lakukan. Sampai suatu saat, ada seorang yang dengan tenangnya mengatakan, “tadi bangunku kesiangan jam 6 lebih baru bangun, langsung nyiapin kebutuhan anak-anak, sampai gak shalat subuh”. Aku yang kaget mendengar pernyataan itu langsung menanggapi, “lha kok gak shalat subuh dulu, shalat subuh cuma bentar kan?” aku pikir alasan beliau tidak shalat subuh karena terburu-buru untuk nyiapain kebutuhan dua anaknya. Ternyata dugaanku salah, bilau menjawab, “lha udah terang gitu, waktu subuh kan udah lewat?”, aku segera membenarkan, “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Bener-bener karena ketiduran kan? Harusnya shalat dulu. Gak papa”. Beliau masih sempet menanyakan, apa boleh shalat subuh setelah matahari terbit? Kujawab saja boleh. Sebenarnya mau menceritakan dalil dibolehkannya mengqodo’ shalat subuh dengan alasan ketiduran (tidak disengaja), yakni saat Nabi dan rombongannya tertidur dalam suatu perjalanan, dua orang sahabat yang diminta berjaga dan membangunkan saat masuk waktu subuh pun juga ketiduran. Merea terbangun terbangun setelah unta-unta mereka bersuara karena merasakan panasnya tanah akibat teriknya matahari, Nabi dan rombongnnya tetap melaksanakan shalat subuh setelah mereka bangun. Padahal saat itu sudah masuk waktu dhuha. Tetapi karena ada yang beragama non muslim, aku mengurungkan niat untuk menceritakan kisah itu, takut disindir “Nabi kok shalatnya telat”. Aku sedang tidak ingin berdebat waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, ibadah fardhu ‘ain yang sangat penting dan menjadi tiangnya agama ini. Bagaimana mungkin Islam bisa berdiri tegak jika para pemeluknya menyepelekan ibadah shalat? Bahkan ilmu pengetahuan tentang shalat, aturan shalat jamak, shalat qoshor maupun aturan mengqodo’ shalat yang terlewat waktunya tidak dimengerti. Bukankah ilmu itu diajarkan di bangku sekolah? Apakah mereka tidak memiliki keinginan dan ketertarikan untuk mempelajari agama yang mereka yakini? Jika demikian, apakah berarti mereka juga tidak memiliki keinginan dan ketertarikan dengan balasan yang Alloh janjikan di kehidupan akherat?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-650711824136392635?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/650711824136392635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=650711824136392635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/650711824136392635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/650711824136392635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/begitu-mudahnya-ia-ditinggalkan.html' title='Begitu Mudahnya Ia Ditinggalkan'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7757206191362239761</id><published>2011-03-05T09:03:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T10:23:17.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Kesenjangan itu terlihat jelas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat di rumah, di Katosuro, 18 tahun aku habiskan hidupku di kota kecil itu, di pinggiran Solo. Saat itu aku belum begitu memperhatikan mengenai kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Tetanggaku memang ada yang kaya. Punya mobil, rumah bagus, tapi penampilannya biasa saja. Orang tua ku cerita kalau tetanggaku itu penghasilannya ratusan ribu rupiah per hari. Tapi aku melihat anak-anaknya biasa saja. Sering ngajak kami maen futsal bareng, terkadang dia yang bayarin kalo ada anak yang gak mau ikut karena gak ada uang. Atau ngajak renang bareng. Dengan gaya dan penampilan yang sama dengan kami, anak orang miskin. Sekolahnya memang sekolah swasta yang bagus, berbeda dengan kami yang sekolah di negeri karena lebih murah. Dia berangkat sekolah memang dengan naik motor bagus, tapi dia tidak sungkan ketika menemani kami bersepeda bareng ke pengging, tempat pemandian untuk renang. Jadi saya merasa tidak ada perbedaan dan kesenjangan yang mencolok antara orang kaya dan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika empat tahun kuhabiskan waktuku di Jogja. Aku memang benemukan orang-orang kaya atau lebih tepatnya anak orang kaya di sekelilingku. Aku punya teman yang berangkat dan pulang sekolah naik mobil sendiri. Ada juga yang uang sakunya satu juta sebulan (yang sama dengan uang sakuku selama tiga bulan). Atau tiap pekan ngajakin nonton ke bioskop dan jalan-jalan di mall. Meskipun demikian, ketika sama-sama beraktivitas di kampus, gaya dan pakaian mereka tidak jauh berbeda dengan saya. Cara bicara dan bercandaannya pun sama saja. Kebingungannya dalam masalah pelajaranpun tidak jauh berbeda dengan kebingunganku. Ngajak aku maen ke rumahnya, naik mobilnya, minjemi aku laptop bahkan samapai aku bawa pulang, nraktir aku nonton di bioskop, semua itu juga membuatku merasa bahwa dia bukan “orang kaya”. Dia hanyalah seorang teman yang baik hati, suka menolong, suka berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, baru satu bulan aku merantau ke Jakarta. Perbedaan antara si kaya dan si miskin benar-benar tampak nyata. Jelas sejelas-jelasnya. Aku punya rekan kerja. Dia selalu membawa bekal makan siang dan makan malamnya dari rumah. Masakan istrinya tentu. Nasi sayur dan lauk. Kadang tahu, kadang tempe. Sangat jarang beliau membawa telur untuk lauknya alih-alaih daging ayam. Padahal jajan di warteg dekat kantor sebenarnya tidak terlalu mahal. Anggap saja nasi sayur lauk gorengan Rp.5000,-. Untuk makan siang dan malam hanya menghabiskan Rp.10.000,- dalam satu bulan (25 hari jam kerja) hanya keluar uang Rp.250.000,- angka yang kecil sebenarnay untuk gajinya yang mencapai Rp.2.000.000,-. Tetapi beliau memilih untuk membawa bekal dari rumah dengan perhitungan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit. Meski menurut perkiraanku selisihnya tidak seberapa. Namun dengan selisih ini beliau bisa menabung atau menambah kebutuhan keluarganya. Sebuah analisis finansial yang luar biasa cermat. Ada juga seorang rekan kerja, perempuan, yang memilih jalan kaki ke kantor untuk menghemat ongkos transportasi. Beliau lebih memilih capek daripada mengeluarkan ongkos Rp.1.000,- untuk naik angkot. Lagi-lagi perhitungan finansial yang cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak belakang dengan hal itu, aku punya murid yang sudah tiga kali ini (dalam satu bulan) aku ketahui mereka bertiga makan siang di pizza hut sebelum belajar di tempatku. Padahal kita tahu, satu porsi makan di pizza hut harganya belasan ribu. Ini anak SMA. Kebetulan letak pizza hut tidak jauh dari tempat lesku. Jadi mereka bertiga (datang dengan mobil masing-masing) memarkir mobilnya di pizza hut (yang parkirannya luas, beda dengan tempat lesku yang sempit). Lain lagi cerita tentang murid cewekku. Libur lebaran kemaren dia jalan-jalan ke “Aussy”, begitu dia menyebutnya. Di sana dia membeli aksesori yang lucu dan menarik (tentu di Indonesia gak ada aksesori macam itu), dia pamerkan kepada temannya yang saat itu satu kelas di dalm kelasku. Temannya tentu saja protes, “kok kamu gak beliin aku sih? Kamu kan tahu aku suka koleksi kayak gitu juga?”. Si murid cewekku yang baru pulang dari Aussy itu pun menjawab dengan ringan, “iya, ntar klo aku ke sana lagi aku beliin”. Percakapan itu mengingatkanku pada salah seorang rekan kerjaku. Ketika aku tanya, “Pak, mudik pak?”. Beliau menjawab, “Tidak Pak, eman-eman duit buat mudik. Mending buat beli susu anak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti sampai di sini? Tentu tidak. Saat menunggu jemputan, salah seorang murid duduk di lobi kantor sambil entah sms-an atau online dengan black berrynya. Saat itu, di lobi itu pun aku dan Mr. Lao She (guru bahasa mandarin) sedang mengobrolkan banyak hal. Obrolan kami akhirnya sampai pada masalah pulsa hp. Tiba-tiba Mr. Lao She bertanya pada sang murid yang lagi asyik dengan hpnya. “Dek, kamu sebulan habis pulsa berapa?”. Murid itu sempat kaget, tapi kemudian menjawab, “gak tahu Pak” kemudian ia menambahkan, “tiap minta ayah untuk diisi, langsung diisi ma ayah”. Mr Lao She melanjutkan pertanyaannya, “tiap minta diisi, diisi berapa ma ayahmu?”. Ia pun menjawab, “kadang 50 kadang 100”. Tentu yang ia maksud Rp.50.000,- dan Rp.100.000,-.Mr. Lao She masih melanjutkan, “50 atau 100 itu habis gak sebulan?”. Sang murid hanya senyum-senyum menanggapi pertanyaan itu. Mr. Lao She langsung menyimpulkan, “berarti sekitar 50 sampai 100 ya ongkos pulsa sebulannya?”. Sayangnya aku tidak mengajar murid cewek yang satu ini. Jadi aku tidak tahu dia kelas berapa. Aku taksir mungkin anak kelas XI atau XII. Menghabiskan pulsa seratus ribu sebulan. Atau bahkan lebih karena dia bilang tiap minta diisi, ayahnya selalu ngisi. Tanpa ada batasan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini lah yang mungkin menjadi penyebab iklim atau suasana di Jakarta menjadi tidak sehat. Orang miskin akan merasa iri, bahkan mungkin sangat iri dengan kemewahan orang kaya. Sedangkan orang kaya menganggap orang miskin tidak perlu dikasihani karena menganggap mereka malas. Aku jadi ingat kata-kata seorang rekan kerja, “ketika hidup di Jakarta, saya bener-bener ketularan bersikap keras mas, dulu waktu masih di Malang lihat seorang pengemis gitu rasanya kasihan. Ada receh atau ribuan selalu saya kasih. Tapi setelah di Jakarta, jangankan ribuan, ada receh pun saya gak mau kasih. Bukan apa-apa mas, tapi sering lihat, pengemis di Jakarta itu bohong-bohongan semua. Pura-pura bisu atau buta padahal enggak. Pura-pura bawa anak, padahal anak sewaan. Rasa kasihan ini jadi udah gak ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang ada di luar Jakarta tentu sangat mengidam-idamkan bisa menjadi kaya dan sukses seperti orang Jakarta yang sering mereka lihat di tivi-tivi. Sesampainya di Jakarta, jika keimanan dan mental mereka tidak kuat menghadapi kerasnya kehidupan ibu kota Jakarta, serta didorong dengan rasa iri akan kemewahan orang-orang yang sudah kaya dan ditambah juga dengan dorongan untuk bisa pulang kampung sambil membanggakan kekayaannya kepada keluarga dan tetangganya, maka mereka akan menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya. Tak peduli dengan nasib orang-orang yang mereka rugikan karena ulah mereka. Ketika mereka dinasehati atau mungkin hati kecilnya berontak, mereka akan menjawab, “mencari yang haram aja sudah susah Bang, apalagi suruh nyari yang halal” atau dengan jawaban, “kalo gak gini gak bisa makan Bang?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah kita akan membiarkan kota Jakarta terus seperti ini????? Yang besar kemungkinan juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7757206191362239761?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7757206191362239761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7757206191362239761' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7757206191362239761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7757206191362239761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2011/03/kesenjangan-itu-terlihat-jelas.html' title='Kesenjangan itu terlihat jelas'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6219454253965630669</id><published>2010-01-04T01:47:00.000-08:00</published><updated>2011-03-13T07:46:01.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Resensi "JSCe, JSCo, JSJ"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HHETfEkeI/AAAAAAAAAIw/djK47NeFIkw/s1600-h/cover-buku-jangan-sadarin-jilbaber-cvt2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HHETfEkeI/AAAAAAAAAIw/djK47NeFIkw/s400/cover-buku-jangan-sadarin-jilbaber-cvt2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422834303094788578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HGpC1yooI/AAAAAAAAAIo/qXiv2qWINLk/s1600-h/jsco-kover-buat-fs.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HGpC1yooI/AAAAAAAAAIo/qXiv2qWINLk/s400/jsco-kover-buat-fs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422833834770211458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HGb4a6l6I/AAAAAAAAAIg/Ioi2KP6Vkgc/s1600-h/chio_cover_revisi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HGb4a6l6I/AAAAAAAAAIg/Ioi2KP6Vkgc/s400/chio_cover_revisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422833608634832802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga buku yang akan memporak - porandakan pikiran kita, menaikkan emosi kita, membuat perasaan kita tertusuk, membuat kita serasa ingin mencaci maki si penulis, tapi kemudian, secara sadar, kita pun akan berkata, benar juga ni apa yang disampaikan penulis. begitulah kesan beberapa orang yang sudah membaca ketiga buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengan baca??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera pesan ke Saya. Edisi terbatas. Buruan sebelum kehabisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga :&lt;br /&gt;Jangan Sadarin Cewek (JSCe) = Rp 28.000&lt;br /&gt;Jangan Sadarin Cowok (JSco) = Rp 27.000&lt;br /&gt;Jangan Sadarin Jilbaber (JSJ) = Rp 20.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penulis:&lt;br /&gt;-chio-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penerbit:&lt;br /&gt;-diandra&lt;br /&gt;-balai siasat&lt;br /&gt;-anomali buku unik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6219454253965630669?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6219454253965630669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6219454253965630669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6219454253965630669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6219454253965630669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2010/01/resensi-jsce-lsco-jsj.html' title='Resensi &quot;JSCe, JSCo, JSJ&quot;'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/S0HHETfEkeI/AAAAAAAAAIw/djK47NeFIkw/s72-c/cover-buku-jangan-sadarin-jilbaber-cvt2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2653567423528182365</id><published>2010-01-03T18:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T01:46:06.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Menuliskan kembali</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Andai aku dokter, aku akan buka praktek yang pasien – pasienku tidak terbebani masalah administrasi .&lt;br /&gt;Andai aku desainer, aku akan mendesain bangunan yang ecodesain, back tu nature, recycle the waste,&lt;br /&gt;Andai aku guru, aku akan mendidik murid – muridku dengan kasih sayang, dengan pendekatan emosional,&lt;br /&gt;Andai aku enterprenure, aku akan mensejahterakan karyawanku&lt;br /&gt;Andai aku PNS, aku tidak akan korupsi, baik korupsi uang maupun korupsi waktu&lt;br /&gt;Andai aku Ibu rumah tangga, aku akan selalu ada untuk suami dan anak - anakku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01 januari 2010&lt;br /&gt;Catatan seorang calon istri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2653567423528182365?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2653567423528182365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2653567423528182365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2653567423528182365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2653567423528182365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2010/01/menuliskan-kembali.html' title='Menuliskan kembali'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8618436383564528792</id><published>2009-12-23T01:29:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T01:35:52.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kisah - kasih di Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHkXa1_XsI/AAAAAAAAAHw/0A3iX50NfOs/s1600-h/13499408.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHkXa1_XsI/AAAAAAAAAHw/0A3iX50NfOs/s320/13499408.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418362917697314498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 06.50&lt;br /&gt;Jalan Raya Solo – Yogya, Perempatan pasar Klewer, Gatak.&lt;br /&gt;Sambil menunggu lampu lalu lintas menyala hijau, ku tengok jam tanganku, “uh..sepuluh menit lagi….” batinku. Gara – gara lupa tidak berdoa sebelum berangkat tadi -mungkin- Alloh memberiku peringatan, ban sepeda motorku bocor. Meski keluar dari rumah pukul enam lewat lima belas seperti biasa, baru kali ini aku khawatir akan terlambat. Ya! Sekolah memang sudah sejak lama membuat aturan ketat mengenai kedisiplinan, terutama disiplin waktu. Pukul tujuh lewat semenit saja, pintu gerbang pasti sudah ditutup. Siswa yang datang terlambat, jika tidak mempunyai alasan yang kuat, jangan harap bisa segera mengikuti pelajaran. Guru BK akan memberikan untaian nasehat yang bijak, namun cukup panjang dan lebar. Setelah mendapat nasehat dari beliau, kami pasti akan merasa sangat malu dan berjanji untuk tidak terlambat lagi.&lt;br /&gt;Suara klakson kendaraan membuyarkan lamunanku, trafic light telah menyala hijau. Aku segera tancap gas sembari mengucap basmallah. Ini untuk pertama kalinya aku ngebut, “Ibu, maaf” batinku, “Bukan bermaksud menentang perintah ibu untuk tidak ngebut, tapi ini dalam keadaan darurat. Ya Alloh…! Lindungi hamba”. Dengan kecepatan yang cukup tinggi, aku membelah jalan Solo – Yogya, lurus menuju ke utara. Alhamdulillah lalu lintas pagi ini tidak begitu padat, meski juga tidak bisa dikatakan sepi. Keahlianku mengendaraiku motor benar – benar diuji di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 06.58&lt;br /&gt;Gerbang SMA Negeri 1&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, gerbang sekolah belum ditutup”. Aku segera masuk, menyapa Pak Budi, yang kami juliki juru kuncinya SMA 1, kemudian menuju ke tempat parkir motor. Hal lain yang kurang menyenangkan jika datang hampir terlambat adalah harus memarkir motornya di tempat yang paling jauh dari pintu ke luar. Peraturan parkir ini, meski tidak ada petugas yang mengawasi, dilaksanakan dengan penuh kesadaran oleh semua siswa. Namun peraturan ini tidak begitu bermasalah bagiku. Toh, teman – teman memarkir motornya dengan sangat rapi. Tidak ada bagian motor yang terlalu menjorok maju, maupun terlalu ke belakang. Sehingga untuk melewatinya, tidak ada hambatan sama sekali. Setelah memarkir motor, aku segera ke kelas. Alhamdulillah, bel tanda masuk berbunyi bersamaan dengan salam yang aku ucapkan ketika masuk kelas. Seketika, teman – teman di kelas kompak menjawab salam ku dengan lengkap. Ku perhatikan, tidak ada seorang pun yang tidak beraktivitas di kelas. Di deretan bangku sebelah kiri ada sekelompok siswa yang tampak asyik mendiskusikan sesuatu, sebagian lagi membaca buku pelajaran maupun buku pengetahuan yang lain. Di deretan bangku sebelah kanan, beberapa siswi sibuk membaca buku dan bahkan ada yang sedang memegang mushaf. Muroja’ah barangkali. Teguh, teman sebangku ku segera menyambut, menjabat erat tanganku dan  mempersilahkan aku duduk. &lt;br /&gt;”Gak biasanya antum datang mepet waktu begini?” Ia langsung menodongku dengan pertanyaan yang sudah aku tebak sebelumnya.&lt;br /&gt;Sebelum aku sempat menjawab, Pak Burhan, Guru Matematika yang mengajar di jam pertama ini keburu masuk.&lt;br /&gt;”Dilanjutin ntar pas jam istirahat ya!” jawabku singkat.&lt;br /&gt;Pelajaran pun dimulai. Selama pelajaranan berlangsung, seluruh siswa khusyu’ memperhatikan. Ketika diminta oleh Pak Guru untuk bertanya maupun menjawab soal di depan kelas, seluruh siswa pun akan berebutan menunjukkan kemampuannya. Aku sangat menyukai suasana kelas seperti ini. Penuh persaingan, sehingga aku pun selalu bersemangat untuk belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.17&lt;br /&gt;Mushola SMA Negeri 1&lt;br /&gt;Memasuki jam istirahat pertama, aku bersama Teguh dan sebagian besar teman – teman sekelas menuju ke Mushola. Sembari jalan, kami melanjutkan obrolan yang terputus tadi. Sesampainya di Mushola, ternyata Mushola sudah dipadati oleh sebagian besar siswa. Ketika masuk jam istirahat, mushola memang menjadi tujuan utama untuk menunaikan anjuran Rosululloh, yakni sholat dhuha. Hanya sebagian kecil saja siswa yang mengisi waktu istirahatnya di kantin -karena paginya belum sempat sarapan- .Di Mushola berlantai dua ini, kami tidak perlu merasa rikuh karena tempat wudhu dan tempat sholat antara siswa dan siswi dipisah. Tempat wudhu putri berada di sebelah timur laut, dan langsung dihubungkan dengan tangga ke lantai dua. Sedangkan tempat wudhu putra berada di sebelah barat daya. Jumlah keran wudhu yang sudah mencapai dua belas buah ini tetap saja tidak mencukupi. Kami tetap harus mengantri. Namun sembari mengantri, kami bisa membaca tulisan – tulisan yang ditata rapi di dinding tempat wudhu. Tulisan ini dikelola oleh para pengurus Rohis, namun tiap siswa berkesempatan untuk saling menasehati dan menularkan ilmunya melalui mading ini.&lt;br /&gt;Selesai sholat dhuha, aku tidak segera kembali ke kelas. Masih ada waktu sekitar 5 menit lagi sebelum masuk pelajaran jam ke empat. Aku sempatkan untuk bertilawah, entahlah, aku merasa sangat nyaman dan betah berlama – lama di mushola ini, meski tanpa AC dan kipas angin. Sepertinya, tidak hanya aku saja yang merasa demikian. Sebagian besar siswa tetap bertahan di mushola selesai shalat dhuha. Ada yang melakukan aktivitas yang sama seperti yang kulakukan, ada yang membaca – baca buku, dan ada pula yang berkelompok mendiskusikan sesuatu. Sebagian lagi, menuju perpustakaan yang berada di sebelah timur mushola. Banyak hal yang aku banggakan dari perpustakaan sekolahku . Selain karena koleksinya sangat lengkap dan selalu up-date, penataan buku – bukunya pun sangat rapi. Buku – buku pelajaran dan buku – buku keilmuwan di letakkan di rak sebelah timur dan barat. Bagian timur untuk buku – buku eksak, dan bagian barat untuk buku – buku sosial. Sedangkan sebelah utara berisi buku – buku agama. Di bagian buku – buku islam, koleksinya tidak kalah dengan perpustakaan masjid besar. Kitab – kitab karya Ulama – ulama besar dari dalam dan luar negeri pun nongkong di sini. Ruang baca berada di tengah – tengah. Ada skat yang memisahkan satu meja dengan meja di sebelahnya. Namun, sekat ini dapat dilepas jika kita ingin berdiskusi dengan teman di sebelah kita. Selain menyediakan koleksi berupa buku pelajaran atau buku keilmuwan dan buku agama, perpustakaan ini juga mengoleksi majalah, surat kabar, e-book, soft ware komputer, dan masih banyak yang lain, yang ditaruh di rak bagian selatan, bersebelahan dengan meja pustakawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 11.45&lt;br /&gt;Mushola SMA Negeri 1&lt;br /&gt;Adzan yang berkumandang dari mushola membahana ke seluruh penjuru sekolah. Setiap muslim yang mendengar kumandang adzan ini segera menyudahi aktivitasnya dan menuju ke mushola. Tidak ketinggalan, Bapak - Ibu Guru, karyawan dan penjaga kantin pun ikut shalat berjamaah di mushola. Jika Bapak Kepala Sekolah ada, beliulah yang akan menjadi imam. Jika tidak, Guru agama kami, Pak Fauzi lah yang akan menjadi imam. Selesai shalat dan berdzikir, seperti biasa, ada semacam kultum yang diberikan oleh siswa, sesuai dengan penjadwalan yang telah dibuat para pengurus Rohis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 13.45&lt;br /&gt;Parkiran SMA Negeri 1&lt;br /&gt;Sepulang sekolah, tidak ada agenda kegiatan organisasi yang ku ikuti. Aku pun segera menuju parkiran. Aku baru ingat kalau tadi pagi aku datang hampir terlambat. Aku harus bersabar menunggu teman – teman yang parkir di dekat pintu keluar untuk keluar lebih dulu. Sembari menunggu, aku perhatikan kesibukan teman – teman. Aku bersyukur letak tempat parkir putra dan putri tidak dicampur. Jika berjejalan seperti ini dengan lawan jenis, betapa rikuhnya. &lt;br /&gt;Akhirnya parkiran mulai sepi. Aku pun beranjak keluar mengendarai sepeda motorku. Sebelum keluar dari gerbang sekolah, sempat terbaca tulisan yang tertempel di pintu gerbang. Tulisan ini selalu ku baca karena posisi dan isinya yang sangat menarik. Tulisan itu berbunyi, ”Selamat Jalan, teruslah belajar untuk dunia dan akheratmu”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8618436383564528792?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8618436383564528792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8618436383564528792' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8618436383564528792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8618436383564528792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/kisah-kasih-di-sekolah.html' title='Kisah - kasih di Sekolah'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHkXa1_XsI/AAAAAAAAAHw/0A3iX50NfOs/s72-c/13499408.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5995317188416113818</id><published>2009-12-23T00:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T01:26:38.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Resensi film Avatar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHcV3akevI/AAAAAAAAAHo/bMnAzRF9Ew4/s1600-h/film22011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHcV3akevI/AAAAAAAAAHo/bMnAzRF9Ew4/s320/film22011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418354094914173682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avatar, berkisah tentang Jake Sulley, seorang mantan mariner yang “terpaksa” mengikuti program avatar di planet Pandora karena saudara kembarnya yang seharusnya melakukan program tersebut tertembak oleh perampok. Planet Pandora terletak sekitar 5 tahun perjalanan dari bumi. Di Pandora terdapat mineral tambang melimpah yang sangat langka dan mahal. Namun, rencana proyek penambangan tersebut terhambat karena bangsa Na’vi, penduduk asli planet pandora mendiami kawasan yang merupakan daerah tempat mineral tersebut terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace, seorang ilmuwan yang dipekerjakan di tempat itu memiliki proyek yang dinamai avatar, mereka ”menciptakan” makhluk dengan wujud mirip dengan penduduk Na’vi, badan tinggi besar, berkulit biru dan berekor. Kemudian para avatar yang terpilih –termasuk jake Sulley- ditransfer ”jiwa” nya masuk ke dalam makhluk Na’vi buatan. Agar mereka dapat mempelajari bahasa bangsa Na’vi, kebiasaan, adat dan keinginan bangsa pribumi (lebih tepatnya bangsa pripandora) tersebut. Sehingga, mereka bisa meminta bangsa Na’vi meninggalkan tempat tinggal mereka dengan kompensasi tertentu. Tanpa harus terjadi pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana, pimpinan proyek pertambangan di planet pandora tidak mau menunggu terlalu lama, mereka berkeinginan untuk mengusir bangsa Na’vi secara paksa, dimulailah dilema  pada diri Jake Sulley, antara mengkhianati bangsa Na’vi (karena ia telah dianggap sebagai bagian dari penduduk Na’vi) ataukah mengkhianati bangsanya sendiri – manusia- . Terlebih lagi, Jake Sulley jatuh hati kepada Neytiri, putri dari kepala suku bangsa Na’vi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sepintas, film ini dikemas dengan sangat apik, sound efek dan visualnya terasa sangat nyata. Penggambaran hutan belantara yang penuh dengan tumbuhan dan hewan unik pun terasa sangat apik. Namun, ketika memperhatikan dengan seksama, terdapat beberapa hal yang kurang ”jelas” dan sedikit aneh dalam film tersebut, terkesan dipaksakan. Beberapa diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1.Kondisi planet pandora yang tidak terdapat / miskin oksigen. Dalam berbagai kesempatan, manusia yang berada di luar / alam bebas harus menggunakan alat bantu pernafasan. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana mereka mencukupi kebutuhan oksigen mereka selama ini?? Mereka tinggal di pandora cukup lama, dengan jumlah personal yang sangat banyak, lalu dari mana oksigen yang selalu mengisi tiap ruang di dalam pangkalan tempat mereka tinggal??? Di situ tidak diceritakan dan tidak dijelaskan. Apakah mereka memiliki pepohonan dari bumi sebagai produsen oksigen, atau kah mereka sudah memiliki mesin penghasil oksigen?? Sebagai sebuah film fiksi ilmiah, hal ini merupakan kelemahan yang sangat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kebiasaan dan adat bangsa Na’vi berbeda dengan adat orang bumi, mereka tidak mengenal salaman sebagai ungkapan persahabatan, namun ketika menggambarkan kemesraan Jake Sulley dalam tubuh Na’vi dengan Neytiri, kebiasaan yang sama dengan di bumi (pelukan, ciuman dan cumbuan) tetap persis sama. Aneh bukan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hal lain yang cukup disayangkan adalah ketika terjadi perang antara manusia (dengan kecanggihan peralatan perangnya) melawan bangsa Na’vi dengan kesederhanaanya (busur panah dan hewan tunggangan), Jake Sulley sebagai mantan tentara dan pimpinan perang bangsa Na’vi memilih pertarungan frontal, tanpa mengunakan strategi – strategi perang yang sebenarnya dapat dibuat menjadi lebih menarik. Meskipun pada akhirnya nanti ingin digambarkan bangsa Na’vi yang mulai terdesak, setidaknya sosok Jake Sulley sebagai orang yang dipilih oleh ”Eyvra” –Dewa bangsa Na’vi- bukanlah orang sembarangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanapun juga, film ini sangat layak untuk ditonton, meski terdapat adegan yang seharusnya tidak lolos sensor. Nilai – nilai yang diangkat dalam film ini, terutama mengenai pelestarian lingkungan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi para penontonnya. Saat adegan para tentara menghancuran rumah pohon sebagai tempat tinggal bangsa Na’vi dengan begitu kejamnya, sangat terasa bagaiman sedihnya mereka. Itu jugalah yang seharusnya kita rasakan ketika kita melakukan perbuatan yang merusak lingkungan, rasa sedih bagi yang mengalami efeknya secara langsung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan, pesan terakhir sebelum resensi ini saya tutup. Jangan sampai anda terlena, dengan menganggap orang Amerika sudah menyadari tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Tidak!! Anda salah jika berpikiran seperti itu. Mereka membaut film ini hanya sebagai pembentuk persepsi bahwa mereka peduli pada lingkungan, padahal sesungguhnya tidak. Ada banyak perbuatan mereka yang jelas – jelas menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Jadi, jangan salah mengira........!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5995317188416113818?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5995317188416113818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5995317188416113818' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5995317188416113818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5995317188416113818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/resensi-film-avatar.html' title='Resensi film Avatar'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SzHcV3akevI/AAAAAAAAAHo/bMnAzRF9Ew4/s72-c/film22011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2819902825053303203</id><published>2009-12-20T22:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T01:27:04.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><title type='text'>PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB</title><content type='html'>Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,&lt;br /&gt;    seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental&lt;br /&gt;    Children's Organization ( ECO ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy8T0iIUt0I/AAAAAAAAAHg/KJUuNIP-hr8/s1600-h/severn-suzuki-p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy8T0iIUt0I/AAAAAAAAAHg/KJUuNIP-hr8/s320/severn-suzuki-p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417570669985838914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri&lt;br /&gt;    untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah&lt;br /&gt;    lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,&lt;br /&gt;    dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah&lt;br /&gt;    pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa&lt;br /&gt;    pemimpin dunia terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga&lt;br /&gt;    bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai&lt;br /&gt;    ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan&lt;br /&gt;    tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental&lt;br /&gt;    Children Organization&lt;br /&gt;    Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12&lt;br /&gt;    dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,&lt;br /&gt;    Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk&lt;br /&gt;    bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda&lt;br /&gt;    sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di&lt;br /&gt;    sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan&lt;br /&gt;    masa depan bagi diri saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum&lt;br /&gt;    atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi&lt;br /&gt;    semua generasi yg akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia&lt;br /&gt;    yang tangisannya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat&lt;br /&gt;    yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan&lt;br /&gt;    habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena&lt;br /&gt;    berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena&lt;br /&gt;    saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa&lt;br /&gt;    tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.&lt;br /&gt;    Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu&lt;br /&gt;    persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar&lt;br /&gt;    binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan&lt;br /&gt;    burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal&lt;br /&gt;    tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini&lt;br /&gt;    ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap&lt;br /&gt;    bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua&lt;br /&gt;    pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki&lt;br /&gt;    semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa&lt;br /&gt;    anda sekalian juga sama seperti saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.&lt;br /&gt;    Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai&lt;br /&gt;    asalnya.&lt;br /&gt;    Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang&lt;br /&gt;    telah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di&lt;br /&gt;    tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak&lt;br /&gt;    tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota&lt;br /&gt;    perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah&lt;br /&gt;    ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi&lt;br /&gt;    - dan anda semua adalah anak dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua&lt;br /&gt;    adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih&lt;br /&gt;    dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi&lt;br /&gt;    udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan&lt;br /&gt;    tidak akan mengubah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita&lt;br /&gt;    semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu&lt;br /&gt;    untuk tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak&lt;br /&gt;    ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami&lt;br /&gt;    membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.&lt;br /&gt;    Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi&lt;br /&gt;    dengan mereka yang memerlukan.&lt;br /&gt;    Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk&lt;br /&gt;    kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan&lt;br /&gt;    dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,&lt;br /&gt;    komputer dan perlengkapan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami&lt;br /&gt;    menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah&lt;br /&gt;    satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku&lt;br /&gt;    kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan&lt;br /&gt;    makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih&lt;br /&gt;    sayang " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,&lt;br /&gt;    bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih&lt;br /&gt;    begitu serakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia&lt;br /&gt;    sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan&lt;br /&gt;    yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari&lt;br /&gt;    anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak&lt;br /&gt;    yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau&lt;br /&gt;    pengemis di India .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua&lt;br /&gt;    uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat&lt;br /&gt;    kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa&lt;br /&gt;    indah jadinya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk&lt;br /&gt;    berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan&lt;br /&gt;    orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang&lt;br /&gt;    kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk&lt;br /&gt;    berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang&lt;br /&gt;    anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda&lt;br /&gt;    melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah&lt;br /&gt;    yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua&lt;br /&gt;    seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan&lt;br /&gt;    mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang&lt;br /&gt;    terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari&lt;br /&gt;    segalanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut&lt;br /&gt;    kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda&lt;br /&gt;    semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena&lt;br /&gt;    perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.&lt;br /&gt;    Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya&lt;br /&gt;    menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;    ***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi&lt;br /&gt;    PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya&lt;br /&gt;    dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang&lt;br /&gt;    yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan&lt;br /&gt;    yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    " Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri&lt;br /&gt;    karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan&lt;br /&gt;    isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju&lt;br /&gt;    berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.&lt;br /&gt;    Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh&lt;br /&gt;    asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak&lt;br /&gt;    yang berusia 12 tahun "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ------------ --------- --------- --------- --------- ---------&lt;br /&gt;    --------- --------- ------&lt;br /&gt;    *Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan&lt;br /&gt;    untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,&lt;br /&gt;    tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa&lt;br /&gt;    bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang&lt;br /&gt;    membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran&lt;br /&gt;    dunia.&lt;br /&gt;    *(Copyright from: Moe Joe Free)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2819902825053303203?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2819902825053303203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2819902825053303203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2819902825053303203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2819902825053303203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para.html' title='PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy8T0iIUt0I/AAAAAAAAAHg/KJUuNIP-hr8/s72-c/severn-suzuki-p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7426878615043191644</id><published>2009-12-20T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T21:55:01.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Nyasar di sebuah situs yang mengerikan</title><content type='html'>Kemaren, hari ahad 20 Desember 2009, aku ngenet di sebuah warnet deket kos. sambil nyari data dan info untuk tugas mata kuliah Rekayasa Energi Alternatif, aku sempetin juga buat ngeblog. salah satunya untuk searching foto akhwat berjilbab untuk posting sebelum ini. tiba - tiba, di salah satu web yang aku buka, mak jreng................!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpampanglah suatu situs yang tidak pantas dilihat, penuh dengan gambar dan foto yang dilaknat oleh Alloh. masih dalam suasana terkaget - kaget.... beberapa kalimat dalam situs itu pun terbaca. si penulis mengklaim bahwa web itu adalah web yang dimiliki dan dibuat oleh para mahasiswi yang mendukung sex bebas. bahkan mereka menyebutkan bahwa sex bebas itu adalah keharusan, dan mereka -di web itu- mengkampanyekan sex bebas sebagai gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah..................................................................&lt;br /&gt;mereka juga mengatakan bahwa mahasiswi penganut paham sex bebas itu ada sekitar 80%. jadi, jangan malu kalau kalian sudah tidak perawan. begitu kata mereka.&lt;br /&gt;web itu juga boleh dijadikan sarana cerita dan tukar pengalaman tentang hubungan mereka dengan pacarnya. termasuk mengupload vidio maupun foto - foto.&lt;br /&gt;innalillahi.....................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh, sudah begitu parah kah moral dan akhlaq remaja Indonesia???&lt;br /&gt;Bukakan pintu hati mereka ya Alloh.&lt;br /&gt;untuk bisa menerima cahaya hidayahmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7426878615043191644?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7426878615043191644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7426878615043191644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7426878615043191644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7426878615043191644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/nyasar-di-sebuah-situs-yang-mengerikan.html' title='Nyasar di sebuah situs yang mengerikan'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-179870217864729706</id><published>2009-12-20T06:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T07:34:04.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><title type='text'>Memanfaatkan matahari</title><content type='html'>Energi yang dipancarkan oleh matahari setiap hari sangatlah besar, sangat sayang jika kemudian tidak kita manfaatkan, beberapa manfaat energi matahari -yang masih belum termanfaatkan secara luas- antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembangkit listrik&lt;br /&gt;Cahaya matahari bisa diubah menjadi listrik, andai semua rumah di dunia seperti di bawah ini ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy47eY5IYOI/AAAAAAAAAGI/E5ykfViYbp0/s1600-h/250px-solar_panels_on_house_roof.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy47eY5IYOI/AAAAAAAAAGI/E5ykfViYbp0/s320/250px-solar_panels_on_house_roof.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417332795037475042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu ada banyak pembangkit listrik tenaga batu bara (seperti di Indonesia) yang berbahaya dan banyak menghasilkan polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengumpul panas&lt;br /&gt;Panas matahari bisa kita kumpulkan untuk kemudian kita manfaatkan, seperti pada gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5CVhctLDI/AAAAAAAAAGo/tywMD_4UU78/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5CVhctLDI/AAAAAAAAAGo/tywMD_4UU78/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417340339296742450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5Dy_XwVII/AAAAAAAAAG4/lR9QBl7e5U4/s1600-h/solahart-pemanas-air-import-dari-australia-0-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5Dy_XwVII/AAAAAAAAAG4/lR9QBl7e5U4/s400/solahart-pemanas-air-import-dari-australia-0-150x150.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417341945056875650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan alat yang biasa disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;solar heat collector&lt;/span&gt; ini, kita bisa memanfaatkan air panas yang dihasilkan untuk berbagai keperluan (mandi, memasak, minum, dsb, tanpa perlu menyalakan kompor lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain itu, aplikasi dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;solar heat collector&lt;/span&gt; ini bisa bermacam - macam, bahkan bisa untuk membangkitkan listrik. yakni dengan membuat air tidak sekedar dipanaskan, namun dibuat hingga menguap dan kemudian uapnya digunakan untuk menggerakkan turbin yang dapat memutar generator. sehigga dihasilkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kompor matahari&lt;br /&gt;Energi panas matahari juga bisa buat masak lho, seperti yang dilakukan oleh ibu - ibu di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5A1TRi7zI/AAAAAAAAAGY/y88qMZq9t1M/s1600-h/kompor+listrik.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5A1TRi7zI/AAAAAAAAAGY/y88qMZq9t1M/s320/kompor+listrik.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417338686224396082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hemat banget ya? gak perlu antriminyak tanah maupun beli elpiji =)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Destilator surya&lt;br /&gt;Energi matahari bisa kita manfaatkan untuk menjernihkan air, atau mendapatkan air tawar dari air laut, seperti gambar skema di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5CeuKb9vI/AAAAAAAAAGw/0AFQYgmDBgc/s1600-h/destilasi-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy5CeuKb9vI/AAAAAAAAAGw/0AFQYgmDBgc/s400/destilasi-150x150.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417340497328600818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebagai pencahayaan alami&lt;br /&gt;Jadi, kalo siang hari, jangan menutup jendela dan menyalakan lampu ya. itu berarti kita menyia - nyiakan energi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata ada banyak juga ya manfaat energi matahari. kapan kita akan benar - benar memanfaatkannya secara optimal???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-179870217864729706?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/179870217864729706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=179870217864729706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/179870217864729706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/179870217864729706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/memanfaatkan-matahari.html' title='Memanfaatkan matahari'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy47eY5IYOI/AAAAAAAAAGI/E5ykfViYbp0/s72-c/250px-solar_panels_on_house_roof.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5851995979494127507</id><published>2009-12-19T20:32:00.001-08:00</published><updated>2009-12-20T06:49:44.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Andai semua muslimah menyadarinya</title><content type='html'>Jilbab adalah kewajiban, andai semua muslimah menyadarinya, kita sebagai laki - laki akan merasa lebih aman dan tidak direpotkan untuk menundukkan pandangan ketika harus jalan - jalan ke luar. Beramal untuk diri kalian sendiri, dan beramal untuk kami (laki - laki)&lt;br /&gt;betul bukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah wanita muslimah di bawah ini, tampak cantik dan anggun dengan jilbabnya. insya Alloh surgalah balasan bagi mereka. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy234m-ZsAI/AAAAAAAAAFw/Nl0hnT_A9KQ/s1600-h/04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy234m-ZsAI/AAAAAAAAAFw/Nl0hnT_A9KQ/s320/04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417188109959409666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy24LWxgcAI/AAAAAAAAAF4/H1f3uhmH4mQ/s1600-h/06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy24LWxgcAI/AAAAAAAAAF4/H1f3uhmH4mQ/s320/06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417188432027873282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy25nj5x9EI/AAAAAAAAAGA/VL7PH7QdNnk/s1600-h/type6-mahkota-n10_t.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy25nj5x9EI/AAAAAAAAAGA/VL7PH7QdNnk/s320/type6-mahkota-n10_t.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417190016100201538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5851995979494127507?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5851995979494127507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5851995979494127507' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5851995979494127507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5851995979494127507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/matahari.html' title='Andai semua muslimah menyadarinya'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy234m-ZsAI/AAAAAAAAAFw/Nl0hnT_A9KQ/s72-c/04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4230819363461507729</id><published>2009-12-19T19:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T20:23:49.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Go Green.....!!! Green living......!!! Selamatkan Bumi Kita</title><content type='html'>Isu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gloobal warming&lt;/span&gt; sebenarnya sudah sangat santer kita dengar. bahkan para pemimpin negara - negara maju pun "bahu membahu" untuk menangani masalah ini. yang teranyar adalah "Kopenhagen accord", pertemuan antara pimpinan negara - negara maju dan berkembang yang berhasil menelurkan kesepakatan bersama untuk mengurangi emeisi gas rumah kaca. terutama di negara - negara industri maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sebagai masyarakat biasa, sebagai manusia yang juga peduli dengan lingkungan, apa yang bisa kita lakukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata 'aa gym, mulailah dari diri sendiri, dari yang terkecil dan dari sekarang juga. slogan ini jika diterapkan pada tiap orang tentu hasilnya akan sangat luar biasa. karena memang, hal - hal kecil bisa berdampak sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berikut ini beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita pada lingkungan, yang sampai saat ini, menurut pengamatan saya, masih belum banyak orang yang memperdulikannya dan melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghemat penggunaan listrik&lt;br /&gt;Oke lah, anda bisa bilang, "saya bisa bayar tagihan listrik kok, kenapa harus berhemat??" jika anda bertanya begitu, maka aka saya jawab, "listrik di indonesia sampai detik ini masih dihasilkan dari pembangkit listrik batu - bara. polusi dari pembangkit listrik jenis ini sangat berbahaya (jika tidak percaya, silahkan googling dengan kata kunci gas buang PLTU batu bara). jika kita semua bisa berhemat, maka kapasitas pembangkitan listrik di indonesia tidak perlu ditambah - tambah terus, malah mungkin bisa dikurangi, akibatnya tentu pada pengurangan polusi pembangkit listrik tersebut. Selain itu, penghematan listrik yang kita lakukan akan mengurangi biaya tagihan listrik kita. uang dari hasil penghematan itu bisa kita gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting. dan tambahan lagi, tiap alat elektronik itu efisiensinya tidak 100%, artinya pasti ada panas yang dihasilkan oleh perangkat elektronik di rumah kita. dengan menghemat penggunaan alat elektronik, itu berarti kita juga mengurangi terbuangnya panas ke lingkungan, meski sebenarnya pengaruhnya sangat kecil, tapi jika dikalikan sekian orang selama sekian jam tentu panas buang tersebut juga akan signifikan.&lt;br /&gt;Nah, alat elktronik atau penggunaan listrik apa yang harus dihemat???&lt;br /&gt;1). Lampu&lt;br /&gt;sering sekali kita lupa atau malas mematikan lampu ketika hari sudah mulai terang. bahkan sering pula kita lebih memilih menghidupkan lampu kamar daripada membuka jendela padahal di luar rumah terang benderang. atau membiarkan lampu kamar mandi, gudang, atau garasi menyala sepanjang malam padahal tidak digunakan. maka dari itu, mulai sekarang mulailah peduli. tidak hanya di rumah sendiri. jika di tempat umum, misal di sekolah, di kampus, atau dimana pun, yang lampunya menyala padahal keadaan sudah terang benderang, maka segera pencet tombol off pada saklarnya.&lt;br /&gt;2). Ganti lampu pijar dengan lampu hemat energi&lt;br /&gt;efisiensi lampu bohlam (lampu pijar) hanya sekitar 40 - 50%, lebih banyak energi listrik yang diubah menjadi panas. sedangkan lampu hemat energi efisiensinya mencampai hingga 80%.&lt;br /&gt;3). Matikan TV, komputer, kipas angin, dsb jika tidak digunakan&lt;br /&gt;sering sekali kita lupa mematikan peralatan listrik tersebut ketika kita tinggal. mulai sekarang, pastikan peralatan listrik di rumah kita dalam keadaan off ketika tidak digunakan.&lt;br /&gt;4). Jangan biarkan colokan (steker) tetap tertancap ketika tidak digunakan&lt;br /&gt;sering kita membiarkan charger hp, dan sebagainya tetap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyolok&lt;/span&gt; padahal sudah tidak kita gunakan. &lt;br /&gt;5). Matikan hp di malam hari (kecuali jika settingan alarmnya tidak bisa menyala otomatis)&lt;br /&gt;coba hitung berapa listrik yang dihemat jika semua orang mematikan hpnya di malam hari (kurang lebih selama 8 jam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghemat penggunaan bahan bakar&lt;br /&gt;Jangan buang - buang bensin anda untuk sesuatu yang tidak penting!!!!&lt;br /&gt;juga ketika harus keluar rumah dalam jarak yang cukup dekat, cobalah untuk memilih berjalan kaki atau bersepeda daripada menggunakan sepeda motor.&lt;br /&gt;lebih hebat lagi ketika aktivitas harian kita (sekolah, ngampus, bekerja, dsb) kita jalani dengan bersepeda atau naik kendaraan umum dalam mobilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan buang sampah sembarangan&lt;br /&gt;selain itu, usahakan semaksimal mungkin untuk sesedikit mungkin memproduksi sampah. jika masih ada sampah yang bisa didaur ulang, jangan asal dibuang. berikan pada pemulung atau jual ke tempat daur ulang. jika tempat sampah yang tersedia sudah terpisah antara yang organik dan anorganik, maka pisahlah!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam membeli sesuatu, pilihlah produk yang tidak / sedikit menghasilkan sampah. misal, ketika membeli makanan atau minuman, pilih yang dimakan dan diminum di tempat dari pada yang diplastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tanam dan rawat pepohonan&lt;br /&gt;misal dengan membuat taman kecil di rumah kita, menanam tumbuhan di pot kalo tidak punya pekarangan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebenarnya masih banyak hal - hal kecil lain yang bisa kita lakukan. untuk menjaga bumi kita. mulai sekarang, saatnya untuk peduli. untuk kehidupan yang lebih baik untuk anak - cucu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go green.......!! green living...!! selamatkan bumi kita...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4230819363461507729?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4230819363461507729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4230819363461507729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4230819363461507729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4230819363461507729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/12/go-green-green-living-selamatkan-bumi.html' title='Go Green.....!!! Green living......!!! Selamatkan Bumi Kita'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2930599541334848100</id><published>2009-11-03T08:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T21:56:10.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Tolak FREE SEX</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SvBVohvvdNI/AAAAAAAAAFo/fGlw1gvep3s/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SvBVohvvdNI/AAAAAAAAAFo/fGlw1gvep3s/s400/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399910107958965458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kampanyekan untuk menolak sex bebas!!!!!&lt;br /&gt;mulai dari diri sendiri, dan mulai dari lingkungan sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2930599541334848100?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2930599541334848100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2930599541334848100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2930599541334848100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2930599541334848100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/11/tolak-free-sex.html' title='Tolak FREE SEX'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SvBVohvvdNI/AAAAAAAAAFo/fGlw1gvep3s/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1956449975912856141</id><published>2009-11-03T06:27:00.002-08:00</published><updated>2009-11-03T07:30:54.270-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Langit biru yang tertutup awan hitam</title><content type='html'>"ketika kamu ingin menikmati indahnya langit biru, Alloh malah menutuoinya dengan awan hitam dan hujan badai, jangan kecewa dan bersedih, karena setelah itu Alloh akan menunjukkan padamu indahnya pelangi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengandaian ini mungkin tepat sekali menggambarkan keadaanku waktu itu, ketika aku lagi butuh banget alat transportasi. ketika aku harus bolak - balik antara kos - kosan, gedung pusat UGM, jurusan, Rumah Pak Fadli, kos - kosan Yasmin, alat transportasi yang ada saat itu hanya sebuah sepeda tua. mungkin karena kurang mensyukurinya, Alloh menghukumku dengan membuat sepeda itu rusak parah. tanpa ada kecelakaan atau penyebab apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, ku pikir Alloh bener - bener tidak adil. saat aku sangat membutuhkan alat transportasi, Alloh malah mengambilnya dariku. Tetapi, untuk orang - orang yang tidak bisa memanfaatkan alat transportasinya dengan baik. malah memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, selang tidak beberapa lama kemudian, Alloh menunjukkan pelangiNya. Temanku meminjamiku sepeda yang jauh lebih bagus. bahkan karena sepeda yang baru ini tipe sepeda cewek, aku bisa sering tukeran dengan sepeda motor adik kelas SMA ku yang kebetulan masuk di jurusan yang sama. sehingga mobilitasku semaikn tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan adanya alat transportasi yang labih baik ini, bahkan bisa sering - sering pinjam sepeda motor, aku berani mengambil job ngajar les privat di tempat yang cukup jauh. sehingga, pendapatan dari ngajar les pun naik hingga dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Alloh, Engkau telah menunjukkan pelangiMu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1956449975912856141?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1956449975912856141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1956449975912856141' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1956449975912856141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1956449975912856141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/11/langit-biru-yang-tertutup-awan-hitam_03.html' title='Langit biru yang tertutup awan hitam'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-661660863099706494</id><published>2009-11-01T20:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T20:32:40.278-08:00</updated><title type='text'>Foto Nebula di Ruang Angkasa</title><content type='html'>Indah banget ya gambar - gambar nebula ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWhSzuCI/AAAAAAAAAEg/0zPktaEZBvE/s1600-h/boomerang-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWhSzuCI/AAAAAAAAAEg/0zPktaEZBvE/s400/boomerang-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399358943274448930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWViZv9I/AAAAAAAAAEY/F3aPB65a9fM/s1600-h/red.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWViZv9I/AAAAAAAAAEY/F3aPB65a9fM/s400/red.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399358940118630354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWNGkGHI/AAAAAAAAAEQ/qrMJ78h0ZO8/s1600-h/crab-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWNGkGHI/AAAAAAAAAEQ/qrMJ78h0ZO8/s400/crab-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399358937854384242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuasaan Alloh memang meliputi seluruh semesta raya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-661660863099706494?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/661660863099706494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=661660863099706494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/661660863099706494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/661660863099706494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/11/foto-nebula-di-ruang-angkasa.html' title='Foto Nebula di Ruang Angkasa'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Su5gWhSzuCI/AAAAAAAAAEg/0zPktaEZBvE/s72-c/boomerang-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7684919249934965395</id><published>2009-11-01T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T20:25:55.431-08:00</updated><title type='text'>akhirnya Ngeblog lagi</title><content type='html'>Lama gak ngeblog, akhirnya sekarang memutuskan untuk aktif lagi di blog.&lt;br /&gt;mohon bantuannya ya......&lt;br /&gt;dengan sering ngasih comment&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7684919249934965395?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7684919249934965395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7684919249934965395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7684919249934965395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7684919249934965395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/11/akhirnya-ngeblog-lagi.html' title='akhirnya Ngeblog lagi'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-3201655852522074400</id><published>2009-05-19T05:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:48:55.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Dikecewakan oleh kerja tim</title><content type='html'>Dalam sebuah tim, tentu kerja tim sangat diperlukan. apa gunanya dibentuk sebuah tim, jika semua pekerjaanya hanya diselesaikan oleh satu orang. untuk itu, dalam sebuah tim, pasti akan ditunjuk seorang ketua yang bertanggung jawab dalam mendistribusikan tugas. sehingga setiap anggota tim memiliki "jatah" pekerjaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana jika realitasnya, ketika pekerjaan tim hanya dikerjakan oleh satu orang saja (umumnya adalah oleh ketua tim), hasil yang diperoleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;malahan&lt;/span&gt; jauh lebih baik dan rapi dari pada dilakukan pembagian tugas. secara logika, hal ini memang sangat mungkin terjadi. dilihat dari sudut pandang seorang ketua dan anggota timnya yang jelas berbeda, maka tentu saja hasil pekerjaan itupun bisa memperoleh nilai yang berbeda menurut pandangan sang ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ketua, hal seperti ini merupakan sebuah dilema. jika ia mengerjakan seluruh pekerjaan tim sendirian, hasilnya akan sangat memuaskan (bagi dia), namun, temen - temennya akan menjadi tidak respek kepadanya.namun, jika ia tetap melakukan pembagian tugas, meski temen - temennya akan senang karena merasa bahwa dirinya dibutuhkan, terkadang ia akan menerima kenyataan bahwa hasil pekerjaan timnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan opini pribadi, namun sebuah kenyataan yang aku alami.&lt;br /&gt;jika teman - teman berada di posisi sebagai sang ketua tim, apa yang akan kamu lakukan? dengan argumen yang mendukung tentunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-3201655852522074400?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/3201655852522074400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=3201655852522074400' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3201655852522074400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3201655852522074400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/05/dikecewakan-oleh-kerja-tim.html' title='Dikecewakan oleh kerja tim'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5806760391192878852</id><published>2009-05-18T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T00:16:17.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Jati Diri yang Hilang</title><content type='html'>Malam kemaren, lagi - lagi aku harus ngajar privat anak SMP. meski capek seharian kuliah, tapi aku harus tetap bersemangat untuk menjemput rezekiku.&lt;br /&gt;berangkat dengan berepeda ba´da maghrib. menuju rumah muridku di belakang saphir square. setelah satu setengah jam mengajar, menjelang pukul setengah sembilan, aku kembali mengayuh sepedaku untuk pulang.&lt;br /&gt;setelah keluar dari gang di sebelah saphir square, ku susuri jalan solo menuju kos - kosanku. di sepanjang jalan ini, aku menyaksikan sendiri, betapa glamournya dunia anak muda jogja. diawali dengan gedung bioskop yang masih gress. EMPIRE XII. parkir mobil dan sepeda motor penuh, anak - anak muda terutama cowok - cewek bergandengan mesra bersliweran di sekitar gedung. padahal, info yang ku dapat, harga tiket nonton di bioskop mewah ini lebih mahal dari biasanya. (ada sih yang gak mahal, tapi tempatnya terbatas).&lt;br /&gt;berpindah ke barat, ada warung makan remang - remang yang juga penuh dengan pasangan muda - mudi. setahuku, warung makan ini juga cukup mahal. bergerak lebih ke barat, jembatan yang melintasi kali code pun tak lepas dari pasangan muda - mudi yang belum sah melakukan hal - hal demikian (saya yakin mereka belum pada nikah).&lt;br /&gt;hal yang lebih parah lagi, secara iseng (kerena setiap pulang ngajar saya selalu ¨terpaksa¨ melihatnya) saya menghitung berapa kali saya beristighfar. dan hasilnya, dalam perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit itu, saya beristighfar 12 kali.&lt;br /&gt;istighfar saya karena melihat wanita yang mengenakan celana atau rok diatas lutut. luar biasa....!&lt;br /&gt;jogja benar - benar ¨berbahaya¨ (meski sebenarnya, kota lain juga tidak kalah bahayanya).&lt;br /&gt;lalu, kemanakah jati diri kita?&lt;br /&gt;sebagai seorang musliam?&lt;br /&gt;sebagai seorang timur?&lt;br /&gt;sebagai seorang Indonesia?&lt;br /&gt;yang sangat menjunjung tinggi adab, norma, dan kesopanan.&lt;br /&gt;hanya diri kitalah (dengan ijin Alloh tentunya) yang mampu berbuat banyak. untuk melakukan penjagaan diri. agar tidak sirna, jati diri kita yang sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5806760391192878852?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5806760391192878852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5806760391192878852' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5806760391192878852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5806760391192878852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/05/jati-diri-yang-hilang.html' title='Jati Diri yang Hilang'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2679923851724707972</id><published>2009-04-17T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T19:31:02.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><title type='text'>KKN yang ribet</title><content type='html'>Pertengahan tahun ini, Insya Alloh aku dan temen - temen KKN di Boyolali. Aku yang ditunjuk menjadi ketua kelompok (istilahnya, sebagai Kormanit)bener - bener merasakan suka - dukanya ngurusi KKN. mulai dari awal pembuatan proposal, sampe sekarang, persiapan sebelum siap diberangkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hufftt....capek sih... tapi, asyik juga. merasakan perjuangan menembus birokrasi kampus yang ribet, sistem yang juga ribet, peraturan - peraturan yang juga ribet. tapi, kalo dipikir - pikir, dengan segala macam yang ribet itu, banyak hal yang kemudian bisa saya peroleh. kalo seandainya ngurusi KKN itu gampang, gak ada tantanganya, kan gak asyik. semua orang bisa melakukannya. kalo gini kan, hanya orang - orang terpilih lah yang bisa menjalaninya dengan sukses. ha..ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, harapanya sih, dengan perjuangan seberat ini, semoga pelaksanaan KKN kami besok sesuai dengan tujuan yang ingin kami capai. Amin.&lt;br /&gt;Doain ya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2679923851724707972?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2679923851724707972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2679923851724707972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2679923851724707972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2679923851724707972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/04/kkn-yang-ribet.html' title='KKN yang ribet'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-7841465751676443122</id><published>2009-03-12T19:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:34:55.636-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah Ketemu</title><content type='html'>Hm,sepedaku ketemu di parkiran Teknik elektro.&lt;br /&gt;siapa yang nyembunyiin ya? ^_^&lt;br /&gt;tapi tak apalah, yang penting Alloh teleh mengembalikannya.&lt;br /&gt;Terimakasih ya Alloh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-7841465751676443122?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/7841465751676443122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=7841465751676443122' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7841465751676443122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/7841465751676443122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/03/alhamdulillah-ketemu.html' title='Alhamdulillah Ketemu'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5388834575470078309</id><published>2009-02-16T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:46:39.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><title type='text'>Slamat Tinggal Sepeda Unguku</title><content type='html'>Sabtu kemaren, Alloh memberiku sebuah ujian, ujian yang cukup berat memang. dua setengah tahun bersama, dia yang selalu menemani setiap perjalananku. ke kampus, ke kos temen - temen di pogung, ke tempat murid - murid les ku, ke kantor sifa, ke kos kakak di Ambarukmo, juga menemaniku keliling jogja ketika ku suntuk, ingin sekedar jalan - jalan. tapi kini, kebersamaan itu tinggal kenangan. aku harus rela melepas kepergiannya. sepeda &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;"lungsuran"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt; kakak ku, kini sudah tidak bisa menemaniku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh, semoga yang mengambil sepedaku mendapat hidayah, dan ampuni dosanya ya Alloh. untuk sahabatku yang bersedia meminjamkan sepedanya, berilah balasan kebaikan yang berlipat. trimakasih teman. ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5388834575470078309?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5388834575470078309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5388834575470078309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5388834575470078309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5388834575470078309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/02/slamat-tinggal-sepeda-unguku.html' title='Slamat Tinggal Sepeda Unguku'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6535944008482225929</id><published>2009-02-13T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T02:33:27.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Gak Bosen Mbahas Valentine's Day</title><content type='html'>Mungkin udah terlalu banyak tulisan dan himbauan bagi kita - umat muslim - untuk tidak ikut - ikutan latah merayakan Hari Valentine, yang notabene berasal dari tradisi pagantisme (penyembahan kepada banyak dewa) Romawi dan juga tradisi agama Khatolik. sepertinya penjelasan dari berbagai sumber sudah terlalu banyak (coba search di google atau wikipedia tentang sejarah valentine. atau baca majalah - majalah islam maupun buletin jumat yang terbit menjelang tanggal 14 Februari, kebanyakan isinya membahas hal yang sama, tentang sejarah Hari Valentine), jadi saya tidak perlu menjelaskan ulang. yang ingin saya bahas di sini lagi - lagi mengenai pribadi manusia itu sendiri. mengapa remaja muslim di Indonesia pada khususnya, tetap saja ramai - ramai merayakan Hari Valentine meski mungkin mereka tahu bahwa agama yang meeka anut melarang umatnya mengikuti perayaan kaum atau agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak jawaban dari pertanyaan ini jika kita lemparkan pada banyak orang, tapi renungkan sejenak, apa alasan yang paling mendasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, menurut saya, alasan paling mendasar adalah kepahaman tentang agama itu sendiri. jika mereka - remaja islam yang merayakan valentine - itu benar - benar paham dengan ajaran agamanya, tentu mereka tidak akan buang - buang waktu, buang - buang uang, buang - buang tenaga, bahkan menyia-nyiakan keperawanan hanya demi merayakan valentine. Lalu, kenapa solusi yang banyak dilakukan oleh orang yang sudah paham, terutama ormas maupun lembaga islam terkesan hanya sekedar himbauan atau ajakan agar tidak merayakan valentine. kita lihat, menjelang valentine, ada banyak tulisan di berbgai media islam yang membahasnya, tak ketinggalan pula aksi long march keliling kampus dan jalan - jalan besar, dan banyak lagi kegiatan lain yang serupa. tapi ketika valentine sudah lewat, kegiatan - kegiatan itu tidak tampak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke lah, mungkin ada yang menyanggah dengan mengatakan bahwa aktifitas itu hanya bagian kecil dari upaya mereka - ormas dan aktifis islam - dalam mengampanyekan penolakan pada hari valentine, masih banyak aktifitas lain yakni berupa pembinaan rutin, kajian dan sebaginya. tapi yang saya soroti adalah profesionalitas dan efektifitas dari aksi demo atau long march. dalam aksi ini tentu peserta aksi dan panitia akan mengeluarkan banyak dana, untuk membuar rontek, poster, dan mungkin untuk bagi - bagi selebaran. kemudian waktu dan tenaga juga banyak dihabiskan. belum lagi jika aksi melewati jalan - jalan besar, banyak pengguna jalan yang terganggu dengan adanya aksi ini. dan yang paling saya permasalahkan adalah keberadaan akhwat dalam aksi di depan publik, menurut saya ini bukan hal yang baik (apapun alasannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian, coba kita lihat profesionalitasnya. ketika saya mengikuti beberapa kali aksi, selalu saja ada ketidakprofesionalan panitia dalam penyelenggaraan aksi. diantaranya, tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepolisian (atau SKK kalau di UGM), tidak memberikan informasi sebelumnya kepada pengguna jalan, kurang baiknya manajemen panitia dalam mengatur massanya (akibatnya sering membuat aksi terlihat semrawut, menganggu pengguna jalan, dls), kurang sigapnya panitia ketika ada oknum yang menyusup (pernah ada orang yang "menyamar" sebagai peserta aksi kemudian bertindak nyleneh seperti merokok, sedikit merusak sesuatu, atau sedikit melakukan kekacauan), dan banyak lagi yang lain. hal ini bukannya memmberikan citra positif terhadap islam, tapi malah memperburuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian mengenai efektifitas. sayangnya belum pernah ada panitia suatu aksi yang menganalisis keberhasilan aksi yang dilakukan. menurut saya, seandainya kita survei kepada orang - orang yang mendengar dan melihat aksi yang dilakukan, apakah mereka akan serta - merta mengikuti apa yang kita kampanyekan? saya kok tidak yakin ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, solusi konkretnya adalah, hentikan atau minimal kurangi aksi - aksi di jalanan. tingkatkan pembinaan kepada orang - orang yang belum paham. lakukan pendekatan person to person. itu jauh lebih efektif dari pada aksi - aksi jalanan.&lt;br /&gt;So, islam adalah agama mulia, dengan ajaran yang mulia pula. jadi jangan coreng kemuliaan islam dengan perbuatan kita yang menurut kita ikut memuliakan islam padahal yang terjadi justru sebaliknya. Wallohu alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6535944008482225929?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6535944008482225929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6535944008482225929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6535944008482225929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6535944008482225929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/02/gak-bosen-mbahas-valentines-day.html' title='Gak Bosen Mbahas Valentine&apos;s Day'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-5073368968721100152</id><published>2009-02-08T06:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T06:46:19.164-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja'/><title type='text'>Tahun Baru kemaren</title><content type='html'>Mungkin agak telat ini ku tulis, tapi bukankah "lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali?" betul kan?&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Yap. tahun baru kemaren aku di Jogja, merasakan dan menyaksikan hiruk - pikuk kota jogja menyambut tahun baru Masehi. yang membuat ku tak habis pikir, kenapa sih warga jogja yang katanya "berbudaya" ini ikut - ikutan latah merayakan tahun baru. gak remaja, gak orang tua, gak anak - anak, sama aja. bahkan yang kesehariannya aktif di masjid pun ikut - ikutan keluar di malam tahun baru. bukankah merayakan tahun baru itu adalah budaya dan tradisinya orang nasrani? yang berhubungan dengan kelahiran yesus dan natal? sedangkan Alloh melalui lisan Rosulnya telah mengingatkan bahwa siapa yang mengikuti suatu kaum maka ia termasuk ke dalam golongan kaum tersebut. na'udzubillahimindzalik.&lt;br /&gt;      Lalu, mengapa mereka masih mengikiutinya juga? apa kah hanya kesenangan dan kebahagiaan sesaat yang mereka inginkan? atau kah rasa sungkan dan malu di cap kampungan jika tidak ikut merayahan tahun baru? padahal Alloh telah menjanjikan balasan surga yang kebahagiaan dan kesenangan di dalamnya jauh melebihi kebahagiaan dan kesenangan di dunia bagi orang - orang yang beriman dan istiqomah di jalanNya. Padahal Rosululloh telah mengingatkan bahwa penilaian Alloh jauh lebih penting dan utama daripada penilaian manusia. Entahlah, sepertinya hati orang - orang itu telah tertutup. enggan dan bahkan sengaja melupakan nasehat yang sering diucapkan para ustadz saat pengajian maupun khotib saat jumatan. Ya! mereka hanpir selalu menghadiri pengajian dan jmatan, tapi entahlah, mengapa mereka tidak mengmbil ilmu di sana. wallohu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-5073368968721100152?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/5073368968721100152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=5073368968721100152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5073368968721100152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/5073368968721100152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/02/tahun-baru-kemaren.html' title='Tahun Baru kemaren'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-4440604989829100727</id><published>2009-01-31T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T20:23:09.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Berita Pemilu 2009</title><content type='html'>Karena di Jogja, tepatnya di kos-kosan gak ada televisi, berbagai informasi seringnya terlambat saya dengar. apalagi jarang beli surat kabar (maklum keuangan sangat amat terbatas). nah, ketika di rumah kemaren, akhirnya bisa nonton tipi. favoritku, nonton berita. di chanel itu diberitakan tentang simulasi pemilu di sebuah daerah dekat ibukota, saat liat surat suaranya....... Gila gede bangeett. gak kalah ama gambar petanya anak Geodesi atau rancangan bangunan anak arsitek ^_^ yang jadi pertanyaan, untuk mencetak surat suara segitu gede sejumlah pemilih di Indonesia, habis berapa duit?? belum klo ditambah biaya untuk logistik yang lain. kalo ditotal dengan dana yang dikeluarkan tiap partai dan tiap caleg, pasti akan muncul sederet angka dengan jumlah angka 0 nya lebih panjang dari jumlah karakter nama lengkapku. he..he..&lt;br /&gt;saya tidak habis pikir, untuk memilih caleg aja, kenapa harus seboros ini? apa sih yang ada di pikiran para pembuat kebijakan? apa mereka tidak pernah mendengar bahwa pemboros - pemboros itu temannya syaitan? mungkin, kerena mereka memang sudah jadi temannya syaitan kali ya... (maaf kalau ada yang tersindir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, pemilihan anggota DPR itu cukup nyoblos partai saja, kalu dikatakan seperti beli kucing dalam karung, tidak gitu - gitu juga. toh calon legislatif kan orang, bukan kucing, he..he.. bukan itu sih alasannya, tapi kredibilitas caleg kan bisa dilihat di partai mana dia bernaung. selama ini saya liat, para caleg memang mencerminkan partainya kok. partai yang baik, isinya ya caleg yang baik. partai yang haus kekuasaan, isinya ya caleg yang haus jabatan. jadi, gak ada gunanya nyantumin nama caleg di surat suara. hanya membuat masyarakat semakin bingung. akibatnya, jumlah Golput semakin banyak. tapi, karena Golput "disebut" haram oleh MUI, berarti banyak masyarakat Indonesia yang melakukan perbuatan haram.&lt;br /&gt;kesimpulannya...................................................................&lt;br /&gt;silahkan disimpulkan sendiri ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-4440604989829100727?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/4440604989829100727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=4440604989829100727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4440604989829100727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/4440604989829100727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/01/berita-pemilu-2009.html' title='Berita Pemilu 2009'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-609948023209461627</id><published>2009-01-31T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T20:00:21.440-08:00</updated><title type='text'>Lama Gak Nulis</title><content type='html'>sudah dua bulan gak nulis di blog, rasanya ada yang kurang. tapi mau gimana lagi, di akhir tahun kemaren berbagai macam hal harus segera diselesaikan. kalopun sempat ngenet atau pegang komputer, labih prioritas untuk mencari materi tugas, mengerjakan tugas dan mendiskusikan tugas, cie....sok SO banget ya? he..he..&lt;br /&gt;Alhamdulillah, ujian sudah selesai, amanah - amanah yang lain juga sudah dan akan segera terselesaikan (meski tentunya akan ada amanah - amanah lain yang siap diemban) kini saatnya kembali aktif di dunia maya.&lt;br /&gt;nantikan tulisan - tulisanku selanjutnya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-609948023209461627?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/609948023209461627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=609948023209461627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/609948023209461627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/609948023209461627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2009/01/lama-gak-nulis.html' title='Lama Gak Nulis'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8914013356693347690</id><published>2008-11-16T19:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T20:19:02.057-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><title type='text'>Membaca dongeng dari Jepang</title><content type='html'>Entah sejak kapan, aku sangat tertarik dengan Jepang. mungkin ketika masih kecil, aku yang hobi membaca ini hanya menemui buku dari Jepang ( baca : komik) untuk menyalurkan hobiki. maka, diam - diam, ketertarikanku pada negeri Jepang pun mulai muncul. setelah sedikit lebih "dewasa" aku mulai mengenal Jepang sebagai negara yang maju, baik di bidang teknologi maupun bidang - bidang yang lain. pun masyarakat Jepang terkenal sebagai masyarakat yang disiplin, penuh tanggung jawab, memiliki etos kerja yang tinggi, profesional dan seabrek ungkapan baik lainnya. semua itu, awalnya aku ketahui hanya dari selentingan - selentingan omongan orang atau bacaan yang sekilas ku baca. sampai akhirnya, tanpa sengaja ( namun, pastinya bukan suatu kebutulan) aku menemukan artikel di web beritaiptek.com dengan judul artikel "Dongeng dari Jepang". di web itu sang penulis, yang notabene mahasiswa S3 di Jepang, menngkisahkan sekelumit aktifitas orang - orang Jepang yang sangt luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aku tak habis pikir, Jepang bukanlah negara islam ( agama yang paling sempurna, yang memiliki aturan yang paling tepat untuk kehidupan manusia ), namun sikap dan perilakunya bisa dikatakan "islami" ( khusus untuk hal - hal keduniawiannya saja ). Bandingkan dengan Indonesia, negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini bahkan tidak bisa meniru sedikit saja kehebatan orang - orang Jepang ( sekali lagi untuk hal - hal keduniawiannya saja ). meskipun hati ini punya ketertarikan dengan negara di Asia Timur itu, namun, sama sekali tidak ada keinginan untuk pindah kewarganegaraan. aku akan tetap di sini, berusaha untuk mengubah "kebiasaan" bangsa ini. entah dengan cara bagaimana. aku masih belum punya solusi konkret.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8914013356693347690?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8914013356693347690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8914013356693347690' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8914013356693347690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8914013356693347690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/11/membaca-dongeng-dari-jepang.html' title='Membaca dongeng dari Jepang'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-9220810396378494155</id><published>2008-11-15T01:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T19:45:57.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iptek'/><title type='text'>Komodo Mampu Berkembang Biak tanpa Memerlukan Pejantan</title><content type='html'>Bagi penggemar film science fiction, tentunya masih ingat salah satu adegan film Jurassic Park yang menceritakan bertelurnya dinosaurus karnivora betina, T-Rex, dan kemudian telur tersebut menetas menjadi T-Rex muda tanpa terbuahi oleh T-Rex jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perkembangbiakan pada reptil semacam ini terbukti terjadi pula pada komodo (Varanus komodoensis), yang hidup di sebuah Kebun Binatang di London - Inggris. Komodo betina yang bernama Flora, bertelur tanpa adanya perkawinan dan pembuahan dari komodo jantan dan diperkirakan telur ini siap menetas (Reuters, 20/12/2006). Bahkan pada majalah ilmiah bergengsi 'Nature' terbitan minggu ini, berita tersebut dipubllikasikan dalam sebuah artikel 'Brief News' (1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komodo dikenal sebagai salah satu kadal purba raksasa langka yang masih tersisa pada saat ini. Sebagian besar (sekitar 2400 ekor) hidup di kepulauan kecil yang tergabung dalam kawasan Taman Nasional Komodo di sebelah timur Pulau Flores - Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses berkembang biak komodo dalam habitat aslinya di Taman Nasional Komodo biasanya berlangsung melalui aktivitas perkawinan antara komodo jantan dan betina. Aktivitas perkawinan biasanya terjadi pada bulan Juni dan Juli setiap tahunnya, ditandai oleh aktivitas menyisik yang dilakukan oleh komodo jantan untuk menarik komodo betina. Beberapa hari setelah perkawinan, komodo betina mulai menghasilkan telur yang terbuahi dan kemudian membuat sarang yang akan langsung dijaganya olehnya sendiri dari ancaman predator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses berkembang biak tanpa adanya pembuahan telur tergolong langka pada komodo meskipun pada reptil lainnya telah banyak ditemukan, seperti pada ular piton (2) dan kadal lain yang berukuran jauh lebih kecil. Perkembangbiakan semacam ini disebut dengan istilah partenogenesis yaitu produksi keturunan tanpa adanya pembuahan dari pejantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus yang diteliti di Kebun Binatang London tersebut, dua komodo betina berhasil menghasilkan telur tanpa adanya interaksi sama sekali dengan komodo jantan. Komodo betina bernama 'Flora' sama sekali belum pernah dipertemukan dengan komodo jantan, akan tetapi mampu menghasilkan 25 telur dengan 11 di antaranya terbuahi sendiri. Dari 11 telur ini, tersisa 8 telur yang berhasil diinkubasi dan diperkirakan akan menetas pada bulan Januari 2007. Pada komodo betina lainnya bernama 'Sungai', sempat terjadi interaksi dengan komodo jantan sebelum dipisahkan, namun baru bertelur 7,5 bulan kemudian setelah terpisah. Telur yang dihasilkan komodo betina yang kedua ini berjumlah 4 buah dan semuanya terbuahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti menggunakan teknik genetic fingerprinting untuk mengidentifikasi keturunan partenogenesis ini. Penelitian partenogenesis ini merupakan salah satu program persilangan dalam upaya konservasi hewan-hewan langka. Akankah penelitian ini memberikan hasil memuaskan ? Mari kita nantikan kelahiran komodo hasil partenogenesis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : beritaiptek.com&lt;br /&gt;         (pembuktian kuasa Alloh atas tiap - tiap makhluknya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-9220810396378494155?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/9220810396378494155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=9220810396378494155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/9220810396378494155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/9220810396378494155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/11/komodo-mampu-berkembang-biak-tanpa.html' title='Komodo Mampu Berkembang Biak tanpa Memerlukan Pejantan'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6896081616182024740</id><published>2008-10-31T21:30:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T01:23:50.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Jadi anak kos itu asyik</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;"&gt;Jadi anak kos itu asyik, palagi kalo ibu kosnya gak serumah ma kos-kosan. Jarang nengok kos-kosan, &lt;i&gt;paleng&lt;/i&gt; cuma datang di awal bulan buat nagih uang sewa. Kalau bayarane pertahun, cuma sekali setahun doang ibu kos nyantroni kos-kosannya. Bener bener bebas berekspresi! Tiap hari, mau tidur ampe kapanpun gak masalah, g’ kayak di rumah. Jam enam pagi kok masih &lt;i&gt;ndengkur&lt;/i&gt;, langsung tu serasa ngimpi ditenggelamin ke dalam sumur tak berujung. Mimpi basah, tapi di kepala. Masih&lt;i&gt; mending &lt;/i&gt;kalo cuma segayung, ada lho ibu – ibu yang tega nyiram anaknya dengan seember air gara – gara susah dibangunin. Beda banget ama di kos, meski bangun jam enam, bisa langsung tidur lagi. Mau &lt;i&gt;ampe&lt;/i&gt; jam sembilan, jam sepuluh, atau jam dua belas sekalian g’ akan ada yang marah. Tapi kalo ada kuliah, ya....terpaksa bangun. Dipepetin ma jadwal kuliahnya, bangun, mandi, ganti baju, trus cabut ke kampus. Persetan dengan kamar yang berantakan. Toh kalo dibenerin, ntar juga berantakan lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Nyampe di kampus, udah hampir telat, eee....ternyata ada tugas yang harus dikumpulin. Lupa. Embat aja pekerjaan teman, salin secepatnya, trus masuk kelas dengan wajah tanpa dosa. Untung – untungan juga sih, semoga aja sang dosen g’ nyuruh buat ngerjain tugas tadi ke depan kelas. Abis kuliah, langsung deh melesat ke kantin fakultas, tadi pagi lom sempet sarapan, perut udah keroncongan ni. &lt;i&gt;Kongkow – kongkow&lt;/i&gt; di kantin ma anak – anak se-gank. &lt;i&gt;Ngobrol ngalor ngidul&lt;/i&gt; g’ jelas, ditemeni nasi opor ayam, es teh dan sebatang rokok filter, duuuh.....nikmatnya..! walaupun makan dah abis, &lt;i&gt;eman - eman&lt;/i&gt; kalo langsung pergi. Kantin fakultas kan pas di tengah – tengah kampus, bisa sambil cuci mata. Banyak daun muda &lt;i&gt;sliwar – sliwer&lt;/i&gt; di sekitar kantin. Mubadzir kalo gak dinikmati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Jam 13.00. ada kuliah lagi. Uhhh...malesnya....ngantuk nih. Tapi kalo bolos, ntar gak bisa ikut ujian, sebelum ini udah tiga kali bolos. Terpaksa deh beranjak ke kelas juga. Nyampe kelas, dosen udah datang. Beruntung temen – temen yang datang duluan pada ngisi bangku paling depan. Tidak seperti masa SMA dulu. Yang datang terlambatlah yang dapat tempat duduk persis di depan guru. Dengan duduk di deretan belakang, bisa lebih leluasa kalo mau &lt;i&gt;disambi&lt;/i&gt; ngegame pake HP atau mau tiduan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Menjelang sore, bingung nih mau ngapain. Kalo balik ke kos, &lt;i&gt;paleng&lt;/i&gt; cuma bisa ngegame, nonton film, mbaca komik, atau ngenet en chatting di kos temen yang ada koneksi internetnya. Bosen akh, tiap hari gitu – gitu terus. &lt;i&gt;Pengen&lt;/i&gt; jalan - jalan gak ada yang mau nemeni. Bukan berarti gak laku karena gak punya pacar, tapi kalo punya pacar kan gak bisa nglirik cewek lain. Ya to? Ngajakin temen – temen sekelas, pada sok rajin semua! Mau ngerjain tugas lah, mau belajar lah, mau rapat lah, cih....! bodo banget sih mereka, hidup itu cuma sebentar, kok dihabisin buat ngerjain aktivitas yang berat – berat gitu, dimanfaatin dunk untuk seneng – seneng. Toh gak perlu pintar – pintar amat, gak perlu IP cum laude biar bisa dapet kerjaan dengan gaji &lt;i&gt;gede&lt;/i&gt;. Kata dosen ni, lulusan di jurusan ini tu masa nganggurnay gak lama. Mulai dari yang paling pintar sampe yang paling &lt;i&gt;o-on&lt;/i&gt;. Semuanya pasti dapat pekerjaan di perusahaan besar, dengan gaji jutaan tentunya. Perusahaan mana sih yang gak &lt;i&gt;ngiler&lt;/i&gt; dapat SDM orang – orang lulusan Teknik UGM. Untuk apa repot –repot nyari IP tinggi kalo dengan IP dua koma aja udah bisa dapat pekerjaan di tempat yang sama. Iya sih, yang luluse cum laude bisa lulus cepat, lebih &lt;i&gt;cepet&lt;/i&gt; dapat kerjaan, kenaikan pangkat ama gaji juga bisa lebih &lt;i&gt;cepet&lt;/i&gt;. Tapi, kenapa harus &lt;i&gt;cepet – cepet&lt;/i&gt;! Santai dikit napa? Kayak orang waras dikejar – kejar orang gila aja.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Hmm, ke club aja deh. Pasti banyak cewek – cewek cakep yang bisa diajak kenalan. Syukur – syukur bisa diajak kencan besok – besoknya. Oke, sekarang siap – siap dulu. Cewek – cewek di sana kan gaul – gaul abiz. Harus dandan rapi nih. Gak seperti di kampus, udah ceweknya cuma dikit, kuper – kuper lagi! Punya wajah gak cantik – cantik amat, kulit gak mulus – mulus banget, tapi pake pakaian yang serba tertutup gitu. Takut kena sengatan matahari atau........takut takut ketahuan kalo kulitnya belang – belang? ha..ha..ha..&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sip, jam segini pasti udah mulai rame, tadi kalo tidak salah mbaca di spanduknya, malem ini akan dimeriahkan oleh sexy dancer dari Jakarta. Wuihh.....pasti keren banget! Oke, let’s go to the party.....!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Nah kan, untung buru – buru berangkat tadi. Hampir aja gak kebagian tempat parkir di dalam. Woy........rame banget bo! Cewek – ceweknya, ck...ck...ck... bener – bener serasa di surga nih. Ha..ha..ha.. malem ini bakal jadi malam yang panjang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.91cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Yah...kok udahan, belum puas nih! Baru juga jam dua. Hhhh....mana duit udah habis lagi. Ya sudah lah, besok – besok bisa ke sini lagi kok. Lagian, tadi dapet kenalan cewek cantik dari kampus sebelah kan? Bisa ngajak dia ni kalo mau ke sini lagi. Kayake dia malah lebih berpengalaman. Duuuh...kepala ini kok rasanya pusing ya? Dunia seakan – akan berputar. Kalo sudah nyampe kos, harus langsung tidur ni. Eh, bukane besok masuk kuliah jam tujuh? Ah..masa bodo! Yang penting tidur dulu! Zzzzzz.....zzzzz.....zzz.....zz.....z.....&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.93cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Emmm, brisik amat sih, lagi enak – enakan tidur juga! Hmmm......HAAH! Ini di mana? Kok tempat tidurnya jadi rumput hijau seindah ini? Bahkan ada bunga warna – warni di sekelilingnya. Belum pernah ada taman bunga seindah ini. Emmm suara berisik tapi merdu itu, seperti orang – orang yang lagi &lt;i&gt;ngobrol&lt;/i&gt;. Asalnya dari dalam pintu gerbang besar itu ya? Eh, pintunya kebuka. Wau, ada gadis cantik yang keluar. Eh, gak cuma satu, ada banyak. Berapa puluh tuh? Cantik – cantik semua, wajahnya terlihat teduh dan ceria, kulit mereka putih dan mulus, binar bola matanya, duuuuhhh..... gak nguatin. Bener – bener mirip bidadari yang turun dari khayangan. Eh, emang pernah liat bidadari? Yaah, meski belum pernah liat, tapi pasti, bidadaripun gak akan lebih cantik dari mereka. Kecantikan mereka benar – benar sempurna!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Kesempatan emas kayak gini gak boleh disia – siain. Salah satunya, atau kalo bisa semuanya, harus jatuh dalam pelukanku. “Ehm, permisi nona, boleh kita kenalan? Kalo boleh tahu, siapa nama nona - nona yang  sangat cantik ini? Dan ini tempat apa ya? Kalian semua tinggal di sini?” sip, mereka berhenti, he..he.. gak kayak cewek – cewk yang selama ini ku kenal, seringnya pada nyuekin. “nona – nona ini mau ke mana ya? Boleh saya temeni? Tidak baik kalo nona – nona pergi sendiri, harus ada laki – laki yang njagain”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Maaf, kami tidak perlu ditemani!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Duh, meskipun sedikit membentak, suaranya terdengar sangat merdu, mengalahkan semua jenis suara terindah yang pernah kudengar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Kami ingin menjemput suami kami. Jadi, kamu tidak perlu menjagaain”&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Hah? Kalian semua, masing – masing udah punya suami ya? Gak ada satu pun yang masih single?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Bukan masing – masing, tapi kami semua memang dipersiapkan untuk menjadi istri orang ini.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“HA??? semua? Jadi, suami kalian cuma satu orang? Tamak sekali orang ini, kenapa juga kalian mau? Aneh!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Ah, sulit menjelaskannya padamu, lagi pula bagaimana kamu bisa ada di sini? Ini bukan tempatmu, tempat ini tidak pantas di datangi orang – orang yang sering menyia- nyiakan apa – apa yang dimilikinya, tidak pantas dihuni oleh orang – orang yang tidak pernah memberikan manfaat apapun kepada siapapun, tidak berhak didiami oleh orang – orang yang tidak punya simpati, bahkan empati kepada sesamanya. Kalo boleh memberi saran, sebaiknya kamu segera pergi. Jika penjaga tempat ini melihatmu di sini, kamu bisa dihukum dengan hukuman yang amat pedih. Selamat tinggal!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“Hai...Hai...! jangan pergi dulu, aku masih belum mengerti maksudmu? Hai....! cepat sekali mereka pergi, seperti melayang saja, hiii...kok jadi meringding ya? Eh, apa ini .....? wa...wa...waaaaaaa.......kenapa tanah yang ku pijak tadi tiba – tiba lenyap? Tolong........! aku jatuh.........tolong...................................! Gedubrak! Aduh.......aduh......sakit.......lho kok? Aku ada di lantai? Lhoh? Ini kan di kamar kos? Jadi, tadi cuma mimpi ya? wa....udah jam sepuluh. Bolos kuliah lagi deh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.98cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6896081616182024740?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6896081616182024740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6896081616182024740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6896081616182024740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6896081616182024740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/10/jadi-anak-kos-itu-asyik.html' title='Jadi anak kos itu asyik'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8268490974496487376</id><published>2008-10-16T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-11-16T19:26:22.415-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyata'/><title type='text'>Kenapa Ya?</title><content type='html'>Udah lama sih ceritanya, tapi karena baru sempat ngenet, gak papa kan nge-postnya sekarang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gini, pas bulan puasa kemaren, aku ikut buka puasa bareng sebuah komunitas. beberapa teman di komunitas itu, emang udah lama sih gak ketemu, awalnya aku nggak menaruh curiga apa -apa. ku pikir, mereka masih seperti dulu. termasuk alim dalam ukuranku. pas waktu maghrib, aku dan seorang temen ngajak sholat dulu, beberapa ikut, dan yang lain bilang mau nyusul. akhirnya terpencar tempat sholatnya. waktu balik di tempat acara buber, aku tidak begitu memperhatikan, siapa saja yang sama sekali belum beranjak. acara buber ditutup pas adzan isya.&lt;br /&gt;beberapa hari setelah acara itu, seorang temen -lebih tepatnya, adik angkatan- cewek yang kemaren juga ikut buber tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas, mas Wawan (bukan nama sebenarnya) tu islam kan"&lt;br /&gt;"iya, kenapa"&lt;br /&gt;"koq pas buber kemaren, dia sama sekali gak keluar ya?mas Iwan (bukan nama sebenarnya) dan mas Budi (bukan nama sebenarnya) juga. mereka gak mungkin sempet shalat maghrib kan?"&lt;br /&gt;"innalillahi, yang bener?'&lt;br /&gt;"iya, mas, aku kan lagi libur, jadi aku di sana terus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, sampai sekarang, aku gak habis pikir. begitu cepat mereka berubah, bahkan bisa - bisanya mereka meninggalkan shalat. apakah "Jogja" begitu menyeramkan hingga bisa mengubah mereka? atau temen - temenku itu aja yang terlalau lemah imannya?&lt;br /&gt;ah, sudahlah.....&lt;br /&gt;Ya Alloh, tunjukan lah kepada kami jalan yang lurus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8268490974496487376?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8268490974496487376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8268490974496487376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8268490974496487376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8268490974496487376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/10/kenapa-ya.html' title='Kenapa Ya?'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-3166643322646028234</id><published>2008-08-24T18:56:00.000-07:00</published><updated>2008-11-16T19:37:21.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja'/><title type='text'>Ini juga orang Jogja lho</title><content type='html'>Pagi - pagi, aku sengaja jalan kaki menuju kampus. dengan membawa camera digital punya Upik yang habis ku pakai mengabadikan acara SALUT ( Salam Ukhwah Teknik )  kemaren. dengan harapan, ada kejadian - kejadian menarik yang bisa ku ambil gambarnya. saat melintas di jembata Jln Sarjito ( Perempatan STM Jetis ke timur ) harapan itu menjadi kenyataan. aku ambil gambarnya, dan inilah hasilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SLISxZC7C4I/AAAAAAAAACA/aqcHYQdEu-E/s1600-h/DSCI0107.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SLISxZC7C4I/AAAAAAAAACA/aqcHYQdEu-E/s320/DSCI0107.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238269956331342722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak jelas ya, ada apa di sungai code ini? oke, coba kita zoom :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SLITsmmCrQI/AAAAAAAAACI/fUz5sqjdRW4/s1600-h/DSCI0106.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SLITsmmCrQI/AAAAAAAAACI/fUz5sqjdRW4/s320/DSCI0106.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238270973580586242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih belum jelas? itu tu, ada "seseorang" yang lagi jongkok di sungai. meski dia anak - anak, tapi ia melakukan itu, pasti karena orang tuanya tidak mendidiknya dengan baik. yah, bisa dibilang, ternyata, orang jogja pun masih ada yang "primitif", gak cuma orang Indonesia timur saja ( karena sering saya mendengar orang jogja menilai orang Indonesia timur itu masih primitif), yah... seharusnya kita introspeksi diri dulu sebelum menilai orang lain. semoga bisa menjadi pelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-3166643322646028234?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/3166643322646028234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=3166643322646028234' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3166643322646028234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3166643322646028234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/08/ini-juga-orang-jogja-lho.html' title='Ini juga orang Jogja lho'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SLISxZC7C4I/AAAAAAAAACA/aqcHYQdEu-E/s72-c/DSCI0107.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-3441149568438413068</id><published>2008-08-17T00:39:00.000-07:00</published><updated>2008-11-16T19:40:47.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja'/><title type='text'>Jogja, kota peringkat ke dua dalam hal ketertiban berlalu lintas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berita yang saya dengar di radio, menyebutkan bahwa Jogjakarta menjadi kota ke dua yang paling tertib dalam berlalu lintas. hanya kalah oleh kota Denpasar. sebuah prestasi yang cukup membanggakan. namun, prestasi ini tampaknya perlu kita tinjau ulang. sebagai "juara" ke dua dari sekian banyak kota di Indonesia, tentulah lalu lintas di Jogja sangat tertib. tapi, benarkah seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;coba kita cek foto di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SKfZYQ06iNI/AAAAAAAAABo/4bYv9A2C8ps/s1600-h/DSCI0108.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SKfZYQ06iNI/AAAAAAAAABo/4bYv9A2C8ps/s320/DSCI0108.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235392102698485970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari gambar di atas, apa yang bisa kita lihat?&lt;br /&gt;yak tepat! bus kota dalam foto dengan sembarangan mengambil lajur sebelah barat yang harusnya dipakai untuk ke arah utara. tapi bus ini sedang mengarah ke selatan. apakah ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang disebut tertib dalam berlalu lintas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;coba perhatikan foto - foto lain di bagian lain dari blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-3441149568438413068?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/3441149568438413068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=3441149568438413068' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3441149568438413068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3441149568438413068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/08/jogja-kota-peringkat-ke-dua-dalam-hal.html' title='Jogja, kota peringkat ke dua dalam hal ketertiban berlalu lintas'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/SKfZYQ06iNI/AAAAAAAAABo/4bYv9A2C8ps/s72-c/DSCI0108.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-6694730619820550138</id><published>2008-06-18T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-12-03T19:53:36.188-08:00</updated><title type='text'>ada yang lain di EURO 2008</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pesta akbar sepak bola Eropa telah bergulir. ada banyak kejutan terjadi di babak penyisihan. itali, sang juara dunia dibantai tim oranje Belanda 3 gol tanpa balas. Jerman, maestro sepak bola sejak jaman dulu pun takluk oleh negara yang belum genap 20 tahun merdeka, Kroasia, dan yang cukup mengejutkan pula, Republik Ceko yang diperkuat kiper terbaik tahun 2007, Peter Chech disingkirkan oleh timnas yang - sepertinya - sama sekali tidak diperhitungkan, yakni Turki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepak bola memang bukan ilmu matematika, yang bisa diperkirakan dan diperhitungkan, tapi dari kasus yang saya sebutkan terakhir, di sini bisa kita lihat salah satu bukti "pertolongan" Alloh. sampai menit ke 87, Turki telah tertinggal 1-2 dari Ceko. Tapi, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak - anak asuhan Fatih Terim, serta do'a yang dipanjatkan sang pelatih muslim itu membalikkan prediksi hampir semua orang. Turki berbalik ungguk 3-2 melalui 2 gol Nihat Kahveci dalam sisa waktu 4 menit (plus injury time). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;satu hal yang kemudian bisa kita garis bawahi, Berjuang dan Berdo'alah! meskipun kebanyakan orang mengatakan apa yang kita lakukan itu sia - sia, yakinlah dengan pertolongan Alloh, jangan mudah terpengaruh omongan orang. tapi, tentu saja, Alloh tidak akan menololng kita jika aktivitas yang kita lakukan adalah salah satu bentuk kemaksiatan kepadaNya. Selamat Beraktivitas ! dan Selamat menyaksikan kejutan lain di pentas EURO 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-6694730619820550138?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/6694730619820550138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=6694730619820550138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6694730619820550138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/6694730619820550138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/06/ada-yang-lain-di-euro-2008.html' title='ada yang lain di EURO 2008'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-2733474822781302915</id><published>2008-05-18T06:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T08:01:25.040-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Bergerak</title><content type='html'>Tim Uber dan Thomas Indonesia lagi - lagi gagal merebut kembali kedua lambang supremasi tertinggi di dunia bulutangkis. Sudah cukup banyak memang, penderitaan rakyat Indonesia. Saat ini Indonesia benar - benar dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Tidak hanya di dunia olahraga, di bidang pendidikan, seni, ekonomi, industri , ah...panjang klo mau disebutin semua. pokoknya, di semua bidang, Indonesia sedang terpuruk!&lt;br /&gt;       Namun, apakah cukup ketika kita hanya diam saja, atau bahkan 'hanya' mengutuk para pejabat / pemimpin bangsa ini yang gak becus ngurusi negaranya? apakah cemoohan kita, makian kita pada para pejabat itu akan mampu mengubah Indonesia??&lt;br /&gt;Saya rasa, semua tahu jawabannya&lt;br /&gt;Nah, lalu, apa yang seharusnya kita perbuat?&lt;br /&gt;       Sebagai warga negara yang peduli akan kondisi bangsa ini, maka SAATNYA BERGERAK! lakukan perubahan - perubahan seoptimal yang kita mampu. minimal, mencoba melakukan perubahan - ke arah yang lebih baik tentunya - pada diri, keluarga dan lingkungan kita. Misal, ketika masa pemilu atau pilkada tiba, coba ajak diskusi keluarga, teman atau para tetangga kita. cari tahu, apa pendapat mereka tentang para calon presiden atau kepala daerah yang mencalonkan dirinya. eit, bukan berarti saya mengajak anda untuk melakukan kampanye terselubung. tapi di sini, kita bisa mengubah sudut pandang orang yang kita ajak diskusi. adakalanya, rakyat kecil - terutama yang berpendidikan rendah dan yang gak pedulian - tidak terlalu ambil pusing dengan pemilu maupun pilkada. banyak dari mereka yang memilih kepala daerah atau kepala negara hanya berdasarkan insting dan tebak - tebakan. jika jumlah mereka banyak, maka apa yang terjadi? ya seperti yang terjadi saat ini, kepala daerah atau kepala negara yang terpilih sering mengambil kebijakan 'hanya' menggunakan insting dan tebak - tebakan. nah, di sini peran kita untuk menyampaikan bahwa suara mereka ( orang - orang yang gak pedulian tadi ) ternyata sangat besar pengaruhnya bagi kemajuan bangsa ini. ajak mereka untuk lebih mengenal, siapa calon pemimpin kita. Insya Alloh, dengan sedikit dari yang kita sampaikan, paling tidak mereka akan 'sedikit' tersadar sehingga tidak asal - asalan dalam menggunakan hak pilihnya.&lt;br /&gt;       contoh lain, coba kita ubah kebiasaan kita, kebiasaan keluarga kita, temen - temen kita, atau bahkan masyarakat di sekitar kita. yakni kebiasaan yang menganggap remeh ibadah (Sholat gak di awal waktu, tilawah gak rutin, dls), kebiasaan yang menganggap remeh pendidikan ( enggan bersusah payah - mencarikan beasiswa misal - ketika tidak bisa melanjutkan pendidiakn ke jenjang yang lebih tinggi, tidak mendampingi dan memonitor prestasi anak , dls ), kebiasaan yang meremehkan waktu ( Melakukan pekerjaan yang gak da manfaatnya, sengaja datang terlambat, dls ), kebiasaan yang meremehkan tanggung jawab ( tidak merasa bersalah dan berusaha memperbaiki diri ketika tidak berhasil mengemban amanah dengan baik, dls ), serta kebiasan - kebiasaan buruk lain yang telah kuat mengakar di dalam alam bawah sadar kita. seakan - akan hal - hal tadi adalah sebuah kewajaran.&lt;br /&gt;Dan masih banyak contoh - contoh kecil yang bisa kita lakukan, untuk mengubah Negara ini menjadi sebuah negara yang berwibawa, berprestasi dan disegani. Pun jika ternyata hanya kita yang mau melakukan perubahan, jangan berkecil hati. Meskipun tujuan mulia kita akan sangat sulit terpenuhi, tapi yakinlah, Alloh Maha adil, Alloh Maha Melihat an pastinya Alloh akn membalas perjuangan dan usaha kita dengan balasan yang setimpal - atau bahkan balasan yang jauh lebih baik - dari apa yang kiat upayakan di dunia.&lt;br /&gt;Amin. &lt;br /&gt;      semoga tulisan ini dibaca oleh lebih dari sepuluh orang. dan dari sekitar sepuluh orang itu, masing - masing dari mereka mampu mengubah sepuluh orang lain, begitu seterusnya hingga negara ini dihuni poleh orang - orang yang berkomitmen kuat untuk menaikkan derajat Bangsa Indonesia di kancah Internasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-2733474822781302915?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/2733474822781302915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=2733474822781302915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2733474822781302915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/2733474822781302915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/05/saatnya-bergerak.html' title='Saatnya Bergerak'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-3445084647108791718</id><published>2008-04-15T06:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T07:13:20.873-07:00</updated><title type='text'>Memperbaiki Agama</title><content type='html'>Rosululloh memang telah memprediksikan bahwa umat islam ini akan terpecah - pecah menjadi 73 golongan. dan prediksi beliau tidak mungkin keliru. tapi permasalahannya, saat ini, umat islam benar - benar terpecah. tiap golongan mengakui bahwa golongannya lah yang paling benar. bahkan tidak sedikit, antara pengikut masing - masing golongan, saling serang. hal ini tentu membuat musuh - musuh islam bersorak gembira. tidak hanya itu saja, masyarakat yang awam pun semakin takut mempelajari islam secara lebih mendalam. karena ketika ingin mengikuti kajian oleh ustadz A, kelompok yang anti dengan fikrah (aliran) ustadz A memprovokasi bahwa aliran yang dianut ustadz A itu sesat, atau tidak benar. begitu pula sebaliknya. sehingga tidak jarang, para mahasiswa yang pada awalnya memiliki background agama yang baik, ketika kuliah di luar kota, ia mudah terseret ke lingkungan yang jauh dari islam. Mengapa bisa terjadi? jawabannya cukup mencengangkan, karena para orang tua mereka melarang anak - anaknya ikut kajian - kajian yang memperdalam ilmu agama, juga melarang anaknya ikut ambil bagian di organisasi islam. Akibatnya, tidak ada penjagaan, sihingga mudah bagi syetan (baik dari golongan jin maupun manusia) yang kemudian menjerumuskannya. Na'udzubillah.&lt;br /&gt;       Lalu, apa yang harus kita lakukan? sebagai umat yang peduli dengan agama ini,tentu kita tidak sepantasnya tinggal diam. harus ada yang kita lakukan. dan kontribusi yang paling memungkinkan adalah, memperbaiki diri, meningkatkan kepahaman kita terhadap agama, terutama bagaimana menyikapai perbedaan dalam islam, dan tentunya jangan pernah fanatik dengan satu golongan. tidak sepakat boleh, tapi jangan membenci jika hal itu tidak benar - benar jelas menyalahi Qur'an dan Sunnah. &lt;br /&gt;Wallohu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-3445084647108791718?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/3445084647108791718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=3445084647108791718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3445084647108791718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/3445084647108791718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/04/memperbaiki-agama.html' title='Memperbaiki Agama'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-8323772187338512181</id><published>2008-04-03T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T03:09:37.077-07:00</updated><title type='text'>Global Warming, cuma sekedar isu</title><content type='html'>Gak salah kan klo  aku bilang Gitu?&lt;br /&gt;Buktinya, kita masih cuek bebek ma masalah ini,&lt;br /&gt;gak ada upaya tuk menghemat BBM&lt;br /&gt;keliling kota make kendaraan tanpa tujuan yang jelas&lt;br /&gt;(biasane pas malem minggu tu, rame)&lt;br /&gt;gak ada upaya memelihara tumbuhan,&lt;br /&gt;make listrik juga seenaknya&lt;br /&gt;buang sampah di sembarang tempat,&lt;br /&gt;de el es&lt;br /&gt;banyak deh pokoke....&lt;br /&gt;jadi, global warming tu cuma sekedar isu, karena kita liat kebanyakan manusia  acuh tak acuh ma urusan ini, kayak klo lagi denger berita nikah - cerainya para artis,&lt;br /&gt;tul g?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-8323772187338512181?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/8323772187338512181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=8323772187338512181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8323772187338512181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/8323772187338512181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/04/global-warming-cuma-sekedar-isu.html' title='Global Warming, cuma sekedar isu'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-476329098830948499.post-1511536869627753906</id><published>2008-03-25T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T23:47:01.803-07:00</updated><title type='text'>Jangan panggil aku ikhwan</title><content type='html'>Sebuah Risalah dari Musafir Hayat &lt;br /&gt;Dikutip dari “Surat Cinta untuk Sang Aktivis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapakah ikhwan sejati itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang tampan rupawan tetapi dari kesungguhannya dalam menjaga kemuliaan diri, keluarga dan agamanya. Pantang baginya mengemis kemuliaan pada raja-raja dan tuan.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar dan dadanya yang bidang, tetapi dari keberaniannya mengakui setiap kesalahan dan adilnya sikap kala menjadi seorang pemimpin. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Pantang baginya berputus asa dari keluasan sifat Rabbnya yang Ar-Rahman.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari proporsionalnya postur tubuh dan lincahnya gerakan, tetapi dari kasih sayang dan kelembutan hatinya terhadap sesama muslim dan tegas serta arif bijaksananya terhadap kaum kafir. Baginya kritik adalah salah satu rumus untuk tercapainya kesuksesan. Sifat tawadhu’ adalah baju keabadian yang dipakainya sepanjang perguliran zaman.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari lantangnya bersuara kala bertilawah, banyaknya hadist yang dia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan kepada yang belum memahaminya. Al-qur’an dan As-sunah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari tajamnya pedang atau banyaknya peluru dari senapan yang ia bawa, tetapi dari sikapnya yang tegar dalam mempertahankan kebenaran yang ia bela. Syahid baginya adalah tujuan. Jihad Fiisabilillah adalah cita-citanya yang tertinggi. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang. Pantang baginya mengikuti persangkaan-persangkaan batil, mengatakan yang tidak ada ilmu di dalam dirinya.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang menyanjung dan menggodanya, tetapi dari komitmennya dalam mendidik dan mencintai pasangan hidupnya. Keharmonisan keluarga yang dia bina adalah semata-mata dijadikan sarana untuk mendaki tangga-tangga cinta-Nya. Pantang baginya bersikap kasar terhadap istri dan anak tanpa adanya pelanggaran syar’i. Mitsaqan ghalidza dia gigit erat-erat dengan gigi gerahamnya. Panggilan jihad baginya adalah rayuan cinta yang harus segera dipenuhi. Dadanya selalu dipenuhi dengan gelora syahid.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya kitab yang ia kuasai dan cakapnya dalam berorasi, tapi dari sikapnya yang istiqomah dalam menanggung amanah dan sikap tawadhu’ dalam menjalani liku kehidupan ini. Pantang baginya membanggakan apa-apa yang ada pada leluhurnya, sementara ia tak punya apa-apa yang bisa dijadikan amal unggulan. Dia yang selalu melihat orang-orang di bawahnya dalam hal keduniaan dan selalu memandang ke atas dalam urusan-urusan akhirat.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya muatan dan beratnya barbel yang dapat ia angkat, tapi dari kesabarannya kala marah dan sikap qana’ah dalam menerima setiap anugerah Rabbnya. Obsesi terbesarnya adalah mencari keridhoan Allah Ta’ala. Ia yang selalu mendahulukan kepentingan agama-Nya di atas segala-galanya. Minhajul qasidin dan minhajul muslim menjadi bingkai hidupnya.&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya orang yang dapat ia tudukkan dan takut padanya, tapi dari seberapa besar ia takut pada Rabbnya sehingga ia berhati-hati dalam meniti kehidupan ini. Pantang baginya bersikap takabur ketika kekuasaan ada dalam genggaman, dan bersikap ghuwul (berlebih-lebihan) ketika perhiasan-perhiasan dunia ada di bawah telapak kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan, selagi kau masih menemui kami mengumbar pandangan. Hingga lepas panah syetan dari busurnya dan melesat dengan sebenar-benarnya kecepatan  ke celah hati tanpa terasa. Hingga lupa makna ghadul bashar yang pernah kita kaji bersama. Sebagai kaum adam, sudah menjadi fitrah untuk suka pada kaummu. Tapi sungguh fitrah tersebut bisa menjadi salah satu jalan menuju neraka-Nya seandainya kami tidak memaknai dan menerapkannya secara tepat, sesuai dengan kaidah syar’i. &lt;br /&gt;“ Pandangan mata itu adalah sebuah anak panah dari panah-panah iblis. Maka barang siapa meninggalkannya (mengelakkannya dari melihat wanita) karena takut pada-Ku, niscaya Aku ganti dengan iman yang dirasakan lezat manisnya di dalam hatinya.” (Riwayat Thabrani dan Hakim dari Ibnu Mas’ud) &lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan jika kau masih melihat kami berkhalwat dan berikhtilat dengan dalih masih dalam batas syar’i atau untuk kepentingan organisasi. Atau dengan alasan tak masalah tak pakai hijab yang penting hati bersih dan niatan suci. Nasihatilah kami jika kami melanggar syariat-Nya. Tegaslah kepada kami karena nasihat itu akan menjadi pengontrol dan penyeimbang hati kami dalam melakukan tugas-tugas sebagai qawwam.&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan, jikalau kau masih melihat kami sholat dalam keadaan munfarid dan meninggalkan jamaah, dengan alasan darurat dan tanggung untuk menutup syuro’ atau aksi yang sedang kita lakukan. Terlebih ketika kami dengan sengaja mengakhirkan waktu sholat, karena hal itu menandakan bahwa hati kami sedang tidak sehat. Jangan engkau sungkan untuk menyirami kami dengan kritik tajam yang membangun.&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan, jika kami mundur dari gelanggang dakwah dan jihadiyah; meski selangkah. Dengan alasan mengatur strategi kembali dan beristirahat barang sejenak untuk menyusun kekuatan. Padahal jiwa ini mengatakan kami takut maut yang menghadang.&lt;br /&gt;Bantulah kami memompa ghirah agar menjadi bola semangat yang auranya dapat menggetarkan musuh-musuh Allah dari jarak sekian perjalanan waktu. Bantu kami dengan doamu agar ruh-ruh jihad tidak lepas tidak lepas dari jiwa kami. Dan doakan agar kami menjadi syaefullah –pedang Allah yang tajam dan ditakuti musuh-Nya-&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan, jika kau masih mendengar musuh memanggil kami “pahlawan” dan rekan-rekan seperjuangan menyandangkan gelar penghianat dan mengatakan ini bentuk penghianatan. Peringatkan selalu kepada kami agar jangan sampai dakwah dan jihadiyah ini dijadikan untuk mendapatkan dunia atau wanita.&lt;br /&gt;Jangan panggil kami ikhwan, sebelum melihat kami menemui musuh lalu menghadangnya, atau dia menghadang dan kamipun melawannya. Sekali lagi jangan panggil kami ikhwan selagi kau temui kami berada di bawah komando nafsu.&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan sebagian mereka adalah penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu pasti akan diberi nikmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS At-Taubah:71)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/476329098830948499-1511536869627753906?l=abdurrahmanfatih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/feeds/1511536869627753906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=476329098830948499&amp;postID=1511536869627753906' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1511536869627753906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/476329098830948499/posts/default/1511536869627753906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanfatih.blogspot.com/2008/03/jangan-panggil-aku-ikhwan.html' title='Jangan panggil aku ikhwan'/><author><name>Hafiq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05156015197013856739</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_7hV2RMgPwWA/Sy77QU-e3MI/AAAAAAAAAHA/kiPtOu9l8WA/S220/IMG_4298.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
